Home / TTS

Bupati TTS: Penutupan Sumber Mata Air Bonleu Akan Dibawa Ke Ranah Hukum, Ini Tanggapan Anggota DPRD TTS

- Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 14 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Bupati TTS, E.P. Tahun, ST

Keterangan Foto: Bupati TTS, E.P. Tahun, ST

SoE, SALAMTIMOR.COM – Masyarakat desa Bonleu kembali menutup mata air Bonleu dengan memutus pipa air tersebut pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 setelah melakukan ritual adat.

Penutupan tersebut diduga akibat kekecewaan masyarakat terhadap PEMDA dan DPRD TTS yang tak kunjung merealisasikan janji soal pembangunan ruas jalan Fatumnutu-Bonleu.

Mersepon tindakan masyarakat Bonleu tersebut, maka Bupati TTS, E.P. Tahun, ST ketika dikonfirmasi oleh media online Salamtimor.com melalui pesan WA menyampaikan bahwa, “Penutupan Air Bonleu menjadi kewenangan Polisi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditegaskan oleh Bupati Tahun bahwa penutupan sumber air tersebut, “Akan dibawa ke Ranah Hukum.”

Lebih lanjut ditanya mengenai apakah ruas jalan Fatumnutu-Bonleu akan dikerjakan saat in atau belum, maka Bupati Tahun menjawab, “Jalan dikerjakan atau tidak itu kewenangan Pemda dan harus memenuhi standar-standar Perencanaan yang ada dan bukan asal kerja”. Jelasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD TTS, David Boimau, A.Md saat dihubungi oleh Media ini menyampaikan bahwa, “tindakan penutupan kembali jaringan air dari Bonleu terlalu prematur dan tindakan berlebihan oleh masyarakat. Kalau bilang pengingkaran terhadap janji, sebenarnya tidak juga karena melalui APBD Perubahan 2021 sudah dialokasikan sebesar 3,7 Miliar lebih. Tetapi kemudian setelah mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran yang tidak memungkinkan, maka anggarannya dibatalkan.”

David Imanuel Boimau, A.Md (Anggota DPRD Kabupaten TTS asal Partai HANURA)

Lanjut Boimau, “Secara hitungan teknis, maka proses pelelangan membutuhkan waktu paling cepat 21 hari jika tidak ada sanggahan. Kemudian efektifitas kontrak kerja butuh 90 hari kalender. Nah, jika dibandingkan dengan sisa waktu pelaksanaan TA yang biasanya batas pencairan paling lambat tanggal 20 Desember, maka kemungkinan besar secara teknis pelaksanaan kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Fatumnutu-Bonleu bisa gagal pelaksanaan. Kalau gagal pelaksanaan, maka tidak bisa dianggarkan kembali pada APBD Induk TA 2022 dan itu akan terbawa terus sehingga kesepakatan kita dengan masyarakat tidak pernah terealisasi.” Tulisnya.

Sambung David, “Untuk itu, seharusnya masyarakat juga perlu tahu dan memahami situasi ini. Bagi kita, masyarakat atau siapa pun yang berasal dari Bonleu dan saat ini tinggal di luar hendaknya memberikan pemahaman kepada tokoh-tokoh adat dan masyarakat tentang teknis penganggarannya.”

“Harapan saya, sebaiknya DPRD dan Pemda turun untuk bertemu dengan masyarakat dan jelaskan baik-baik. Marwah kedua lembaga ini dipertaruhkan dan tidak mungkin diingkari. Kalau sampai 2022 dan tidak dianggarkan, maka saya juga akan menjadi bagian dari masyarakat Bonleu untuk menutup jaringan air ke Bonleu selamanya.” Ungkap politisi HANURA ini.

“Kalau apa sedikit tutup begini juga kurang beretika, karena membangun TTS butuh kerjasama dan dukungan para pihak. Ini pengalaman untuk kedepan pembangunan infrastruktur juga mempertimbangkan keseimbangan dan pemerataan berdasarkan wilayah kekuasaan swapraja Banam, Onam, Oenam.” Tutup Mantan Bakal Calon Bupati TTS 2019-2024 ini. (**red/ST)  

Berita Terkait

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi
Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia
Menguatkan Iman Generasi Muda di Soe Melalui Kebaktian Kebangunan Rohani
Disnakertrans TTS Sosialisasikan Jaminan Sosial Pekerja Bagi Pengusaha
PAD Kabupaten TTS Tak Capai Target, Berdampak Pada Pembangunan
Bawaslu TTS: Pengaruh Media dan Insan Pers Sangat Besar dan Strategis Dalam Pengawasan Partisipatif

Berita Terkait

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Senin, 18 September 2023 - 13:41 WITA

Jadi Irup Pada Upacara Peringatan Harhubnas dan Apel Kesadaran ASN Lingkup Pemprov NTT, Ini Pesan Pj. Gubernur NTT

Senin, 18 September 2023 - 02:38 WITA

Hadiri Peresmian TBI Motaain, Pj. Gubernur NTT Ayodhia: Wilayah Perbatasan Merupakan Halaman Depan Wajah NKRI

Kamis, 7 September 2023 - 09:23 WITA

Tiba di Kupang, Ayodhia Kalake Siap Melaksanakan Tugas Sebagai Pj. Gubernur NTT

Rabu, 6 September 2023 - 13:12 WITA

Tiba di Kupang Besok, Penjabat Gubernur NTT Minta Ketemu Tokoh Agama

Berita Terbaru