Kapolri Tak Ragu Memecat Anggota Polri Yang Merusak Institusi Polri Dari Dalam

- Redaksi

Senin, 24 Januari 2022 - 14:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SALAMTIMOR.COM — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak ragu memecat ratusan anggota Polri yang merusak institusi Polri dari dalam.

Kapolri akan memecat ratusan anggota menyimpang demi menyelamatkan ratusan ribu anggota lainnya yang tulus bekerja.

Kapolri Jenderal Sigit awalnya menjelaskan hasil survei Indikator Politik Indonesia, di mana angka kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebesar 74% yang merupakan lembaga negara ketiga paling dipercaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini menurun dibanding survei pada November 2021 sebesar 80,2%, yang merupakan angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

“Penurunan ini dipicu oleh serangkaian pelanggaran personel dan pelayanan yang tidak professional. Tentunya berbagai fenomena ini harus kami perbaiki dengan progres yang konkret,” kata Jenderal Sigit dalam rapat kerja Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

“Untuk melakukan perbaikan dan bentuk komitmen kami berbenah, kami tegaskan sekali lagi bahwa Polri tidak ragu untuk memecat 30, 50, 500 anggota Polri yang merusak institusi dari dalam untuk menyelamatkan 400.000 lebih anggota Polri yang telah berbuat baik,” tegasnya disambut tepuk tangan anggota Komisi III.

Sejumlah survei, menurut Jenderal Sigit, menunjukkan bahwa kinerja Polri selama setahun masih mendapatkan apresiasi serta penilaian positif dari masyarakat. Namun Jenderal Sigit tidak berpuas diri karena masih banyak tantangan tugas ke depan yang harus diselesaikan.

“Sebagai organisasi modern yang responsif dan antisipatif, Polri berkomitmen untuk keluar dari zona nyaman untuk terus berubah dan melakukan perbaikan,” ucapnya.

Akhir tahun lalu, Polri pun mengadakan refleksi dengan mengundang sejumlah tokoh. Acara tersebut untuk menyerapkan masukan dari kalangan masyarakat.

“Pada akhir tahun 2021, Polri melakukan refleksi akhir tahun dan mengumpulkan tokoh-tokoh, akademisi, dan media untuk menyerap masukan dan koreksi dalam rangka perbaikan di tahun berikutnya,” imbuhnya. (***)

Sumber: detiknews.com

Berita Terkait

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV
Pj. Gubernur NTT Bersama 3 Bupati dari NTT Raih Penghargaan IGA 2023
Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor
Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah
Diprediksi Bertahan Hingga Februari 2024, BMKG Ungkap Dampak El Nino
IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru