LPPM Undana Bekerjasama Dengan GMIT Sion Oepura Gelar Sosialisasi Human Trafficking dan Pelatihan Aksesoris Dari Tenun

- Redaksi

Selasa, 3 Oktober 2023 - 12:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Kupang, Slamtimor.com — Guna meminimalisir Human Trafficking , Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undana Kupang membangun kerjasama dengan Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) Sion Oepura menggelar sosialisasi Human Trafficking dan pelatihan aksesoris dari tenun, Rabu 14 September 2023 selama empat jam yakni pukul 10.00-14.00  WITA di aula GMIT Sion Oepura yang dihadiri oleh sekitar 40-an orang perwakilan dari jemaat, majelis jemaat harian (MJH), Pendeta dan unsur masyarakat.

Kepada media ini, Selasa, (3/10/2023), Dr. Detji Nuban, M.Hum., menuturkan bahwa kegiatan yang kita lakukan merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul: “Upaya Meminimalisir Kasus Perdagangan Orang Melalui Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat bagi jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Sion Oepura, tuturnya.

Selain itu, dijelaskan Detji, pengabdian kepada masyarakat juga merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak terlepas dari peran civitas akademika dalam bentuk kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan program pemberdayaan masyarakat inilah insan kampus dapat meningkatkan sikap solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat khususnya yang membutuhkan bantuan pemahaman aturan hukum dan solusi penyelesaian beragam masalah di masyarakat.

Maraknya masalah perdagangan orang yang terjadi di Indonesia, berimbas pula pada kabupaten/kota yang ada. Nusa Tenggara Timur termasuk dalam salah satu wilayah yang “turut menyumbangkan” kasus perdagangan orang, hampir di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagian masyarakatnya terjerat dan masuk dalam kategori perdagangan orang, bahkan setiap tahunnya, NTT selalu dikirimi “mayat” korban perdagangan orang, hal ini sangat menggugah rasa kemanusiaan.

Wilayah Kota Kupang dan masyarakatnya, diklaim banyak menerima bingkisan “mayat” dan “penyakit” dari hasil rantauan tersebut. Tidak hanya mayat, namun yang pulang dengan membawa penyakit, dan beberapa diantaranya berasal dari Kota Kupang.

Melihat realitas kondisi kasus perdagangan orang yang sering terjadi ini, maka Perguruan Tinggi melalui LPPM Universitas Nusa Cendana telah melakukan kerjasama dengan pihak GMIT Sion Oepura untuk memberikan penyuluhan hukum atau sosialisasi mengenai aturan, bahaya dan dampak dari perdagangan orang, serta trik atau strategi agar tidak terjerat dalam lingkaran perdagangan orang, dan memberikan pelatihan bagi jemaat tentang pembuatan aksesoris dari limbah atau perca tenun sebagai upaya meningkatkan ekonomi jemaat dan peluang usaha bagi jemaat, jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan kontribusi Perguruan Tinggi dalam membantu masyarakat guna menyelesaikan persoalan yang semakin bertambah. Fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dalam pengabdiannya kepada masyarakat yakni dengan memberikan pencerahan atau pemahaman hukum dan pelatihan pembuatan aksesoris bagi jemaat, ujarnya.

Detji juga menambahkan bahwa jemaat dan masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlebih saat kegiatan pelatihan berlangsung. Nampak bapak Pdt. Pangky Pah juga terlibat aktif membuat aksesoris begitupun peserta lainnya. Terdapat 3 orang Pemateri dari 2 disiplin ilmu yakni bapak Umbu Lily Pekuwali, SH., M.Hum, Ibu Nining Suwardi dan Bapak Echin Ndikir dari Nice Handy Craft.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Sion Oepura, Pdt. Silfia J. Rozet-Foeh menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada Undana melalui Tim Pelaksana karena jemaat mendapatkan banyak informasi pengetahuan dan keterampilan,tambah Dosen Fakultas Hukum Undana ini.

Sementara, salah satu jemaat yang enggan menyebutkan namanya mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman tentang human Trafficking sehingga bisa menyadarkan sesama anggota rayon agar tidak terjerumus dan atau menjadi pelaku human Trafficking, ungkapnya. (Albert Baunsele)

Berita Terkait

Minimalisir Kenderaan Tanpa Pajak, Pemprov NTT Luncurkan Razia Tilang Samsat
Gubernur VBL Lantik Fahrensy Funay Jadi Penjabat Walikota Kupang
Kadis DLHK Akui Taman-Taman di Kota Kupang Perlu Perawatan
Gandeng dr. Christian Widodo, Komunitas Wartawan NKRI NTT Gelar Pengobatan Gratis
Peringati HUT Ke-24, Purnawirawan Polri Daerah NTT Cabang Kota Kupang Gelar Anjangsana, Tabur Bunga, dan Upacara
Gandeng Media, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kupang Gelar Sosialisasi Program JKN
Berdiri Sejak 2009, Kantor Bahasa Provinsi NTT Hingga Kini Belum Miliki Gedung
Kisah Pemuda Asal TTS, Bermula Dari Koki Kini Menjadi Seorang Chef

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru