Home / TTS

Masih Ada Vendor-Vendor Nakal di PLN Cabang SoE Dalam Pemasangan Meteran Listrik Bagi Masyarakat

- Redaksi

Rabu, 1 September 2021 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SoE, SALAMTIMOR.COM – Masyarakat desa Supul, kecamatan Kuatnana menjadi korban ingkar janji yang diduga dilakukan Vendor PLN Persero Cabang SoE.

Petugas berinisial YT yang berjanji menyediakan pemasangan sambungan listrik baru, sampai sekarang belum menepati janjinya kepada 7 kepala keluarga untuk menyediakan meter baru.

Entah hilang ke mana tanpa ada kejelasan dan saat dihubungi pun nomor kontaknya tidak pernah aktif, padahal dia sudah menerima uang pemasangan secara lunas dari warga sebanyak Rp. 2.400.000 untuk daya 900 Watt sejak bulan November 2020 lalu dan sampai saat ini janjinya tidak ditepati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan kisaran uang untuk daya 900 Watt yang diminta oleh petugas bervariasi. Ada warga yang harus membayar sampai dengan Rp. 3.000.000.

Kendati demikian, menurut warga mereka rela untuk menjual ternaknya waktu itu untuk memenuhi permintaan vendor tersebut karena diiming-imingi secepatnya akan mendapat meteran.

Kepada media Salamtimor.com, Timotius Saefatu, salah satu warga yang menjadi korban ingkar janji untuk melakukan pemasangan meteran listrik menyampaikan bahwa, “saya bersama tujuh kepala keluarga di desa Supul dijanjikan untuk secepatnya mendapatkan meteran listrik oleh Yustus Tuke, petugas PLN yang berjanji menyediakan meter listrik secepatnya. Ia meminta untuk kami melunasi uang pemasangan Rp. 2.400.000 untuk daya 900 Watt.” Ucapnya

Lanjut Timotius, “bahkan ada warga yang diminta untuk membayar Rp. 3.000.000 untuk daya yang sama namun kami tidak memikirkan hal tersebut. Yang kami inginkan secepatnya kami mendapatkan meteran listrik untuk kami menikmati penerangan. Bahkan saat itu, kami rela menjual sapi untuk melunasi uang yang diminta. Ia menyampaikan bahwa ada 15 kepala keluarga yang membayar separuhnya sudah mendapatkan meteran saat itu sisanya kami tujuh kepala keluarga yang belum sampai sekarang. Entah harus menunggu sampai kapan lagi tanpa ada kepastian.” sesal Timotius

“Dari bulan November 2020 sampai sekarang kami belum memperoleh kepastian kapan kami akan mendapatkan meter listrik untuk menikmati penerangan. Berulang kali kami coba menghubungi Yustus Tuke namun kontaknya tidak pernah aktif lagi.” Tutup Saefatu.

Yustus Tuke, saat dihubungi media Salamtimor.com dengan nomor HP. 08214465**** menyampaikan bahwa, “peyebab tidak terpasangnya meteran untuk 7 kepala keluarga di desa Supul akibat dari petugas admin PT. Vendor Nono Mayana, ibu Ester yang belum meyetor uang ke pihak PLN. Sesudah kita proses saya sudah berikan uang tersebut ke admin dalam hal ini ibu Ester. Aturan di PLN harus bayar ke admin dan selanjutnya admin menyetor uang tesebut ke PLN namun uang yang saya sudah berikan ke ibu Ester belum disetor ke pihak PLN.” kata Yustus

Tambah Yustus, “sudah ada masyarakat yang bertemu dengan saya untuk tanya, namun setelah kita cek nama-nama mereka belum di masukkan ke PLN dan uangnya belum disetor oleh ibu Ester.” Jelasnya.

Di tanya mengenai no kontaknya yang susah dihubungi dan besaran uang yang berfariasi untuk daya meter 900 Watt, Yustus mengaku bahwa selama ini nomor kontaknya tidak perna aktif karena ia dalam keadaan sakit.

Dan mengenai besaran uang untuk daya 900 Waat, ia menyampaikan bahwa Ia cuman memproses 900 Watt dengan besaran uang RP. 2.400.000 saja.

“Saya sudah serahkan nama dan kuitansi yang di buat oleh ibu Ester ke bos Roy dan pak Iron dan saya sudah melaporkan hal ini ke Pospera TTS. Beberapa waktu lalu Ketua Pospera sudah menyuruh saya untuk bertemu dengan ibu Ester, namun dua bulan yang lalu saya ke rumahnya di Kupang Ia tidak ada”. Tutup Yustus.

Penulis: Inyo Faot

Berita Terkait

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru