BELUM ADA KEPUTUSAN DARI YAYASAN YAPENKRIS TOIS NENO TERKAIT PERGANTIAN KEPALA SEKOLAH DI KUATNANA PASCA MENINGGALNYA SEMUEL LAOE

  • Whatsapp
Keterangan Foto: Marthinus Banunaek (Ketua Yayasan Yapenkris Tois Neno).

SoE, SALAMTIMOR.COM — Pasca meninggalnya Semuel Laoe, Kepala Sekolah SMA Kristen Manek To Kuatnana, yang sekaligus merangkap sebagai Kepala Sekolah SMP Kristen 1 Amanuban Barat, maka sampai saat ini,  pihak Yayasan Yapenkris Tois Neno belum mengambil sikap berupa keputusan terkait pergantian jabatan Kepala Sekolah untuk mengantikan almarhum Semuel Laoe.

Hal ini disampaikan langsung oleh Marthinus Banunaek Ketua Pembina Yayasan  Yapenkris Tois Neno kepada wartawan Salamtimor.com, Kamis 04/02 di kantor Yayasan Yapenkris.

Marthinus Banunaek menyampaikan bahwa, “Terkait  hal pergantian Kepala Sekolah pasca meninggalnya pak Semuel Laoe, maka sesuai mekanisme, kami mempersilahkan komite sekolah untuk  mengadakan rapat komite bersama para tokoh masyarakat, dan juga tim pendiri untuk menjaring  masukan dari masyarakat sebelum mengusulkan siapa yang layak. Selanjutnya dari hasil penjaringan tersebut, disampaikan kepada kami untuk dipertimbangkan. Walaupun dalam keadaan yang terpisah, kami bisa mengambil keputusan.”

Lanjutnya, “namun kami masih sangat berhati-hati dan juga mempertimbagkan waktu duka yang masih dialami oleh keluarga almarhum. Kami sudah bersepakat bersama teman-teman dan para Kepala Sekolah untuk bertemu keluarga almarhum tepatnya tanggal 12/02 dan selanjutnya kami akan kembangkan lebih lanjut proses pergantian Kepala Sekolah untuk menggantikan almarhum Semy Laoe.”

Sambung Banunaek, “walaupun sudah ada rapat komite, yang mana Berita Acaranya sudah disampaikan kepada kami, namun kami dari pihak Yayasan masih membentuk rapat Badan Pengurus untuk mempertimbangkan hal ini. Kamipun akan meminta petunjuk dan pertimbangan dari Majelis Sinode GMIT  untuk selanjutnya kami pihak Yayasan mengambil keputusan dalam menetapkan siapa Kepada Sekolah yang akan menggantikan almarhum Bapak Semy Laoe.”

Keterangan Foto: Pdt. Elfis L.Y. Lenamah, S.Th (Wakil Ketua Majelis Jemaat Imanuel Kuatnana)

Terpisah, melalui sambungan seluler Pdt. Elvis L.Y Lenamah, S.Th, mengatakan bahwa “dari informasi  berdasarkan surat yang di sampaikan kepada kami selaku Majelis Jemaat setempat, rupanya sudah ada rapat komite untuk melakukan pergantian Kepala Sekolah secara sepihak. Sementara ini sekolah Kristen yang mana dalam pengambilan keputusan harus melibatkan tiga komponen utama yakni gereja, yayasan dan orang tua siswa melalui komite sekolah dan komponen pendukung yakni tokoh-tokoh masyarkat setempat dimana sekolah itu berdomisili.”

Lanjut Pdt. Elfis, “terkait hal ini, maka kami meminta kepada pihak Yayasan Tois Neno untuk menunda sementara waktu keputusan menggantikan almarhum Bapak Semuel Laoe dengan mempertimbangkan bahwa suasana duka masih menyelimuti keluarga. Jika dipaksakan, maka tentu akan menambah rasa sedih keluarga mengingat jasa almarhum dalam berkontribusi memajukan sekolah-sekolah ini cukup besar. Keluarga lagi berduka kita paksa mau ganti almarhum, sementara menurut saya belum mendesak.”

“Masih ada guru-guru lain yang bisa memfasilitasi KBM. Apalagi saat ini Covid-19 sehingga semua siswa dirumahkan dan metode KBM tatap muka diganti dengan Belajar Dari Rumah (BDR). Ini masih bisa dilakukan oleh guru-guru. Kan ada Wakasek-Wakasek. Karena proses pergantian Kepala Sekolah juga mesti diperhatikan agar sesuai mekanisme yang ada sehingga menghasilkan pemimpin berkualitas yang dapat memajukan pendidikan di kecamatan Kuatnana.” Tutupnya.

Penulis: Inyo Faot  

Pos terkait