ATASI KEKERINGAN, WAKIL BUPATI TTS BERSAMA YPKM DAN KASOGI MENYERAHKAN BANTUAN SUMUR BOR DI DESA FATUKOPA

  • Whatsapp
Keterangan Gambar: Masyarakat Desa Fatukopa membantu menurunkan mesin bor untuk pengeboran air tanah bantuan YPKM dan KASOGI. (Foto: Inyo Faot)

SoE, Salamtimor.com – Perubahan iklim ternyata dapat mengancam perubahan siklus air di Bumi dan berdampak pada kehidupan manusia di dunia. Para ahli telah mengakui melalui riset-riset yang dilakukan bahwa memang sudah ada pertanda adanya perubahan iklim dan siklus air secara global, termasuk di Indonesia.

Di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan, kelangkaan air sudah menjadi realitas yang di alami oleh masyarakat setiap musim terutama musim kemarau. Jangankan pemenuhan kebutuhan seperti mencuci, mandi, memberi minum ternak peliharaan dll, untuk minum saja sulit mendapatkan air. Masyarakat harus membeli dengan harga yang bervariasi.

Menyaksikan relaitas tersebut, maka Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI) tergerak hati untuk membantu meringankan beban dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan air.

Mewujudkan misi kasih YPKM dan KASOGI tersebut, maka pada tanggal 24/11/2020 bersama Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Jhony Army Konay, SH menyerahkan bantuan satu unit sumur bor di Tipa, Desa Fatukopa, Kecamatan Fatukopa.

Keterangan Gambar: Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay, SH memberikan sambutan saat mendampingi YPKM dan KASOGI mengantarkan mesin bor ke Desa Fatukopa dalam rangka pengeboran air tanah di desa tersebut. (Foto: Inyo Faot)

Army Konay, sapaan akrab orang nomor 2 di Kabupaten TTS saat tiba di Fatukopa, mewakili Pemerintah Kabupaten TTS mengucapakan terima kasih kepada Ketua YPKM (Sandy Mathias Rupidara) dan Ketua KASOGI (Nifron Fallo)  yang telah terlibat aktif dan secara nyata membantu melakukan pengeboran air tanah bagi masyarakat terkhususnya di Desa Fatukopa.

“Pemerintah sangat mendukung program-program dari kedua lembaga ini (YPKM dan KASOGI)  yang ke depan bisa sangat membantu meringankan beban masyarakat.” Ungkap Konay dalam sambutannya.

Mantan anggota DPRD Propinsi NTT 2 periode dari Partai Nasdem ini mengharapkan agar setelah dari Tipa, Desa Fatukopa Sandy Rupidara sebagai pemimpin dalam gerakan sosial ini bisa memberi dukungan kepada desa-desa lain yang juga mengalami masalah kekeringan yang sama seperti di Desa Fatukopa .

“Bahwa air merupakan sumber kehidupan, tanpa air maka program apapun yang diluncurkan tidak akan mencapai titik maksimal. Ketika kita bicara tentang kehidupan, maka hal yang pertama kita bicarakan adalah pemenuhan kebutuhan air. Jadi apapun programnya, dasarnya adalah air. Pemerintah akan terus membuka diri untuk membangun networking dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) agar bersama kita bisa mengurangi beban hidup yang melanda masyarakat,” Tambah Konay.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua rombongan Sandy Mathias Rupidara menyampaikan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah jawaban dari pergumulan panjang masyarakat Fatukopa khususnya warga yang berada di Tipa.

“Mesin bor yang ada di sini belum akan kembali ke SoE, tetapi kita akan terus bekerja dan mencoba melihat potensi – potensi air di desa lain lagi, yang memungkinkan untuk bisa dilakukan pengeboran.” Tuturnya.

Rupidara menambahkan  bahwa “air ini bukan untuk kelompok tertentu, tetapi untuk masyarakat secara umum. Jadi silahkan diatur dan dikoordinasikan dengan baik bersama Kepala Desa untuk bagaimana cara perawatannya ke depan. Mengingat sumur bor ini membutuhkan energy listrik untuk mengeluarkan air dari dalam tanah, maka diharapkan diatur sebijak mungkin agar ada iuran dari masyarakat, tetapi tidak boleh menjadi beban bagi masyarakat.

Sandy, yang merupakan mantan ASN yang pernah bertugas sebagai guru di SMP Negeri SATAP Fatukopa selama 2 tahun tersebut berharap agar kehadiran sumur bor ini kelak ketika sudah tersedia air yang melimpah jika mungkin tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan/minum tetapi bisa digunakan untuk menanam tanaman hortikultura skala kecil.

Menanggapi apa yang di sampaikan oleh Wakil Bupati TTS, Sandy Rupidara menyampaikan pihaknya tidak ingin banyak berjanji tetapi yang bisa dilakukan adalah kerja menghasilkan buah.

Sandy juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah khususnya Wakil Bupati TTS yang telah mengambil bagian untuk memfasilitasi YPKM dan KASOGI dengan alat transportasi sehingga mesin bor ini bisa sampai di lokasi pengeboran yakni Tipa, Desa Fatukopa.

Ia berharap pemerintah terus mendukung dan bersinergi bersama YPKM dan KASOGI dengan bantuan alat transportasi dalam rangka mobilisasi atau perpindahan mesin bor dari satu titik ke titik bor yang lain.

Mengakhiri sambutannya, Sandy Rupidara menyampaikan terima kasih kepada para sponsor/donatur yang telah mendukung sehingga tersedia semua kebutuhan untuk proses pengeboran, secara khusus kepada Pendeta Johan.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. (Inyo Faot)

Pos terkait