Cegah Stunting, YBKM Salurkan Makanan Tambahan Bagi 16 Anak Gizi Buruk di Puskesmas Siso

  • Whatsapp
YBKM menyalurkan bantuan berupa makanan tambahan bagi anak-anak stunting dan juga pakaian.

SoE, Salamtimor.com — Dalam rangka penanganan stunting di kabupaten TTS, Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM) turut serta dalam memberikan bantuan makanan tambahan kepada 16 anak di Puskesmas Siso pada, Jumat 07/10/22.

Pembagian makanan tambahan berupa beras, kacang hijau, susu formula, dan telur dari YBKM bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak Bawah Garis Merah (BGM) yakni, anak-anak dengan berat badan kurang menurut umur dibandingkan dengan standar.

Ketua YBKM, Erna Manafe, saat ditemui oleh media ini menyampaikan bahwa, “hari ini kami menyalurkan makanan tambahan dengan harapan bisa menurunkan angka stunting di Siso. Kita tahu bahwa TTS mencetak angka stunting tertinggi, maka dari itu kami berupaya agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang mencukupi,” tutur Erna.

Erna juga memberikan edukasi kepada orang tua agar cermat mengolah makanan dengan baik sehingga anak-anak mendapatkan input nutrisi yang seimbang. Dirinya menambahkan bahwa dua Minggu lagi akan kembali ke Siso untuk mengevaluasi BB (Berat Badan) anak- anak dengan harapan adanya peningkatan.

Pada kesempatan yang sama saat di temui oleh media ini, dr. Evan Mella, Kepala Puskesmas Siso menyampaikan terima kasih kepada YBKM yang telah membantu dalam penyaluran bantuan kepada anak-anak yang tergolong stunting.

“Harapannya sendiri agar anak-anak yang mengalami stunting khususnya di Mollo Selatan bisa mencapai BB normal. Memang untuk menurukan angka stunting tidak mudah. Kami juga membutuhkan kerja sama dari pihak lain agar stunting bisa di tangani,” tutur dr. Evan Mella.

dr. Evan juga menyampaikan kepada orang tua agar berperan penting dalam memberikan makanan sesuai dengan komposisi dan takaran yang ditentukan serta melarang memberikan cemilan, tetapi lebih banyak memberikan makanan berprotein dan tinggi karbohidrat.

Program YBKM ini merupakan bagian dari membantu Pemda dalam mempercepat penurunan angka stunting, karena yang kita tahu, secara nasional Kabupaten Timor Tengah Selatan menduduki puncak nomor satu untuk prevalensi stunting tertinggi.

Penulis: Wulan Fallo

Pos terkait