Alokasi Dana 20 Milyar Untuk PON Papua, Atlet Peraih Medali Emas Dijemput Dengan Mobil Pick Up Hingga Klarifikasi Ketua Umum KONI NTT

- Redaksi

Rabu, 6 Oktober 2021 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 13 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, SALAMTIMOR.COM — Susanti Ndapataka, atlet NTT di PON XX Papua, tiba kembali di Kupang pada Rabu, (6/10/2021) jam 6 pagi setelah meraih Medali Emas dari cabang olahraga muaythai.

Emas tersebut merupakan emas pertama yang di dapat NTT di ajang PON hingga saat ini.

Susanti beserta pelatihnya dijemput oleh keluarga dan tim serta disambut oleh pengurus KONI NTT dan sempat foto bersama di terminal kedatangan Bandara El Tari Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Susanti kemudian bersama dengan pelatih, keluarga dan sejumlah tim yang menjemput kembali ke camp pelatihannya di Oetete, Kota Kupang.

Yang menyedihkan dan seketika menjadi viral di dunia maya adalah mobil pick up yang ditumpangi oleh Susanti, Pelatih dan Keluarga.

Sepintas dapat di lihat bahwa mobil pick up yang digunakan sebenarnya tidak layak ditumpangi oleh seorang atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama NTT dan membanggakan masyarakat NTT di level nasional pada ajang sekelas PON.

Walaupun sempat ditawarkan tumpangan oleh pihak Dispora NTT, namun entah alasan apa, Susanti dan pelatihnya lebih memilih menggunakan mobil pick up yang disiapkan oleh tim penjemput.

Sebagaimana dikutip dari laman CNN Indonesia, peristiwa ini pun turut membuat anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat ikut berkomentar.

Rumat menganggap peristiwa penjemputan itu jauh dari kesan penghargaan terhadap atlet yang telah mengharumkan NTT di ajang PON.

“Kami sangat sesalkan peristiwa penjemputan ini dan ini memalukan karena prestasi anak NTT tidak diperhatikan oleh pemerintah NTT,” ucap Rumat.

Rumat lalu menyinggung bahwa NTT telah punya alokasi dana sebesar Rp20 miliar yang diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen di PON Papua.

“Patut dipertanyakan dan patut diduga anggaran yang telah disepakati itu ada di mana,” tutur Rumat.

Susanti (atlit) peraih medali emas bersama Bapa kandungnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI NTT Andre Koreh menyatakan kepulangan Susanti Ndapataka dan sang pelatih tanpa koordinasi sehingga mereka terpaksa naik mobil pick up.

“Kepulangan dari atlet seharusnya diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT sebab mereka yang mengelola dana hibah PON.”

“Semestinya KONI yang kelola anggaran PON, tapi kemudian diambil alih sesuai kebijakan Pemprov. Katanya, selama ini kurang tepat dikelola KONI,” ujar Andre yang saat ini berada di Papua.

Andre lalu menekankan bahwa Pemprov juga tidak pernah berkoordinasi dengan KONI soal penjemputan atlet. Kehadiran beberapa pengurus KONI NTT saat penjemputan atlet muaythai NTT juga disebut hanya inisiatif pribadi.

“Bagaimana mau koordinasi, nama saya saja tidak tercatat dalam daftar kontingen PON NTT sebagaimana SK Gubernur NTT tentang Kontingen Provinsi NTT pada PON XX Papua. Padahal saya Ketua Umum KONI NTT,” tutur Andre. (Sumber: CNN Indonesia)

Berita Terkait

Minimalisir Kenderaan Tanpa Pajak, Pemprov NTT Luncurkan Razia Tilang Samsat
LPPM Undana Bekerjasama Dengan GMIT Sion Oepura Gelar Sosialisasi Human Trafficking dan Pelatihan Aksesoris Dari Tenun
Gubernur VBL Lantik Fahrensy Funay Jadi Penjabat Walikota Kupang
Kadis DLHK Akui Taman-Taman di Kota Kupang Perlu Perawatan
Gandeng dr. Christian Widodo, Komunitas Wartawan NKRI NTT Gelar Pengobatan Gratis
Peringati HUT Ke-24, Purnawirawan Polri Daerah NTT Cabang Kota Kupang Gelar Anjangsana, Tabur Bunga, dan Upacara
Gandeng Media, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kupang Gelar Sosialisasi Program JKN
Perekonomian Jawa Tengah Yang Dipimpin Ganjar Pranowo Alami Penurunan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru