BMKG Peringatkan Kemarau Panjang dan Kekeringan Akibat Kemunculan El Nino Tahun Ini

- Redaksi

Kamis, 2 Maret 2023 - 06:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Salamtimor.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas atau, fenomena naiknya atau pemanasan Suhu Muka Air Laut (El Nino) akan muncul pada semester II- 2023.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan mengatakan, ada peluang kemunculan El Nino di semester kedua dengan intensitas lemah.

“Hingga pertengahan tahun 2023 kondisi musim di Indonesia dalam keadaan normal, artinya La nina telah berakhir, El nino belum muncul. Pada semester II, ada peluang muncul El Nino dengan intensitas lemah,” kata Dodo pada, Kamis (2/3/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dodo memprediksi, kekuatan El Nino di tahun ini tidak akan separah pada tahun 2015 maupun 2019. “Diprediksi 2023 El Nino lemah, tidak separah 2015 ataupun 2019,” ujarnya.

Adapun dampak yang dikhawatirkan bilamana El Nino kuat muncul, menurutnya, adalah kemarau yang panjang dan mengakibatkan kekeringan di seluruh area pertanian dan hutan.

Dalam kondisi kering bila aktifitas pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar, akan sangat berisiko terjadi kebakaran yang luas dan tidak terkendali, apalagi di lahan gambut.

“Lesson learn 2015, jadikan informasi dari BMKG sebagai peringatan dini (Early Warning), misal peringatan akan terjadinya El Nino. Karena kalau digunakan sebagai peringatan dini, informasi tersebut akan menjadi langkah pencegahan (Early Action) oleh para pemangku kepentingan,” terangnya.

“Kalau sudah kadung kejadian, alias tidak memperhatikan early warning, maka terjadilah seperti 2015, dan penanggulangan yang sudah kadung terjadi jauh lebih sulit dari pada pencegahan. Dari pelajaran 2015 juga sekarang jabatan di TNI/POLRI jadi taruhan terkait Karhutla,” imbuh dia.

Sementara itu, upaya antisipasi El Nino yang dapat dilakukan pemerintah, lanjut dia, jangan ada gap antara early warning dengan early action. “Ini upaya pencegahan,” tuturnya.

Dalam konteks kebencanaan, katanya, ada kelompok pemerintah yang berada di hulu, yaitu pemberi Peringatan Dini, termasuk kelompok pemerintah di BMKG.

Ada juga kelompok pemerintah yang berada di sisi hilir, yaitu kelompok pemerintah yang meneruskan informasi peringatan dini untuk segera melakukan aksi dini agar bahaya dapat dicegah ataupun diminimalisir, termasuk BNPB dan pemerintah daerah.

Kelompok hulu biasa disebut juga sebagai sisi struktur, bagaimana membangun dan memberikan EWS dengan baik, dan kelompok hilir biasa disebut sebagai sisi kultur atau bagaimana membangun masyarakat waspada, sadar, dan tanggap bencana. (***)

Berita Terkait

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV
Pj. Gubernur NTT Bersama 3 Bupati dari NTT Raih Penghargaan IGA 2023
Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor
Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah
Diprediksi Bertahan Hingga Februari 2024, BMKG Ungkap Dampak El Nino
IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru