Home / TTS

Bupati TTS: Penutupan Sumber Mata Air Bonleu Akan Dibawa Ke Ranah Hukum, Ini Tanggapan Anggota DPRD TTS

- Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 47 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Bupati TTS, E.P. Tahun, ST

Keterangan Foto: Bupati TTS, E.P. Tahun, ST

SoE, SALAMTIMOR.COM – Masyarakat desa Bonleu kembali menutup mata air Bonleu dengan memutus pipa air tersebut pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 setelah melakukan ritual adat.

Penutupan tersebut diduga akibat kekecewaan masyarakat terhadap PEMDA dan DPRD TTS yang tak kunjung merealisasikan janji soal pembangunan ruas jalan Fatumnutu-Bonleu.

Mersepon tindakan masyarakat Bonleu tersebut, maka Bupati TTS, E.P. Tahun, ST ketika dikonfirmasi oleh media online Salamtimor.com melalui pesan WA menyampaikan bahwa, “Penutupan Air Bonleu menjadi kewenangan Polisi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditegaskan oleh Bupati Tahun bahwa penutupan sumber air tersebut, “Akan dibawa ke Ranah Hukum.”

Lebih lanjut ditanya mengenai apakah ruas jalan Fatumnutu-Bonleu akan dikerjakan saat in atau belum, maka Bupati Tahun menjawab, “Jalan dikerjakan atau tidak itu kewenangan Pemda dan harus memenuhi standar-standar Perencanaan yang ada dan bukan asal kerja”. Jelasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD TTS, David Boimau, A.Md saat dihubungi oleh Media ini menyampaikan bahwa, “tindakan penutupan kembali jaringan air dari Bonleu terlalu prematur dan tindakan berlebihan oleh masyarakat. Kalau bilang pengingkaran terhadap janji, sebenarnya tidak juga karena melalui APBD Perubahan 2021 sudah dialokasikan sebesar 3,7 Miliar lebih. Tetapi kemudian setelah mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran yang tidak memungkinkan, maka anggarannya dibatalkan.”

David Imanuel Boimau, A.Md (Anggota DPRD Kabupaten TTS asal Partai HANURA)

Lanjut Boimau, “Secara hitungan teknis, maka proses pelelangan membutuhkan waktu paling cepat 21 hari jika tidak ada sanggahan. Kemudian efektifitas kontrak kerja butuh 90 hari kalender. Nah, jika dibandingkan dengan sisa waktu pelaksanaan TA yang biasanya batas pencairan paling lambat tanggal 20 Desember, maka kemungkinan besar secara teknis pelaksanaan kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Fatumnutu-Bonleu bisa gagal pelaksanaan. Kalau gagal pelaksanaan, maka tidak bisa dianggarkan kembali pada APBD Induk TA 2022 dan itu akan terbawa terus sehingga kesepakatan kita dengan masyarakat tidak pernah terealisasi.” Tulisnya.

Sambung David, “Untuk itu, seharusnya masyarakat juga perlu tahu dan memahami situasi ini. Bagi kita, masyarakat atau siapa pun yang berasal dari Bonleu dan saat ini tinggal di luar hendaknya memberikan pemahaman kepada tokoh-tokoh adat dan masyarakat tentang teknis penganggarannya.”

“Harapan saya, sebaiknya DPRD dan Pemda turun untuk bertemu dengan masyarakat dan jelaskan baik-baik. Marwah kedua lembaga ini dipertaruhkan dan tidak mungkin diingkari. Kalau sampai 2022 dan tidak dianggarkan, maka saya juga akan menjadi bagian dari masyarakat Bonleu untuk menutup jaringan air ke Bonleu selamanya.” Ungkap politisi HANURA ini.

“Kalau apa sedikit tutup begini juga kurang beretika, karena membangun TTS butuh kerjasama dan dukungan para pihak. Ini pengalaman untuk kedepan pembangunan infrastruktur juga mempertimbangkan keseimbangan dan pemerataan berdasarkan wilayah kekuasaan swapraja Banam, Onam, Oenam.” Tutup Mantan Bakal Calon Bupati TTS 2019-2024 ini. (**red/ST)  

Berita Terkait

IPS gelar Kegiatan Membangun Budaya Literasi Sains, Numerasi, dan Bahasa Inggris Melalui Game Bagi Siswa SD di Desa Kesetnana
Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno
Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA