INI TANGGAPAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TTS TERKAIT KLAIM-MENGKLAIM DUA YAYASAN TERHADAP SMP KRISTEN 1 AMANUBAN BARAT DAN SMA KRISTEN MANEK TO KUATNANA

  • Whatsapp
Edison Sipa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS.

SoE, SALAMTIMOR.COM – Polemik saling klaim Yayasan yang menaungi dua satuan pendidikan yakni SMP Kristen 1 Amanuban Barat (Tetaf) dan SMA Kristen Manek To Kuatnana (Tetaf) antara Yapenkris GMIT Tois Neno dan Yayasan Sonaf Pencerdasan Usif Napuleon Faot menuai beragam tanggapan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Edison Sipa ketika dimintai tanggapan terhadap persoalan klaim mengklaim tersebut menyatakan bahwa itu merupakan kewenangan Yayasan.

“Tetapi menyangkut asset yang ada di SMP Kristen 1 Amanuban Barat, pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan baik KBM, guru, siswa dan bantuan tidak saja bantuan tenaga guru, tapi memberikan bantuan berupa BOS, PIP dan pembangunan fasilitas gedung.” Ungkap Sipa

“Setelah gedung selesai dibangun maka langsung dihibahkan ke pihak Yayasan untuk dicatat sebagai asset Yayasan.” Jelasnya.

Sipa juga menyampaikan bahwa sambil menunggu kepastian kepengurusan dua Yayasan yang saling mengklaim, maka agar tidak menghambat proses KBM dan persiapan ujian agar berjalan dengan baik, kami telah menunjuk guru PNS yang ada di SMP Kristen 1 Amanuban Barat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah.

“Pelaksana Tugas Kepala Sekolah nantinya mengkoordinir KBM, mempersiapkan ujian dan mengurus Dana BOS dan PIP sambil menunggu kebijakan Yayasan.”

Disinggung menyangkut audit penggunaan dana BOS, Sipa mayampaikan bahwa “jika Yayasan membutuhkan pihak pengawas, maka bisa bersurat resmi untuk dilakukan pengawasan.” Tutup pejabat yang ramah ini. (redaksi stc) 

Pos terkait