Namanya Masuk Dalam Bursa Bakal Calon Bupati TTS, Ini Tanggapan Dr. Tian Liufeto

  • Whatsapp
Dr. Tian Liufeto (Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana Kupang / Bakal Calon Bupati TTS 2024)

KUPANG, SALAMTIMOR.COM — Partai Golkar mengumumkan nama-nama bakal calon kepala daerah yang diusung untuk bertarung pada pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Pengumuman nama-nama para calon kepala daerah di NTT dari partai Golkar disampaikan dalam forum rapat pleno DPD Golkar Propinsi NTT yang di pimpin oleh Ketua DPD partai Golkar Propinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada tanggal 19 Mei 2021 lalu yang berlangsung secara virtual.

Ketua DPD partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa para bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah dan bakal calon legislatif di NTT berasal dari unsur pengurus Golkar, perempuan, kalangan milenial, tokoh masyarakat, pensiunan ASN,TNI-POLRI.

Penjaringan ini memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas. Pilkada dan Pileg masih tiga tahun lagi.

Oleh karena itu, bakal calon memiliki waktu yang cukup lama untuk menyiapkan waktu dan sosialisasi diri kepada masyarakat di setiap daerah kabupaten maupun kota.

Salah satu nama putera daerah, Dr. Franchy Christian Liufeto, S.IP, M.Si masuk dalam bakal calon Bupati TTS dari hasil penjaringan awal partai Golkar.

Saat dimintai keterangan di kediamannya, Dr. Franchy Christian Liufeto, S.IP, M.Si yang sering disapa Tian mengatakan bahwa benar-benar tidak menyangka namanya disebut dalam daftar bakal calon Bupati TTS. Soal pengalaman dalam bidang politik sudah lebih dari cukup.

“Walaupun saya masih muda, tapi saya memiliki track record di bidang akademik dan pemerintah cukup baik,” ucapnya.

Tian memiliki pengalaman memimpin sebagai ketua jurusan kelautan dan perikanan di Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 2009-2012, kursus di dalam negeri dan luar negeri, dan saat ini kandidat Dekan Fakultas kelautan dan perikanan.

“Silahkan tanyakan kepada teman-teman di kampus atau juga para alumni di masa saya memimpin, bagaimana pola kepemimpinan yang saya jalankan,” ungkapnya.

Saat namanya masuk dalam daftar bakal calon Bupati, Ia sedang berada di lapangan dan benar-benar tidak tahu.

“Saat itu saya lagi meninjau kegiatan nelayan dan petani. Terlepas dari isu politik itu, saya adalah Dosen. Dan saya terus memberikan motivasi kepada masyarakat dalam hal ini nelayan dan petani agar jangan merasa kecil hati, teruslah bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anak demi meraih cita-cita setinggi mungkin,” pesanya.

Ketika ditanyai soal bakal calon Bupati, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana Kupang ini mengatakan, ia hanya ingin fokus meniti karir sebagai tenaga didik dan menjalankan tugas menyebarkan pendidikan kepada mahasiswa, menyodorkan rekomendasi kebijakan melalui pengamatan dan penelitian serta melakukan pekerjaan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya hanya ingin menjalankan motto dan semangat hidup saya yakni “think positve and positive things will happen” (berpikir positif dan semua yang positif akan terjadi),” ucap motto hidupnya dalam bahasa English.

Kini ia tengah berupaya perpikir dan bertindak positif untuk memikirkan bagaimana mahasiswa yang mempresentasi perwakilan dari semua kabupaten, semua desa dan juga masyarakat yang sedang berada dalam situasi transisi, agar yakin bahwa mereka benar-benar dapat mengandalkan sektor riil dan tidak kemudian secara cepat beralih kepada sektor jasa.

“Tentu secara kelembagaan, saya melakukan ini dalam wadah kampus bersama pemerintah, LSM, dan dunia usaha,” pungkasnya. (**Tim)

Pos terkait