Ketua Araksi Segera Disidangkan, Jaksa Beber Sejumlah Fakta Baru

- Redaksi

Senin, 6 Maret 2023 - 02:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Salamtimor.com – Ketua Umum Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Nusa Tenggara Timur, Alfred Baun, SH., segera diseret ke kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang.

Ketua PN Kupang Wari Juniati, S.H., M.H., telah menetapkan sidang perdana perkara ini akan digelar pada Selasa (14/3/2023) mendatang, dengan menunjuk Sarlota Marselina Suek, S.H., sebagai Ketua Majelis Hakim.

Sidang akan digelar pada pukul 09.00 Wita dengan agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk persidangan ini, Alfred Baun telah dipindahkan penahanannya dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu ke Rutan Kelas IIB Kupang sejak Selasa (28/2/2023).

Pada Senin (27/2/2023) sekira pukul 17.00 Wita dilakukan pengiriman atau peralihan Alfred Baun dari Rutan Kefamenanu menuju Rutan Klas II B Kupang.

Pengiriman tahanan dikawal oleh S. Hendrik Tiip, S.H., selaku Kasi Intelijen, didampingi I Gusti Bagus Yudha Bagaskara selaku Staf Intelijen, dan Indrajit Perkasa, S.H., selaku Staf Pidsus Kejari TTU.

Proses pengalihan tahanan sempat tersendat di lokasi longsor di wilayah Takari pada pukul 19.30 Wita – pukul 22.47 Wita di akibatkan banyaknya pengemudi yang meminta dilakukan pengawalan keluar dari titik antrean sekitar longsoran, serta banyaknya kendaraan eksepdisi barang yang memadati jalur utama, termasuk ketegangan antara petugas dan pengemudi.

Tim Kejaksaan yang membawa Alfred Baun baru tiba di Kupang sekira pukul 00.30 Wita. Alfred pun tidak bisa langsung dititipkan di Rutan Kupang karena sudah larut malam.

Alfred kemudian dititipkan dalam ruang tahanan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, dan baru dialihkan ke Rutan Kelas IIB Kupang pada (28/2/2022) sekira pukul 08.00 Wita.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum ARAKSI Nusa Tenggara Timur, Alfred Baun, SH., segera diadili sebagai terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu tindak pidana korupsi, padahal mengetahui bahwa  itu tidak dilakukan.

Perkara ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang pada Kamis (2/3/2023) sekira pukul 14.30 Wita.

Pelimpahan berkas perkara dan barang bukti terdakwa Alfred Baun, dilakukan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Timor Tengah Utara Andrew P. Keya, SH., selaku Penuntut Umum, dan diterima langsung oleh Nikson Koen selaku petugas PTSP Pengadilan Negeri Kupang.

Pelimpahan berkas perkara dan barang bukti tersebut dilakukan berdasarkan Surat Pelimpahan Kepala Kejaksaan Negeri TTU Nomor: B-249/N.3.12/Ft.1/03/2023 tanggal 2 Maret 2023.

Kepala Seksi Pidana Khusus Andrew Keya, SH., yang dikonfirmasi awak media ini, membenarkan.

“Barang bukti yang dilimpah berjumlah 42 item yang terdiri 1 unit laptop, 5 unit HP, uang tunai Rp10 juta serta sejumlah dokumen penting lainnya,” kata Andrew Keya.

Alfred Baun didakwa melakukan Tindak Pidana Korupsi Memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu tindak pidana korupsi, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, sebagaimana diatur dalam Pasal 23 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jaksa Beber Fakta Baru

Sebelumnya, Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH., membeberkan sejumlah fakta baru yang diungkap penyidik dari hasil analisa terhadap sejumlah barang bukti yang telah disita. Salah satu yang diungkap jaksa dari hasil pemeriksaan data-data elektronik pada handphone milik Alfred Baun dan sejumlah saksi lainnya.

Ada lima buah handphone yang telah diperiksa dan dianalisa penyidik. Hasilnya, penyidik menemukan adanya bukti elektronik tentang aliran dana ke Alfred Baun dengan nilai yang cukup fantastis.

Akumulasi sementara penyidik, total dana yang mengalir ke Alfred Baun selama tahun 2021-2023 mencapai miliaran rupiah.

Bahkan, ada dana senilai Rp300 juta yang sudah berhasil terkonfirmasi berasal dari seorang pengusaha ternama di NTT.

Menurut Kajari Roberth, terkait aliran uang ke Alfred Baun, dari hasil analisasi terhadap bukti-bukti elektronik yang diperoleh dari handphone tersangka dan para saksi, pihaknya telah membagi dalam tiga kategori, yaitu aliran dana yang diterima Alfred dari sejumlah oknum pengusaha atas dugaan tindak pemerasan, dengan modus mengancam dan akan melaporkan yang bersangkutan ke Kejaksaan dan KPK, sama seperti dengan perkara pokok yang sedang ditangani penyidik Kejari TTU.

Kemudian, aliran dana yang diduga berasal dari oknum pengusaha yang diduga memperalat Alfred Baun untuk kepentingan tertentu.

Dan kategori ketiga, yaitu aliran dana yang diduga mengalir dari sejumlah pihak yang mempercayakan Alfred untuk membantu meloloskan anak-anaknya masuk menjadi anggota TNI.

“Ternyata, dari bukti percakapan itu, kami menemukan fakta lain bahwa Alfred juga ternyata menjadi calo untuk membantu memasukan anak-anak oknum tertentu menjadi anggota TNI. Untuk hal ini, saya akan berkoordinasi dengan pihak Kodim TTU,” kata Kajari Roberth.

Dari hasil analisis terhadap bukti elektronik, penyidik juga mengetahui bahwa Alfred Baun pernah menerima sejumlah uang dari oknum pejabat yang saat itu sudah ditetapkan Kejaksaan sebagai tersangka korupsi di TTS.

Alfred Baun saat itu menjanjikan akan membantu meloloskan yang bersangkutan dari jeratan hukum, namun faktanya pejabat tersebut terus diproses hukum hingga menjalani pidana di Lapas.

Roberth menambahkan, untuk menelusuri aliran dana ke Alfred Baun, pihaknya juga telah meminta bantuan ke PPATK.

“Yang pasti, dalam waktu dekat kami segera melimpahkan berkas perkara Alfred Baun ke Pengadilan Tipikor Kupang,” imbuh Kajari Roberth.

Sementara itu, Roberth juga mengaku segera menerbitkan surat perintah penyelidikan (Sprinlid) baru untuk mendalami aliran uang dari para pihak ke Alfred Baun.

“Apabila nanti dari hasil penyelidikan, merupakan tindak pidana korupsi, maka akan ditindak lanjuti dengan penyidikan oleh Kejaksaan hingga tuntas. Dan jika ternyata itu merupakan pidana umum, kami akan segera koordinasi dengan penyidik Kepolisian,” terang Roberth.

Masih menurut Kajari TTU, Alfred Baun juga diduga telah menyalahgunakan pengaruhnya sebagai aktivis anti korupsi, sehingga banyak pihak yang kemudian memperalatnya untuk maksud tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. (***)

Berita Terkait

Minimalisir Kenderaan Tanpa Pajak, Pemprov NTT Luncurkan Razia Tilang Samsat
Brutal! Kronologi Lengkap Ronald Tannur Aniaya Andini Hingga Tewas
LPPM Undana Bekerjasama Dengan GMIT Sion Oepura Gelar Sosialisasi Human Trafficking dan Pelatihan Aksesoris Dari Tenun
Gubernur VBL Lantik Fahrensy Funay Jadi Penjabat Walikota Kupang
Kadis DLHK Akui Taman-Taman di Kota Kupang Perlu Perawatan
Gandeng dr. Christian Widodo, Komunitas Wartawan NKRI NTT Gelar Pengobatan Gratis
Tetapkan 5 Orang Tersangka Kasus RSP Boking, Kapolda NTT: Ini Kasus Korupsi Besar Yang Kami Ungkap
Sebut Pihak Swasta Kembalikan Rp.27 Miliar Terkait Korupsi BTS 4G Kominfo, Maqdir Ismail Dipanggil Kejagung

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru