Home / TTS

IAKN Kupang Akan Menggelar Seminar Dengan Tema “Moderasi Umat Bergama” Sebagai Upaya Meningkatkan Kerukunan Hidup Umat Beragama

- Redaksi

Kamis, 25 November 2021 - 12:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang

Keterangan Foto: Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang

SoE, SALAMTIMOR.COM – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bentuk pemenuhan tugas perkuliahan Filsafat Pancasila serta wujud perpanjangan tangan Pemerintah dalam mensosialisasikan Hidup Kerukunan Antar Umat Bergama di Tengah Masyarakat yang Majemuk ini, maka Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Mahasiswa Pendidikan Pasca Sarjana Kelas C, Semester I, Tahun 2021 akan menyelenggarakan Seminar dengan tema “Moderasi Umat Bergama” dan sub tema “Beda itu Katong, Katong Indonesia)”.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 November 2021 bertempat di SMTK Manekat Sei, Jln. CH Boimau, Desa Sei, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kegiatan seminar ini menghadirkan nara sumber diantaranya Bapak Dr. Hendrik A. E. Lao, M.Pd dan Bapak Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dosen Mata Kuliah Filsafat Pancasila IAKN Kupang, Dr. Lanny Koroh, M. Hum ketika dikonfirmasi oleh media online Salamtimor.com menyampaikan bahwa, ”Seminar yang akan dilaksanakan nanti merupakan kegiatan rutin yang diagendakan oleh pascasarjana IAKN Kupang.” Tulisnya melalui pesan WhatsApp.

“Lanjutnya, Seminar kali ini mengangkat tema besarnya Moderasi Umat Beragama, dan sub tema Beda itu Katong, Katong Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memupuk rasa toleransi secara nyata, bukan sebatas semboyan-semboyan.” Kata Dr. Lanny

Sambungnya, “sebagai akademisi mahasiswa pascarasjana sudah tentu mengaplikasikan kegiatan-kegiatan dalam ruang akademik. oleh karena itu kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat Desa Sei, pihak pemerintahan, dan guru-guru.” Tutup Dr. Lanny

Berdasarkan salinan gambaran umum kegiatan yang diperoleh media online Salamtimor.com, maka ada tiga tujuan utama yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan seminar ini.

Yang pertama, memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa itu perbedaan dan memberikan Penjelasan kepada masyarakat tentang perbeadaan (ras, suku/etnis, bahasa, agama, dan denominasi gereja) dan permasalah-permasalahan di dalamnya.”

Yang kedua, memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuaan dalam perbedaan (ras, suku/etnis, bahasa, agama, dan denominasi gereja)”

Yang ketiga, memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana Implikasi Praktis dalam membangun hubungan/hidup di tengah dan dengan masyarakat yang berbeda (Agama dan Denominasi Gereja).”

Kepala SMTK Manekat Sei, Charles R.S. Nabunome menyampaikan apresisai yang tinggi kepada pihak IAKN Kupang khususnya Mahasiswa Pendidikan Pasca Sarjana Kelas C, Semester I, Tahun 2021 yang telah memilih tempatnya menjadi tuan rumah seminar tersebut.

“Saya mengapresiasi pihak Kampus IAKN Kupang melalui Mahasiswa Pendidikan Pasca Sarjana Kelas C, Semester I, Tahun 2021 yang telah memilih sekolah kami menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan seminar ini.” Kata Charles

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bentuk penguatan kerukunan dan toleransi dalam kehidupaan beragama kita dan tentu menjadi salah satu indikator utama sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa.” Ucap Charles.

Lanjut Charles, ” Moderasi beragama adalah sebuah strategi merawat keharmonisan bangsa Indonesia. Founding father bangsa berhasil mewariskan empat pilar sebagai bentuk konsensus dalam berbangsa dan bernegara.”

“Empat pilar tersebut adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, yang telah berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya.” tutup Charles.. (RED/ST)

Berita Terkait

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru