ANGOTA DPRD TTS KENAS AFI, SALURKAN AIR BERSIH DI TIGA DESA SAAT MELAKUKAN RESES

  • Whatsapp
Anggota DPRD TTS, Askenas Afi.

SoE, SALAMTIMOR.COM – Masa reses adalah masa kegiatan DPRD di luar kegiatan masa sidang dan di luar gedung. Masa reses mengikuti masa persidangan, yang dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun atau 14 kali reses dalam periode 5 tahun masa jabatan DPRD.

Masa reses bukan saja seremonial atau silaturahmi biasa antara rakyat dan wakilnya. Kesempatan tersebut dipakai untuk turun ke masyarakat atau konstituen dalam Daerah Pemilihannya guna melihat, mendengar dan menjaring aspirasi masyarakat kemudian di tindaklanjuti dalam program kerja.

Anggota DPRD TTS dari Fraksi Partai NasDem , Kenas Afi memanfaatkan masa reses untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat di tiga desa yang kekurangan air bersih, yakni desa Skinu kecamatan Toianas, desa Meusin dan desa Baus kecamatan Boking

Bantuan penyaluran air bersih di tiga desa ini karena sebagian masyarakat di tiga desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih diakibatkan mesin pompa di sumur bor tak berfungsi dan pipa jaringan air bersih putus karena adanya pekerjaan jalan.

Kepada media Salamtimor.com di kediamannya, Jumat 12/03, Anggota DPRD sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Nasdem ini mengatakan bahwa warga Skinu mengalami kesulitan air bersih lantaran dua mesin pompa di sumur bor tak berfungsi.

Penyaluran air bersih kepada masyarakat oleh Anggota DPRD TTS, Askenas Afi.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus mencarinya hingga ke kabupaten tetangga, Malaka atau berjalan sejauh 5 Km menuju sumber air terdekat.

“Saya reses di desa Skinu tanggal 3 Maret. Saya temukan mayoritas masyarakat mengeluhkan kesulitan air bersih. Tanggal 9 Maret, mobil tangki saya langsung turun ke desa Skinu untuk mendistribusikan air bersih. Bak-bak penampungan air kita isi hingga penuh. Selain itu, warga yang memiliki tempat tampungan air juga kita layani,” ungkap Kenas.

Lanjut kenas , “tidak hanya di desa Skinu yang kesulitan air bersih saja. Namun persoalan yang sama juga dialami sebagian warga desa Baus dan satu dusun di desa Meusin.”

“Warga yang berada di dusun 1, desa Meusin, mengalami kesulitan air bersih diakibatkan pipa jaringan air bersih putus karena adanya pekerjaan jalan. Alat berat yang digunakan untuk mengali tanah, mengenai pipa tersebut hingga putus. Janji pihak rekanan untuk memperbaiki jaringan pipa yang putus hingga kini belum ditepati.” Ujar Afi.

Saat ditanya sampai kapan bantuan air bersih akan disalurkan kepada masyarakat, Kenas mengatakan bahwa, “selama masyarakat membutuhkan, maka saya akan terus menyalurkan bantuan air bersih secara gratis. Saya beli mobil tangki itu memang tujuannya untuk bantu masyarakat. Jadi kapan saja masyarakat membutuhkan, saya siap membantu.” Tegas Kenas

Terpisah, salah satu warga desa Meusin, Aser Nenometa mengucapkan terima kasih  atas bantuan air bersih gratis yang disalurkan Bapak Kenas Afi.

Aser membenarkan bahwa, “warga Skinu sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari Bapak Kenas. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus mengambilnya ke kabupaten tetangga.”

Lanjutnya, “kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari pak Kenas. Kami di Meusin memang sangat membutuhkan bantuan air bersih setelah dua mesin pompa di sumur bor kami rusak.” Tutup Nenometa

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait