Home / TTS

Aleta Baun: Pemimpin Yang Bijak Harus Cari Solusi, Bukan Polisikan Rakyat

- Redaksi

Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 2 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aleta Baun (tengah), didampingi oleh Masyarakat Adat desa Bonleu.

Aleta Baun (tengah), didampingi oleh Masyarakat Adat desa Bonleu.

SoE, SALAMTIMOR.COM – Tokoh
Perempuan Mollo, Aleta Baun menyikapi pernyataan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun yang akan membawa persoalan pemutusan jaringan air dari mata air Bonleu ke ranah hukum.

Aleta Baun menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang bijak itu, harus duduk bersama masyarakat untuk mencari solusi. Bukan mempolisikan masyarakat.

“Pemimpin yang bijak harus cari solusi, bukan polisikan rakyat.” kata Aleta di SoE pada Rabu, 13/10/2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, “jika kasus ini Bupati bawah ke ranah hukum, menunjukan bahwa beliau bukan pemimpin yang bijak. Dan mungkin ini baru pertama kali di Indonesia, Bupati TTS polisikan masyarakat.” Sesal Aleta.

Sambung Aleta, “seorang pemimpin atau seorang Bupati merupakan seorang Bapak bagi seluruh masyarakat Kabupaten TTS termasuk Desa Bonle’u. Namun, sangat memalukan ketika anak-anak dari Bapak menagih janji yang tertuang dalam surat kesepakatan tetapi seorang Bapak tidak melayani selain mempolisikan masyarakat. Itu bukan pemimpin yang bijak.” tegas Aleta.

“Tindakan seorang Bupati untuk mempolisikan rakyatnya sendiri itu sangat memalukan. Jika pemimpin itu bijak, maka akan melihat kembali surat kesepakatan yang ditandatangani itu.” tandas Mantan Anggota DPRD Propinsi NTT ini.

“Bupati sendiri yang buat janji dan tanda tangan janji itu. Namun beliau sendiri yang ingkar janji sendiri. Kemudian masyarakat melakukan aksi, malah polisikan masyarakat. Yang janji itu siapa?” tanya Aleta.

Sementara itu, Joni Babu menyampaikan bahwa dari amaf Liem-Baun, Olla-Anone, sangat kecewa dengan sikap Pemda dan DPRD TTS. Sebab, janji yang tertuang dalam surat kesepakatan itu tidak dijalani. Yang tertulis saja tidak dijalankan, apalagi kalau hanya janji lisan.

“Oleh karena itu, masyarakat adat desa Bonle’u telah sepakat untuk melepas air dari aliran pipa menuju Kota SoE, karena janji tidak ditepati.” ungkap Babu.

“Kami merasa ditipu. Janji yang tertuang dalam surat dan ditandatangani bersama saja tidak jalani, apalagi kalau janji lisan? pasti kami ditipu terus.” sesalnya.

Hal yang sama dikatakan Soleman Fallo, bahwa aksi masyarakat itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap janji yang tidak ditepati.

Menurutnya, karena janji tertulis yang ditandatangani bersama tidak dijalani sehingga masyarakat lepas air dari pipa menuju Kota SoE. Sampai kapan pemerintah kerja jalan baru dilepas kembali ke Kota SoE.

“Kalau tahun depan baru kerja, maka tahun depan juga baru kami lepas air kembali ke SoE,” tegasnya.

Persoalan pemutusan jaringan air dari
sumber mata air Bonleu ini muncul akibat Pemda TTS dan DPRD TTS tidak menepati janji sesuai surat kesepakatan bersama Nomor: 7/DPRD/2021 saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 10 Juni 2021.

Penulis: Inyo Faot

Berita Terkait

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno
Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Berita Terkait

Rabu, 20 Maret 2024 - 13:36 WITA

IDRIP NTT Gelar Rakor Triwulan I Tahun 2024 Tingkat Provinsi

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Jumat, 3 November 2023 - 21:07 WITA

Diprediksi Bertahan Hingga Februari 2024, BMKG Ungkap Dampak El Nino

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA