KETUA YAPENKRIS GMIT TOIS NENO, MENGANGKAT EMPAT KEPALA SEKOLAH UNTUK SEKOLAH-SEKOLAH GMIT YANG ADA DI KUATNANA

  • Whatsapp
Perhadapan Kepala SMPTK dan SMTK Pieter Midelkop Kuatnana, Plt. Kepala Sekolah SMP Kristen 1 Amanuban Barat dan Plt. Kepala SMA Kristen Manek To Kuatnana (GMIT Imanuel Kuatnana 28/02/2021)

SoE, SALAMTIMOR.COM – Setelah terjadi kevakuman Kepala Sekolah di SMP Kristen 1 Amanuban Barat (Tetaf) dan SMA Kristen Manek To Kuatnana (Tetaf) akibat meninggalnya mendiang Semuel Laoe, SH pada tanggal 26/01/2021 lalu, maka Yayasan Pendidikan Kristen (YAPENKRIS) Tois Neno merespon cepat mengisi kevakuman tersebut dengan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah pada 2 (dua) unit satuan Pendidikan dimaksud demi menunjang aktifitas belajar mengajar dikedua satuan pendidikan tersebut.

Pada saat yang bersamaan pula, dilakukan perpanjangan masa jabatan Kepala Sekolah SMPTK dan SMTK Pieter Miedelkop (Tetaf) mengingat kedua Kepala Sekolah tersebut juga telah habis masa jabatannya.

Kegiatan dimaksud (pembacaan SK Pengangkatan, pengucapan janji dan perhadapan Kepala Sekolah serta penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan) berlangsung dalam ibadah Minggu (28/02) di jemaat GMIT Imanuel Kuatanana, dipimpin oleh Pdt. Eben D. Telnoni, S.Th (Ketua Pembina YAPENKRIS Tois Neno) dibawah pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat oleh Majelis Jemaat setempat.

Hadir dalam acara Serah Terima Jabatan Kedua Kepala Sekolah Definitif dan kedua Pelaksana Tugas Kepala Sekolah tersebut antara lain; Ketua Majelis Klasis SoE (Pdt. Eben D. Telnoni, S.Th), Ketua Majelis Klasis SoE Timur (Pdt. Lebrik E.K.O. Toy, S.Th), Ketua YAPENKRIS Tois Neno, (Marthinus H. Banunaek, BA), Sekretaris YAPENKRIS Tois Neno (Benyamin Ataupah, BA, SE), Koordinator Pengawas SMA/SMK Kabupaten TTS, (Drs. Ngelu Njudang), dan Pengawas Binaan SMP Kristen 1 Amanuban Barat (Dra. Debora O. Daniel).

Adapun Kepala Sekolah yang diangkat untuk memimpin keempat satuan pendidikan Kristen GMIT diwilayah Kuatnana (khususnya desa Tetaf) tersebut antara lain; Kepala Sekolah SMPTK Pieter Midelkop atas nama Felipus Benmetan, S.Pd, Kepala Sekolah SMTK Pieter Midelkop atas nama Semerli G.M. Selan, S.Pd, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMP Kristen 1 Amanuban Barat atas nama Sinorance Neno, S.Pd, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMA Kristen Manek To Kuatnana atas nama Yermy Yakob Ledoh, S.Th.

Dalam sambutannya, Drs. Ngelu Njudang selaku Koordinator Pengawas SMA/SMK Kabupaten TTS menyampaikan bahwa, “Kepala Sekolah yang diangkat tersebut, baik definitive maupun pelaksana tugas harus mampu mengimplementasikan visi dan misi GMIT. Kepemimpinan harus berdasar pada Alkitab. Karena Alkitab mencatat banyak sekali model-model kepemimpinan.”

Lanjutnya, “Tugas Kepala Sekolah adalah mengelola segala sumber daya sekolah. Sumber daya dimaksud meliputi: Guru, Siswa dan Aset.” Tutupnya.

Sementara itu, Ketua YAPENKRIS GMIT Tois Neno, Marthinus H. Banunaek, BA menyampaikan dalam sambutannya bahwa, “Kegiatan Sertijab Kepala Sekolah dalam YAPENKRIS seperti ini (didalam gereja) baru terjadi dua kali. Yakni di desa Nenas dan hari ini di Kuatnana (desa Tetaf). Punya masalah yang sama, yakni melupakan jasa orang-orang besar yang telah mengorbankan dan mempersembahkan apa yang ada pada mereka. Di Nenas, dua orang pasangan suami isteri asal Irlandia yang mendirikan sekolah disana. Disini (Tetaf) Bapak Napuleon Faot telah berkorban untuk memberikan tanah yang begitu luas bagi kemajuan pelayanan dan pendidikan Kristen ditempat ini. Kami mengajak kita untuk tidak melupakan jasa-jasa mereka.”

Lanjutnya, “Kompleks ini (kompleks pendidikan GMIT Kuatnana) merupakan kompleks pendidikan GMIT terbesar dan terlengkap di TTS. Mulai dari TK, SD GMIT, SMA Kristen, SMP Kristen, SMPTK dan SMTK semua ada disini. Kita berharap agar suatu saat nanti ada Perguruan Tinggi.”

Sambung Banunaek, “Kalau di Nenas, kita hanya kebaktian dan kemudian serahkan SK lalu selesai. Tapi hari ini, disini, terjadi sesuatu yang baru. Yakni para pemimpin di Sekolah-Sekolah GMIT, diperhadapkan dalam kebaktian serta mengucapkan janji dihadapan jemaat. Saya akan sampaikan kepada Majelis Sinode GMIT agar hal seperti ini (perhadapan dan pengucapan janji Kepala Sekolah dilakukan dalam kebaktian Minggu di gereja) diberlakukan untuk semua sekolah-sekolah GMIT. Karena inilah yang berkenan kepada Tuhan. Silahkan para Kepala Sekolah bekerja dengan tulus, sesuai janji yang telah diikrarkan kepada Tuhan dan dihadapan jemaat-Nya.” Tutupnya.

Ketua Majelis Klasis SoE Timur, Pdt. Lebrik E.K.O. Toy, S.Th dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa, “Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebagai bagian dari misi Allah di dunia memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam penatalayanan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Yayasan Pendididikan Kristen (YAPENKRIS) GMIT adalah badan penyelenggara pendidikan milik GMIT yang menyelenggarakan satuan pendidikan pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan.”

Lanjut Pendeta Toy, “Dengan demikian, maka YAPENKRIS dan Sekolah Kristen tidak dapat dipisahkan dari gereja. Walaupun berada dalam medan layan yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.”

Sambungnya, “Untuk itu, maka para Kepala Sekolah yang hari ini diperhadapkan dan mengucapkan janji, gunakanlah kepercayaan ini untuk mengerjakan segala sesuatu dengan tulus dan dengan segenap hati. Peliharalah semua asset GMIT untuk ditatakelola sesuai dengan visi dan misi GMIT dibidang pendidikan. Ujian sudah diambang pintu, persiapkanlah anak-anak kita dalam menyongsong ujian agar berhasil dengan baik demi hormat dan kemuliaan nama Kristus.” Tutupnya.

Dalam khotbahnya, Pdt. Eben D. Telnoni, S.Th manyampaikan bahwa, “motivasi melakukan kasih kepada sesama, bukan untuk mendapatkan sesuatu. Tetapi tuluslah dalam menyatakan kasih. Kasih yang kita berikan itu, harus dipastikan manfaatnya bagi yang akan menerimanya.”

Lanjutnya, “menjadi guru adalah panggilan. Tetapi menduduki jabatan Kepala Sekolah adalah kepercayaan. Mengabdi dan melayani dibidang pendidikan dengan tulus. Karena motivasi yang tulus menyukakan hati Tuhan.” Tutup Ketua Majelis Klasis SoE tersebut.

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait