Home / TTS

Beredar Vidio Viral Gubernur NTT Geram Dengan Bupati TTS, Ini Tanggapan Anggota DPRD TTS

- Redaksi

Jumat, 25 November 2022 - 03:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 33 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SoE, Salamtimor.com — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) geram kepada Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun.

Peristiwa ini terjadi saat gubernur VBL bersama rombongan melakukan kegiatan penanaman jagung program TJPS di Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS, pada Selasa (22/11/2022).

Kegeraman Gubernur VBL tersebut akibat laporan yang diterima dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS dan Bupati TTS yang berbeda soal luasan lahan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan Kepala Dinas kepada gubernur luasan lahan hanya 200 hektar. Sementara Bupati TTS melaporkan 2.000 hektar. Laporan inilah yang membuat sang gubernur menjadi geram.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, terlihat Gubernur Viktor sedang menelepon Bupati E.P. Tahun.

“Ini kepala dinas pertanian TTS berada di samping saya. Hanya 200 hektar saja, bagaimana Bupati bilang 2.000 hektar,” kata Viktor geram.

“Masa sih kamu (Bupati Egusem) lebih tahu teknisnya dari pada Kadis (Kepala Dinas)? Kau panggil Kadis tampar saja dia,” sambung Viktor.

Viktor menyebutkan, Kabupaten lainnya di NTT menyiapkan lahan mulai dari 5.000 hektar hingga 10.000 hektar.

Sedangkan Kabupaten TTS yang memiliki wilayah paling luas di antara Kabupaten lainnya di Pulau Timor, hanya menyiapkan 200 hektar lahan.

Viktor pun meminta Bupati TTS untuk mengalihkan anggaran daerah dan dana desa, agar fokus pada peningkatan produktivitas pertanian.

Pemerintah Provinsi, kata Gubernur, juga telah bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk membantu modal usaha hingga sampai proses penjualan.

Hal ini dilakukan untuk mendukung instruksi Presiden RI Joko Widodo dalam mengantisipasi terjadinya krisis pangan.

“Untuk TTS jangan hanya 2.000 tapi bikin 5.000 hektar. Saya tunggu informasi satu minggu dari sekarang,” tegas Viktor.

Tanggapan Anggota DPRD TTS

David I. Boimau, A.Md (Anggota DPRD Kab. TTS asal Fraksi Hanura)

Terkait video yang beredar tersebut, Anggota DPRD TTS dari Fraksi Partai Hanura, David I. Boimau, A.Md turut berkomentar.

“Menurut saya, statment pak Gubernur yang keras ini sebagai cambuk dan evaluasi bagi Bupati dan Kadis Pertanian untuk lebih fokus mengurus pertanian sebagai potensi unggulan dalam mengeluarkan masyarakat TTS dari kemiskinan,” kata David.

Lanjutnya, “Pak Gubernur pantas saja marah, karena TTS dengan KK miskin ektrem terbayak tetapi hanya mengalokasikan anggaran untuk ketahanan pangan jagung 2023 cuma 200 Ha. Pernyataan ini juga menjadi motivasi untuk ke depan tidak boleh membuat laporan-laporan Asal Bapak Senang (ABS),” tegas David.

Sambung David, “di akhir video sepertinya ada pernyataan bapak Bupati bahwa karena Dewan tidak menganggarkan sehingga pak Gubernur meminta untuk dinaikan ke 5.000 Ha,”

“Sejak dulu sampai sekarang DPRD tidak akan pernah potong uang yang untuk rakyat, sehingga kalau ada kajian dengan data-data rill dan terukur untuk kita dukung pengembangan jagung sesuai harapan pak Gubernur, maka tentunya kita dukung,”

“TTS butuh pemimpin yang bertindak cepat, tegas dan keras supaya bisa merubah pola pikir petani yang akhir-akhir ini cenderung lebih malas karena dimanjakan dengan bantuan-bantuan instan,” tutup David. (Redaksi STC)

Berita Terkait

IPS gelar Kegiatan Membangun Budaya Literasi Sains, Numerasi, dan Bahasa Inggris Melalui Game Bagi Siswa SD di Desa Kesetnana
Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno
Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA