BANTU WUJUDKAN EKONOMI HIJAU, PLAN INDONESIA LUNCURKAN PROGRAM ‘GREEN SKILL 2.0’ BAGI KAUM MUDA DI NUSA TENGGARA TIMUR

  • Whatsapp
Bupati TTS, Eugusem Piter Tahun, ST.MM di dampingi oleh PIA Manager Plan Indonesia, Muhammad Thamrin saat menandatangani plakat kesepakatan bersama untuk pelaksanaan program 'Green Skills 2.0' (Foto: Plan Indonesia)

SoE, Salamtimor.com – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui program ‘Green Skill 2.0’ dukung kaum muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya akses terhadap lapangan pekerjaan, namun juga perlu diberikan kesempatan untuk berdaya melalui dukungan peningkatan keterampilan berwirausaha.

Lewat program ‘Green Skill 1.0’, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) telah membuka lapangan pekerjaan hijau dan memberdayakan kaum muda di desa, khususnya kaum muda perempuan, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Melanjutkan upaya tersebut, Plan Indonesia kini meluncurkan ‘Green Skill 2.0’ di Desa Billa, kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Jumat (27/11). Kegiatan ini di hadiri oleh Bupati Timor Tengah Selatan, Eugusem Piter Tahun, ST.MM beserta rombongan.

Dengan dukungan The Body Shop Indonesia dan The Body Shop International, juga mitra pelaksana Kinara Indonesia, ‘Green Skill 2.0’ bertujuan untuk menyediakan pekerjaan berbasis pertanian yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan kesempatan berdaya yang setara kepada kaum muda perempuan.

Hal ini menjadi penting, mengingat adanya kekhawatiran mengenai ketersediaan lapangan kerja bagi kaum muda Indonesia. Khususnya, di tengah pandemik COVID-19 yang memicu resesi global. Tak hanya berfokus pada jumlah lapangan kerja yang ada, perhatian juga tertuju kepada ketersediaan lapangan kerja yang ramah lingkungan dan mendukung kesempatan kerja yang setara bagi laki-laki dan perempuan.

Kaum muda disinyalir menjadi salah satu pihak yang cukup terdampak pandemik ini. Data BPS (Februari 2020) menunjukkan, sebanyak 6,88 juta orang angkatan kerja menganggur di Indonesia. Ketika itu, sekitar 16 dari 100 orang kaum muda (15-24 tahun) tercatat menganggur. Sementara, pada Agustus 2020 atau setelah pandemik COVID-19, jumlah pengangguran meningkat hingga menjadi 9,77 juta orang. Diperkirakan, jumlah kaum muda yang menganggur pun bertambah.

Kepada media ini, Muhammad Thamrin, Project Implementation Area (PIA) Manager Timor Yayasan Plan International Indonesia  saat meluncurkan ‘Green Skill 2.0’ di Desa Billa, Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Jumat (27/11) menyampaikan bahwa melalui Green Skill 2.0, kita berharap proyek ini akan membawa semakin banyak manfaat bagi kaum muda di Indonesia.

“Kami berharap, proyek yang berbasis pertanian ramah lingkungan ini berkontribusi dalam memberdayakan kaum muda perempuan, sekaligus bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung mitigasi dampak negatif perubahan iklim,” ujar Thamrin.

Sementara Itu, Vivi Laksana selaku Direktur Kinara Indonesia-perusahaan venture capital yang memfasilitasi pelatihan ‘Green Skill 2.0’, mengatakan bahwa ia berharap proyek ini akan mempercepat pertumbuhan bisnis-bisnis hijau baru di NTT.

“Dengan adanya ‘Green Skill 2.0’, diharapkan akan ada lebih banyak pengusaha muda di NTT yang berdaya, mampu memanfaatkan potensi pertanian di daerahnya, dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Vivi.

Dalam kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Bupati Timor Tengah Selatan, Eugusem Piter Tahun, ST.MM mengapresiasi program ‘Green Skill’. Menurutnya, pelaksanaan ‘Green Skill’ yang selama ini berlangsung telah memberi manfaat nyata di TTS, salah satunya karena masyarakat kini bisa tetap panen di bulan November atau puncak kemarau.

“Saya berharap, lahan dan potensi yang ada ini nantinya dikembangkan dan di adopsi melalui dana desa, sehingga kita (bisa) perluas area tanam,” ujarnya.

Melalui program ‘Green Skill 2.0’ yang didukung oleh The Body Shop, Plan Indonesia akan memberikan pelatihan kepada 330 kaum muda di TTS dan TTU hingga Juni 2021.

Pelatihan ini berfokus pada cara meningkatkan usaha di bidang pertanian hortikultura dengan dasar pemahaman gender, demi meningkatkan kesetaraan bagi orang muda terutama perempuan.

Setelah pelatihan tersebut, akan ada 50 orang terpilih (champion) yang mendapatkan pelatihan tingkat lanjut (advanced training). Ditargetkan, sebanyak 80% champion merupakan orang muda perempuan, demi meningkatkan kesempatan mereka di bidang pertanian.

Selain itu, proyek ini juga akan memfasilitasi para champion dengan bantuan usaha maupun alat-alat yang dibutuhkan untuk bertani, seperti benih dan mesin siram, tergantung pada kebutuhan dari masing-masing peserta.

Sejak 2015, Plan Indonesia telah mengimplementasikan proyek ‘Green Skill’ yang memiliki fokus pada ekonomi hijau. Melalui program ‘Green Skill 1.0’, Plan Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 500 kaum muda (80% perempuan) usia 18-29 tahun. Dari pelatihan ini, 350 orang muda telah membentuk usaha mikro individu atau kelompok hijau yang berkelanjutan. (Inyo Faot)

Pos terkait