KOMISI IV DPRD TTS TEMUKAN FASILITAS TIDAK LAYAK BAGI PARA NAKES DI TEMPAT KARANTINA TERPADU

  • Whatsapp
Kondisi ruangan para Nakes ditempat karantina terpadu.

SoE, SALAMTIMOR.COM — Saat kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatan sebagai penunjuang utama dalam menghadapi pandemi Covid-19 oleh Komisi IV DPRD TTS  (23/3/2021), ada sejumlah pegaduan dari petugas Nakes tentang  standar pelayanan yang minim.

Ditemukan 14 orang Nakes yang bertugas di lokasi karantina terpadu menginap di tempat yang dinilai tidak layak dan sangat beresiko karena persoalan fasilitas yang minim sehingga menurut mereka ini diluar standar pelayanan penanganan Covid-19.

Para Nakes yang terdiri dari 8 orang perempuan dan 6 orang laki-laki saat di temui Komisi IV DPRD TTS menyampaikan kondisi tempat mereka nginap sebenarnya tidak layak.

“Kalau berdasarkan pengamatan dan SOP itu tidak layak untuk gabung laki-laki dan perempuan dan satu orang harus satu kamar.” ujar Kristian Lette, Nakes dari Rumah Sakit Pratama Boking.

Saat beristerahat maka harus menyekat ruangan terlebih dahulu karena tidak cukup ruangan lagi sehingga mereka digabung dengan para Nakes perempuan. “Disini kan ruang kelas, jadi kita sekat bagi dua untuk tidur,” jelasnya.

Namun karena tanggungjawab yang mereka emban berhubungan dengan keselamatan orang lain (pasien), maka mereka tetap bertahan demi merawat warga yang sedang menjalani karantina.

Kristian mengisahkan, saat awal Ia  bertugas, waktu itu mereka sempat menginap di tenda yang dibangun oleh BPBD selama satu Minggu sebab petugas sebelumnya masih menempati ruangan penginapan.

Tidak saja dengan kurangnya rungan penginapan untuk para Nakes, kamar mandi bagi pasien yang sedang karantina juga menjadi salah satu hal yang dinilai tidak layak. Pasalnya, kamar mandi itu berada diluar ruangan, dan berbahaya sekali dimalam hari apabila para nakes perempuan yang bertugas.

“Kita laki-laki disini dua orang saja. Kalau malam hari dan yang bertugas teman-teman nona, itu sangat berbahaya. Karena kamar mandinya ada diluar ruangan. Aturannya, kamar mandi itu harus dalam ruangan,” kata Kristian.

“Kita disini banyak orang. Pemakaian air’pun banyak. Habis jaga itu kita harus langsung cuci pakaian dan mandi. Kalau air tidak ada, kami kesulitan,” jelas Rian, Nakes dari Puskesmas Polen.

Ia menambahkan bahwa selama ini air yang digunakan dari PDAM SoE, namun tidak lancar. Untuk mengatasi itu, pihak BPBD biasanya mengisi air tangki.

“Biasanya dari BPBD isi air tangki, tapi jarang juga.” jelasnya.

Marten Tualaka, SH, M.Si, Ketua DPC Partai HANURA Kab. TTS dan Ketua Komisi IV DPRD TTS

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualaka, SH, M.Si saat mendengar keluhan para Nakes , Ia mengatakan bahwa seharusnya dari awal para Nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19 diberikan perlakuan khusus.

“Harusnya dari awal mereka ini tinggal di hotel, sehingga setalah bertugas, mereka tidak repot lagi mengurus diri seperti mencuci pakaian.” ujar Marten.

Lanjut Marten, “para Nakes harus diperhatikan makanan dan minuman mereka. Harus tepat waktu. Sebab tugas yang mereka lakukan ini sangat beresiko.” Tegas Marten

“Yang harus diutamakan itu keamanan dan kenyamanan mereka selama bertugas,” jelasnya.

Ketua Komisi IV ini juga mengapresiasi loyalitas dan dedikasi para Nakes atas kerja mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan  Covid-19.

Komisi IV DPRD TTS pada kesempatan itu menanyakan terkait insentif yang diterima oleh para Nakes, sebab mereka melakukan tugas ditempat yang beresiko.

Jawaban yang diperoleh, insentif baru dibayarkan sampai bulan Agustus 2020. Terhitung bulan September 2020 hingga Maret 2021, mereka belum mendapatkan insentif.

“Hal-hal ini tentunya akan kami bawa dalam rapat bersama Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di TTS sehingga kesejahteraan para Nakes benar-benar diperhatikan dan diprioritaskan.” pungkas Mantan Calon Wakil Bupati TTS 2014-2019 ini.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut Sekretaris Komisi IV, Habel Hoti dan sejumlah anggota Komisi IV yang ikut meninjau ruangan yang digunakan oleh para Nakes untuk beristirahat dan juga meninjau fasilitas pendukung lainnya seperti kamar mandi dan juga air bersih.

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait