PEDULI AKAN BUDAYA LITERASI, KOMUNITAS SOE BERBAGI (KASOGI) MEMBENTUK TAMAN BACA DI DESA BAKI

  • Whatsapp
Ketua KaSoGi TTS, Nifron Fallo S.Kom menyerahkan sejumlah buku di desa Baki, Kec. Amanuban Tengah kepada Kepala SMAPTK Moria Baki, Tetsi Y. Sabuna, S.Pd

SoE, SALAMTIMOR.COM — Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Hal inilah yang mendorong pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk terus meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami literasi.

Komunitas SoE Berbagai (KaSoGi) bekerjasama dengan Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan demi meningkatkan budaya literasi bagi peserta didik, anak, remaja dan masyarakat umum, maka melalui salah satu program komunitas ialah membentuk taman baca di beberapa desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Tujuan dari aksi ini agar peserta didik di setiap desa baik itu kelompok anak, remaja dan masyarakat umum dapat membiasakan diri dengan pola belajar membaca, menulis agar dapat menambah wawasan dalam membentuk pola pikir dan karakter. Pembentukan taman baca di setiap desa juga dapat menambah jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kepada media Salamtimor.com, Ketua Komunitas SoE Berbagi (KaSoGi) Nifron Fallo S.Kom, menyampaikan bahwa” literasi sangatlah penting untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, apalagi dalam dunia pendidikan yang memberikan dampak terbesar untuk kemajuan bangsa. Pendidikan adalah alat utama bagi manusia untuk meningkatkan standar hidup mereka. Dengan pendidikan, manusia dapat bekerja, meningkatkan ekonomi, dan berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Untuk mencapai semuanya ini, maka setiap peserta didik yang kelak akan menjadi orang dewasa perlu dibentuk dengan pola belajar yang benar. Salah satu pola belajar yang tepat dan benar ialah pengenalan akan budaya literasi bagi generasi sekarang.” ungkap Nifron.

Lanjut Nifron, “Pendirian taman baca oleh KaSoGi, karena melihat kondisi peserta didik yang belum sepenuhnya cakap dalam membaca, menulis, dan ditambah dengan situasi pendemic Covid-19 yang memaksa para murid belajar dari rumah (BDR). Kondisi ini, membuat para peserta didik tidak sepenuhnya dikontrol oleh guru sehingga mereduksi pengetahuan para siswa-siswi akan literatur berkurang. Taman Bacaan Masyarakat atau dikenal dengan TBM adalah perpustakaan skala kecil yang dikenal sebagai sudut baca, rumah baca. Alasan inilah yang mendorong kita untuk membentuk taman baca di setiap desa untuk mendorong peningkatan budaya literasi bagi generasi sekarang.”

“Dengan berkomitmen sesuai visi dan misi Komunitas KaSoGi untuk meningkatkan budaya literasi dalam menumbuhkan minat baca bagi anak, remaja dan masyarakat umum, maka   aksi yang dilakukan komunitas ini adalah membentuk taman baca dan menyediakan buku di desa Baki, kecamatan Amanuban Tengah, Sabtu 07/02 dengan menyalurkan buka-buku bacaan.” Tutup Fallo.

Kepala SMAPTK Moria Baki, Tetsi Y. Sabuna, S.Pd

Dalam kesempatan yang sama, kepala SMAPTK Moria Baki, Tetsi Y. Sabuna, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada komunitas SoE Berbagai atas aksi yang dilakukan di desanya.

“Kami sangat berterima kasih buat teman-teman dari KaSoGi yang hari ini melakukan aksinya dengan mendistribusikan buku-buku bacaan serta penataan taman baca di sini. Kami tentunya sangat senang dengan program dari KaSoGi untuk  membentuk taman baca di sini. Hal ini dapat menambah pola belajar kami dan memberikan motivasi kepada kami beserta para peserta didik untuk dapat terus belajar lebih banyak lagi.” Tutup Sabuna.

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait