Home / NTT

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

- Redaksi

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Jhoel Kikhau Editor : Jhoel Kikhau Dibaca 43 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT, Salamtimor.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia menerapkan inovasi Wolbachia untuk mengatasi penyakit demam berdarah Dengue (DBD). Jumlah kasus DBD akan meningkat terutama di musim hujan.

Merujuk data BPS Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 3.376 kasus DBD terjadi di provinsi tersebut sepanjang tahun 2022. Terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.543 kasus DBD.

Kemenkas pada tahun ini mulai menerapkan inovasi Wolbachia yang sudah diteliti sejak tahun 2011. Penelitian dilakukan oleh World Mosquito Program (WMP) dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil penelitian tersebut ditindaklanjuti dengan uji coba di Yogyakarta pada tahun 2022 lalu. Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr. Riris Andono Ahmad MPH, Ph.D menjelaskan, hasil uji coba tersebut terbukti efektif.

“Hasilnya, di lokasi yang telah disebar wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77%, disamping menurunkan kebutuhan rawat inap pasien dengue di rumah sakit sebesar 86%.” jelas dr. Riris dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.

Dalam rilis Kemenkes pada Sabtu (18/11/2023) menjelaskan, Wolbachia berperan dalam memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. Akibatnya, nyamuk yang mengandung wolbachia tidak mampu lagi menularkan virus dangue ketika menghisap darah orang yang terinfeksi dangue.

Wolbachia yang berada dalam telur nyamuk, akan menurunkan bakteri dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dampak dari perlindungan ini bersifat berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana baik nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Tujuannya agar nyamuk betina kawin dengan nyamuk setempat dan menghasilkan anak-anak nyamuk yang mengandung wolbachia. Pada akhirnya, hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia.

Beberapa negara sudah lebih dulu menerapkan teknologi ini. Negara tersebut antara lain Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, dan Sri Lanka.

Sumber Berita : Kemenkes RI

Berita Terkait

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV
Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor
IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III
Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan
Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang
Jadi Irup Pada Upacara Peringatan Harhubnas dan Apel Kesadaran ASN Lingkup Pemprov NTT, Ini Pesan Pj. Gubernur NTT

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru