MASYARAKAT MINTA GUBERNUR LANJUTKAN PROGRAM TJPS

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPRD Propinsi NTT dari Fraksi NasDem, Drs. Obed Naitboho, M.Si saat mengunjungi lokasi TJPS di desa Tetaf tanggal 18/03/2021 Foto: ST)

SoE, SALAMTIMOR.COM – Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) merupakan program unggulan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat. Program ini dinilai sangat tepat oleh masyarakat mengingat mayoritas penduduk NTT berprofesi sebagai petani-peternak.

Hal ini disampaikan oleh masyarakat desa Tetaf, kecamatan Kuatnana, kabupaten Timor Tengah Selatan dalam pertemuan bersama anggota Komisi II DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Obed Naitboho, M.Si.

Disela-sela kunjungan kerja dalam rangka pemantauan terhadap program TJPS tersebut, politisi asal Partai NasDem ini menyampaikan bahwa dari total 16 kabupaten di NTT yang mendapat bantuan TJPS dalam tahun 2021, kabupaten TTS merupakan yang terbesar dengan luas lahan 890 Ha.

“Di TTS total 890 Ha. Target dan realisasi sama. Keunggulan TJPS ini adalah pada saat panen, pasar sudah siap. Yang nanti beli jagung-jagung petani adalah PT Flobamor dan perusahaan dari Surabaya. Sekitar Maret dan awal April ini sudah bisa panen.”

Lanjut Mantan Wakil Bupati TTS periode 2014-2019 ini, “Pada tahun depan (tahun 2022) program TJPS ini akan tetap dilaksanakan. Tujuan program ini dilanjutkan adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan stunting. Diharapkan adanya program ini maka pendapatan masyarakat bisa meningkat. Karena apa, di NTT khususnya di TTS, mata pencaharian terbesar masyarakat adalah petani-peternak.”

“Disektor peternakan. Bantuan peternakan ditahun 2021 adalah sapi, kambing dan ayam kampung. Ayam khusunya untuk desa-desa yang angka stuntingnya tinggi termasuk desa Tetaf yang mendapat bantuan ditahun 2020 untuk ternak ayam.” Tutup Naitboho.

Ketua Kelompok Tani Oetunu, Samgar Neonane menyatakan bahwa, “program TJPS sangat baik. Karena pemerintah melalui para PPL dan Pendamping TJPS membantu petani mulai dari awal pembukaan lahan, sampai dengan panen dan dijual ke pihak ketiga. Harapan kami program ini tetap dilanjutkan.”

Lanjut Samgar, “Ketika kami menanam ada masyarakat yang ragu. Tetapi setelah lihat hasil baru menyesal. Kami juga berharap agar program ini juga bisa dianggarkan dalam Dana Desa untuk membantu petani dalam hal pupuk dan obat-obatan. Sosialisasi juga perlu ditingkatkan.” Tutupnya.

Yan Faot, Ketua Kelompok Tani Uimbonua saat diskusi menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani. Selain itu, perlu edukasi berkesinambungan agar membuka pemahaman petani sehingga menyesuaikan dengan sistem yang berlaku dalam TJPS. Untuk itu, maka diperlukan pelatihan kepada para petani.

“Program TJPS ini baru. Cara-caranya juga baru. Misalnya cara tanam yang berbeda dengan kebiasaan masyarakat selama ini. Untuk itu, maka diperlukan edukasi berkelanjutan kepada para petani agar menyesuaikan dengan sistem yang berlaku dalam program TJPS. Salah satu cara meningkatkan pemahaman tentang program ini adalah melalui pendidikan dan pelatihan.” Ungkap Yan.

Sambungnya, “program ini sangat bermanfaat dan saya percaya akan meningkatkan ekonomi petani. Kendala yang kami alami tahun ini adalah kekurangan pupuk dan obat-obatan. Memang ada bantuan pemerintah tapi masih  kurang. Kami berharap agar ke depan dapat diperhatikan oleh pemerintah termasuk  mesin pipil saat panen. Sementara harga jual kalau dapat dinaikan.” Tutupnya.

Ketua Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Kuatnana, Elisabet Radja, S.TP kepada media Salamtimor.com menjelaskan bahwa luas lahan TJPS di kecamata Kuatnana sebesar 92 Ha dengan rincian 80 Ha untuk medio Oktober-Maret dan 12 Ha adalah peralihan dari April-September.

“Khusus di desa Tetaf, total luasan TJPS sebesar 23 Ha yang terbagi pada tiga kelompok tani yakni kelompok tani Oetunu, Sonaf Tetaf dan Feto-Mone. Harapan kami ke depan mendapat bantuan tracktor. Mengingat masih banyak lahan tidur yang belum terolah. Sementara struktur tanah kita disini keras dan padat.” Jelas Elsy.

 

Lanjut Elsy, “Kami juga berharap agar ke depan ada penyuluh pertanian tingkat desa yang dibiayai dari Dana Desa. Tujuannya agar penyuluh lebih dekat agar mendongkrak pendapatan ekonomi petani. Sebab untuk memutus kemiskinan, maka sektor pertanian adalah satu-satunya jawaban.” Tutupnya.

Acara kunjungan tersebut dihadiri oleh pendamping TJPS Kuatnana (Tedy Anin), PPL desa Tetaf (Dorkas Ratu Kore), Ketua-Ketua Kelompok Tani desa Tetaf, Tokoh Masyarakat dan pemuda.

(Redaksi STC)

Pos terkait