Ketua Majelis Klasis GMIT SoE Timur, Mengunjungi Para Pasien Terduga Keracunan Makanan Di Tetaf

  • Whatsapp
Ketua Majelis Klasis SoE Timur (Pdt. Lebrik E.K.O. Toy, S.Th), memberi arahan dan mendoakan para pasien terduga keracunan makanan saat HUT Anak GMIT ke-20 di Jemaat Imanuel Kuatnana - Tetaf

SoE, SALAMTIMOR.COM. Pagi ini, Rabu 18 November 2020, Ketua Majelis Klasis SoE Timur, Pdt. Lebrik E.K.O. Toy, S.Th mengunjungi para pasien yang di duga keracunan makanan saat menghadiri kegiatan HUT Anak GMIT ke-20 di jemaat Imanuel Kuatnana.

Sebelum di doakan, terlebih dulu Ketua Klasis SoE Timur menyampaikan profisiat dan apresiasi yang tulus kepada para medis Puskesmas Tetaf, Pemerintah Desa Tetaf dan Majelis Gereja Imanuel Kuatnana yang sigap menangani kondisi ini sehingga situasi bisa di netralkan.

“Sebagai penanggungjawab gereja dalam Klasis SoE Timur dan kebetulan kejadiannya saat momentum hari raya gerejawi, maka saya menyampaikan profisiat dan apresiasi yang tulus tak terhingga atas kesigapan Puskesmas Tetaf, Pemerintah Desa Tetaf dan Majelis Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana yang menolong anak-anak Tuhan yang mengalami kondisi yang tidak kita harapkan ini.”

Lanjutnya, “Kita terus memohon dan berdoa agar Tuhan memberi kita hikmat dan kekuatan terutama kepada para pasien dan tim medis yang menangani, untuk mengatasi situasi ini sampai semua pasien tertolong. Marilah kita menaruh harap dan meyakini bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan melalui tangan para medis yang ada.”

Ketua Klasis juga menghimbau kepada pihak keluarga yang terkena musibah tersebut dan Pengurus PAR serta PPA Imanuel Kuatnana untuk tidak saling menyalahkan atas peristiwa ini. Tapi saling menopang untuk kesembuhan semua umat Tuhan yang terkena musibah ini. Juga dalam penyampaian informasi agar lebih berhati-hati. Biarkan pihak berwenang dalam hal ini tim medis yang mengeluarkan statmen atau informasi agar tidak terjadi atau tercipta kepanikan di luar sana.

“Saya mengajak kita semua untuk tidak saling menyalahkan, namun marilah kita saling menopang, berefleksi dan mendoakan karena semua peristiwa yang di alami ada dalam rencana Tuhan. Kita percayakan tim medis untuk menangani para pasien. Saya juga berharap agar kita menahan diri dalam berstatmen atau mengeluarkan informasi melalui media sosial. Biarkan semua tim medis yang berkomentar agar tidak menciptakan kepanikan dan kehebohan yang berlebihan di luar sana” Tutupnya.

Kepala Puskesmas Tetaf, Alfred Benu, S.Kep menyatakan bahwa hingga pagi ini pasien yang terdaftar dan mendapat penanganan berjumlah 177 orang, baik yang bergejala maupun tidak bergejala. Sementara yang infus tersisa 17 orang dan di harapkan siang ini sudah bisa pulang.

“Sampai pagi ini, total pasien yang ditangani berjumlah 177 orang. Itu sudah termasuk yang tidak bergejala tapi ikut mengkonsumsi makanan saat kegiatan HUT Anak GMIT tersebut.”

Lanjutnya, “Yang infus tersisa 17 orang dan diharapkan siang ini sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. Tapi tetap akan kami awasi dan Tim Puskesmas akan terus melakukan penyisiran sehingga memastikan kondisi para peserta kegiatan HUT Anak GMIT di jemaat Imanuel Kuatnana semua aman.” Tutup Benu.

Sementara itu, Dokter yang bertugas dan menangani para pasien tersebut menyatakan bahwa ke 17 orang yang sementara di infus, sudah bisa pulang ke rumah masing-masing setelah infus habis. Namun jika masih merasakan gejala maka akan tetap di rawat di Posko ini sampai keadaan pasien benar-benar pulih.

Pantauan media ini, para pasien di pindahkan dari Puskesmas Tetaf sejak semalam ke Kantor Desa Tetaf sebagai Posko penanganan yang dilengkapi fasilitas seperti tempat tidur, air dan kain panas dari BPBD Kabupaten TTS.

Kondisi atau situasi terkendali dan tidak ada yang dirujuk ke RSUD SoE. Semua di tangani oleh Puskesmas Tetaf di bantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten TTS. (Tim)

Pos terkait