Kota Batam Cetak Angka Pengangguran Tertinggi di Masa Pandemi Covid-19

- Redaksi

Selasa, 3 Agustus 2021 - 13:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 2 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahyu Wahyudin, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau

Wahyu Wahyudin, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau

BATAM, SALAMTIMOR.COM — Corona Virus Disease (Covid-19) yang muncul pertama kali di Wuhan (China) sejak 2019 lalu dengan sangat cepat menular di seluruh penjuru dunia.

Mewabahnya Covid-19 ini telah banyak berdampak buruk bagi seluruh sektor kehidupan termasuk perekonomian Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber, Indonesia menjadi salah satu negara dengan angka positif virus corona tertinggi. Diketahui, kasus pertama yang terungkap terjadi di Indonesia adalah menimpa dua warga asal Depok, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sedikit Media yang mengabarkan terkait dampak Covid-19 ini. Tidak hanya berdampak buruk bagi pertumbuhan perekonomian negara, namun juga diketahui banyak menelan korban jiwa.

Virus yang berhasil menginfeksi seluruh lapisan masyarakat dan memporak-porandakan seluruh aspek kehidupan ini terus berotasi di bumi Indonesia, bahkan diketahui berkembang menjadi varian baru yang siap menerjang.

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah demi memutuskan mata rantai Covid-19 tersebut. Upaya yang dilakukan mulai dari
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik PPKM Darurat maupun PPKM Level I s/d Level IV dan Vaksinasi.

Melihat hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin memandang pandemi Covid-19 yang telah berdampak besar bagi Indonesia, terutama perekonomian yang merosot juga nampak dari tingginya angkah pengangguran.

Menurut Wahyu, Kota dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia saat ini adalah Kota Batam.

“Saat ini pengangguran di Kota Batam itu yang tertinggi,” ucapnya.

Ia menyentil bahwa pengangguran ditengah pandemi ini berkaitan dengan pendidikan. Dikatakannya, tercatat lebih dari 2000 siswa SMA-SMK yang lulus, namun tak banyak dari jumlah tersebut yang masuk ke Perguruan Tinggi sehingga hal inilah yang menambah jumlah pengangguran di Kota Batam.

Selanjutnya, Wahyu mengatakan, Batam yang disebut sebagai kota Madani ini merupakan jendela bagi dunia, terutama jendela bagi Indonesia dimana banyak diminati orang untuk merantau dan bekerja.

“Batam ini adalah jendela bagi dunia. Batam ini jendela bagi Indonesia. Banyak orang di daerah lain atau provinsi dan kabupaten/Kota itu berkeinginan untuk ke Batam. Sehingga, angka penggangguran di Batam tertinggi se-Indonesia,” jelas Wahyu.

Wahyu juga menyentil bahwa pandemi Covid-19 ini telah menghambat para Investor asing yang hendak berinvestasi ke Indonesia terkhususnya ke Batam.

“Karena pandemi ini, maka investor dari luar susah masuk ke Batam untuk saat ini. Namun, berbagai tindakan yang dilakukan oleh Pak Walikota dan Pak Gubernur sudah baik. Hanya pandemi ini yang belum berakhir, tapi saya yakin strategi seperti swab antigen dan lainnya itu sudah baik,” katanya.

Kepada awak media, Wahyu mengungkapkan terkait berbagai upaya yang dilakukan hingga saat ini yang diterapkan yakni PPKM. Menurutnya, penerapan PPKM ini tidak mesti diperketat atau terlalu lama.

“Saya kira PPKM ini jangan terlalu lama diperketatlah. Yang penting saat ini, masyarakat itu disumbangkan vitamin. Jadi kalau ada sisa anggaran, itu dialihkan ke vitamin saja sehingga dapat diberikan kepada masyarakat. Karena kondisi seperti ini, kalau kondisi kita baik, maka Insyaallah virus juga tidak mudah masuk,” pungkasnya.

Selanjutnya, Wahyu juga menuturkan dampak pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan yang bangkrut. Akhirnya terjadilah PHK besar-besaran.

“Dampak pandemi bagi tenaga kerja saat ini adalah banyak perusahaan yang bangkrut. Mereka tidak menerima order, sehingga mereka memberhentikan atau merumahkan karyawan. Inilah dampak dari pandemi.” ungkap Wahyu.

Pada kesempatan yang sama, Wahyu berharap PPKM level 4 ini dapat ditarik dan dialihkan ke level 3 agar tidak terkesan memberatkan masyarakat.

“Saya berharap, PPKM level 4 ini kalau bisa ditariklah, dialihkan ke level 3 biar lebih menurun dan lebih fleksibel lagi karena ekonomi masyarakat dalam penerapan level 4 ini sangat mengganggu. Kalau level 3 dibuka mungkin bisa sedikit longgar,” harapnya.

Diakhir statemennya, Wahyu menyarankan kepada pihak pemberi bansos agar ke depann bantuan tersebut tidak diberikan di satu titik, melainkan dibagikan langsung ke setiap rumah warga masing-masing demi menghindari kerumunan.

“Terkait BLT atau bansos, seharusnya para penerima BLT itu diantar ke rumah masing-masing, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” tutupnya.

Penulis: Wasti Naitboho

Berita Terkait

Satgas NTT Peduli Kepri Gelar Turnamen Futsal CUP II, 16 Tim Siap Bertanding
Satgas NTT Peduli Kepri Rayakan HUT Pertama Yang Dihadiri Ratusan Undangan
Persiapkan Kader Jelang Pemilu 2024, DPD Partai Gelora Kota Batam Gelar Orientasi Kader di Nongso
Dinas Pariwisata Bekerjasama Dengan Batam Tourism Board Percepat Vaksinasi Bagi Pelaku Pariwisata
Angka Covid-19 di Batam Menurun, Walikota Batam Menghimbau Masyarakat Tetap Patuhi  Prokes
Kabar Menakjubkan, Akan Dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Tarapung di Batam 
TIGA PELAKU PENGIRIM PMI ILEGAL BERHASIL DIBEKUK DITPOLAIRUD
Hasil Prakualifikasi Lelang Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan SPAM Hulu dan Hilir Batam Umumkan Tiga Perusahaan Dinyatakan Lolos

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru