DUA PLT KEPALA SEKOLAH KECEWA LAPORAN TIDAK MENDAPAT KEPASTIAN, MINTA POLISI MENGAMANKAN SEKOLAH

  • Whatsapp
Pdt. Godlif Maunino, Pdt. Elfis L.Y. Lenamah, S.Th, Sinorance Neno (PLT Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat), dan Yermy Y. Ledoh, S.Th (PLT Kepala SMA Kristen Manek To). (Foto: ST, 14/03/2021)

SoE, SALAMTIMOR.COM – Pembukaan sepihak ruang Kepala Sekolah SMP Kristen 1 Amanuban Barat dan SMA Kristen Manek To Kuatnana oleh oknum yang tidak ada hubungan dengan sekolah atau diluar struktur sekolah berlanjut hingga ke pihak kepolisian.

Dua Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yakni Sinorance Neno, S.Pd (Plt. Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat) dan Yermy Y. Ledoh, S.Th (Plt. Kepala SMA Kristen Manek To Kuatnana) mendatangi Polres TTS untuk melaporkan hal tersebut pada hari Sabtu, 13/03/2021 di dampingi oleh Pdt. Godlif Maunino dan Pdt. Elfis L.Y. Lenamah, S.Th (Ketua dan Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana), Mejlis Jemaat dan beberapa guru, setelah berkoordinasi dengan Yapenkris Tois Neno, Ketua Majelis Klasis SoE Timur dan Majelis Sinode Harian GMIT.

Plt. Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat, Sinorance Neno kepada media Salamtimor.com menyampaikan terima kasih atas usaha mediasi yang di inisiasi oleh Polisi. Walaupun dirinya juga cukup kecewa karena tidak ada jaminan kepastian terhadap semua dokumen penting dan inventaris yang ada di dalam ruangan tersebut.

“Sebagai Plt. Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat yang diberikan SK untuk melaksanakan tugas merasa kecewa karena laporan yang kami ajukan kepada pihak berwajib tidak diberikan jawaban atau solusi yang pasti sehingga kami merasa kecewa dan tidak puas.” Sesal Neno.

Lanjutnya, “kami berharap agar pihak kepolisian mengambil langkah-langkah untuk mengamankan sekolah kami karena banyak dokumen yang ada di ruang Kepala Sekolah seperti ijazah, SKHUN, Surat Pelapasan Hak Atas Tanah, Surat Izin Operasional Sekolah, Laporan Pertanggungjawaban, Buku Tanda Terima Ijazah dan banyak inventaris lain yang ada dalam ruangan tersebut. Bahkan ijazah dari tahun 2006 ke atas, masih tersimpan dalam ruangan Kepala Sekolah yang belum dibagikan kepada siswa.” Urainya.

Dirinya berharap agar polisi dapat memasang police line pada ruangan Kepala Sekolah yang sudah terlanjur dibuka itu untuk kepastian keamanan semua dokumen yang tersimpan di dalam karena selama ini pihaknya tidak memegang kunci ruang Kepala Sekolah.

Pdt. Godlif Maunino, Pdt. Elfis L.Y. Lenamah, S.Th, Sinorance Neno (PLT Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat), dan Yermy Y. Ledoh, S.Th (PLT Kepala SMA Kristen Manek To) saat berada di ruangan SPKT Polres TTS (Foto: ST, 13/03/2021)

Sesuai kesepakatan bersama Majelis Sinode GMIT, maka ruangan Kepala Sekolah tersebut baru akan dibuka apabila dihadiri oleh Yapenkris Tois Neno, Ketua Klasis SoE Timur sebagai anggota Majelis Sinode ex oficio, Majelis Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana, kedua PLT Kepala Sekolah, pihak Kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menyaksikan pembukaan ruangan dimaksud yang nantinya dituangkan dalam Berita Acara.

“Sebagai penanggungjawab yang diberikan mandat untuk mengamankan aset-aset GMIT yang kami kelola, maka kami tidak bisa buka ruangan itu. Tapi sudah ada orang yang buka. Dari mana dia peroleh kunci? Yang buka juga bukan orang dalam struktur sekolah tapi orang dari luar yang tidak ada hubungan dengan sekolah-sekolah ini.” Tutup Sinorance.

Ruangan Kepala Sekolah yang dibuka sepihak oleh orang diluar struktur sekolah. (Foto: Sinorance Neno, Plt. Kepala SMP)

Ditempat yang sama, Yermi Y. Ledoh, S.Th, Plt. Kepala Sekolah SMA Kristen 1 Amanuban Barat juga mendukung agar ada kepastian pengamanan dokumen-dokumen penting sebagaimana yang disinggung oleh Plt. Kepala SMP Kristen 1 Amanuban Barat.

“Saya cuman satu, ada jaminan keamanan atas dokumen-dokumen negara dan asset-aset sekolah yang ada di dalam ruangan tersebut. Supaya diwaktu-waktu berikut ketika ada penyerahan kunci maka tidak ada pihak yang dikorbankan dan tidak ada pihak yang disalahkan. Karena banyak ijazah yang belum dibagikan. Sekitar ratusan ijazah SMA yang belum diambil. Itu yang saya tau.” Kata Ledoh.

Lanjutnya, “ada juga dokumen-dokumen pendukung sekolah yang ada diruangan itu. Ketika itu hilang, maka bagi saya akan membuat operasional sekolah secara administrasi sedikit terganggu. Apalagi tahun depan kami akan berhadapan dengan akreditasi yang mana dokumen-dokumen itu harus dilengkapi dan tidak bisa manipulasi data. Karena itu kami menipu Tuhan dan menipu Negara.”

Yermi juga mengatakan bahwa mulai Senin, setelah adanya kejadian ini, maka dirinya sebagai penanggungjawab di SMA, lebih memilih untuk pindah ruangan dari sekitar ruang guru dan ruang Kepala Sekolah. Kami hanya akan mengambil satu computer diruang guru dengan printer dan mungkin teman-teman mau ambil berkas-berkas yang ada di meja mereka untuk kami bawa ke salah satu ruangan yang kami pakai sebagai kantor sementara. Tutupnya.

Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP, Andre Librian, S.I.K saat dikonfirmasi melalui chat WhatsApp terkait permintaan kedua PLT Kepala Sekolah untuk mengamankan sekolah tersebut menjawab bahwa , “Baik, kami bantu untuk mengamankan sekolah tersebut.”

(Redaksi STC)

Pos terkait