Kasus KDRT di Desa Noemuke Mendapat Atensi Dari Polres TTS

- Redaksi

Kamis, 9 Juni 2022 - 10:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SoE, Salamtimor.com — Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di desa Noemuke pada Minggu, (5/6) dengan korban atas nama Adriana Susanti Aunisuni (35) telah resmi dilaporkan ke Polres TTS pada Rabu, 8/6/22.

Adriana datang dengan didampingi oleh petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS dan diterima oleh Anggota SPKT Polres TTS yang kemudian dibuatkan laporan dengan nomor: LP/B/177/VI/2022/SPKT.POLRESTTS.POLDA NTT.

Kapolres Timor Tengah Selatan yang dihubungi oleh media ini terkait laporan tersebut pada Kamis, 9/6 melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Helmy Wildan mengatakan kasus ini akan menjadi atensi Polres TTS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nanti kami atensi ya om,” tulis Helmy melalui pesan WhatsApp.

Ditanya tentang tindakan terhadap pelaku, Helmy menjawab agar bersabar karena akan segera diatensi.

“Mohon sabar ya om. Segera kami atensi, progresnya akan kami sampaikan,” tegas Helmy.

Sampai berita ini diturunkan, pelaku belum diamankan oleh pihak Kepolisian. Sementara informasi yang disampaikan oleh korban kepada media ini mengatakan bahwa pelaku (suami) sampai dengan saat ini berusaha mengejar korban untuk merampas anak-anak (3) orang, yang masih berusia dibawah 17 tahun.

Bukti Laporan Polisi atas kasus KDRT yang terjadi di desa Noemuke.

Kronologi Kejadian

Sebagaimana diketahui bahwa kekerasan tersebut dilakukan oleh suaminya, Ande Benu (38). Akibat kekerasan fisik yang diterima oleh korban, maka terdapat luka memar disekujur tubuh korban.

Kronologinya bermula saat pelaku, korban dan juga anak-anak mengikuti kegiatan pengerjaan Tugu Air di rumah kepala RT pada Sabtu, (4/6/22). Usai acara malam itu, pelaku minta kunci rumah ke korban untuk kembali lebih dulu, sedangkan korban dan anak-anak masih bantu membereskan peralatan dapur yang dipakai hingga larut malam.

Berhubung sudah malam dan anak-anak sudah tidur, maka korban memutuskan besok pagi baru kembali ke rumah bersama anak-anak. Keesokan harinya (Minggu, 05/06/2022) korban balik kerumah disambut tindakan kekerasan fisik terhadap korban dan salah satu anak yaitu Nova (11).

Korban sendiri tidak bisa melaporkan kasus tersebut secara langsung dan hanya bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui handpone mengingat pelaku (suami korban) terus mengurungnya dalam rumah serta mengancam akan membunuh korban. Bahkan pelaku sempat melarang beberapa ojek untuk mengantar korban ke SoE.

Atas peristiwa ini, maka korban melalui keluarga telah melaporkan kasus kekerasan ini ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS pada Senin, 6/6/2022.

Setelah menerima laporan keluarga, maka Dinas P3A yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PPA, Andy Kalumbang, S.IP, menjemput korban di desa Noemuke pada Selasa( 7/6/22) dan dibawa ke SoE agar diproses lebih lanjut.

Penulis: Wulan Fallo

Berita Terkait

Ragam Komentar Netizen Soal Vidio Viral Opa Ambon dan Wanita Muda
Vidio Hotnya Viral di Medsos, Polisi Tetapkan Opa Ambon Sebagai Tersangka
Dapat Ancaman Foto atau Video Pribadi Akan Disebar? Segera Lakukan Ini!
Ini Alasan Tersangka AP Ancam Sebarkan Foto & Vidio Ria Ricis
Sebar Foto Istri Tetangga tanpa Busana, Pria di Lampung Timur Ditangkap
Beredar Foto Syur Mirip ET di Facebook, Kepala BKPSDM TTS Mengaku Sudah BAP Bersangkutan
AP Retas Ponsel Milik Ria Ricis Untuk Melakukan Pengancaman dan Pemerasan
Polisi Temukan Unsur Pidana Kasus Ancaman & Pemerasan Terhadap Ria Ricis

Berita Terkait

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:47 WITA

Klaim Punya Program Tingkatkan PAD TTS, Epy Tahun: Saya Tidak Buka, Takut Diadopsi Calon Lain

Selasa, 7 Mei 2024 - 22:16 WITA

Daftar Sebagai Balon Bupati TTS, Amos Lafu Tawarkan Program Satu Rumah Satu Sarjana

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 18:58 WITA

IMO-Indonesia Ajak Media Masifkan Peran Pers Dalam Mengawal Isu Elektoral Pemilu 2024

Senin, 25 September 2023 - 15:06 WITA

Resmi! Kaesang Pangarep Jabat Ketua Umum PSI Periode 2023-2028

Sabtu, 22 Juli 2023 - 05:59 WITA

Banyak Aktifis 98 Mulai Merapat ke Prabowo, Fahri Hamzah: Inilah Waktu Yang Tepat Prabowo Memimpin Konsolidasi dan Persatuan

Rabu, 5 Juli 2023 - 09:58 WITA

RUU Desa Disahkan Dalam Waktu Dekat, Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun Untuk Dua Periode

Selasa, 20 Juni 2023 - 12:13 WITA

Cegah Pelanggaran Pemilu, Mahfud MD Minta Gencarkan Partisipasi Masyarakat

Kamis, 15 Juni 2023 - 10:13 WITA

Tok!! MK Putuskan Sistem Pemilu 2024 Tetap Proporsional Terbuka

Berita Terbaru

NTT

Penjelasan dan Prediksi BMKG Tentang Suhu Dingin di NTT

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:16 WITA