Pemberian BLT Minyak Goreng Dinilai Tidak Tepat, Makin Enak Pengusahanya

- Redaksi

Minggu, 3 April 2022 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Salamtimor.com – Rencana pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dinilai tidak tepat. Pasalnya, hal itu tak menyentuh akar permasalahan yang terjadi di publik.

“Ini minyak goreng kan komoditas pasar. Masak tidak ada terus kemudian dikasih BLT? Ini kan pembodohan buat rakyat. Terus makin enak pengusahanya karena memakai harga pasar,” ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Agus Pambagio ketika dihubungi, Minggu (3/4).

Dia menilai pemberian BLT justru dinilai berpotensi menimbulkan praktik korupsi. Selain itu, BLT dinilai sebagai opsi mudah yang diambil pemerintah untuk menenangkan khalayak. Namun di saat yang sama, pilihan yang diambil itu sama sekali tak menyudahi persoalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ujung-ujungnya, biar rakyat tidak ribut, diberikan BLT saja. Bukan seperti itu caranya. BLT itu untuk hal-hal bencana, kritis, seperti pandemi,” imbuh Agus.

“Jadi ini kebijakan yang tidak pakai mikir. APBN beri BLT supaya masyarakat tidak berisik tetapi akar permasalahannya tidak selesai, tidak tersentuh,” tambah dia.

Karena itu Agus menilai pemerintah telah gagal dan kalah dari mereka yang disebut sebagai mafia minyak goreng. Istilah itu diungkapkan oleh pengambil kebijakan. Namun hingga saat ini belum juga diungkapkan kepada publik.

Pemerintah juga dianggap tak berdaya di hadapan pelaku usaha sawit yang merupakan komponen penting dari minyak goreng. Pengusaha sawit dinilai mendikte langkah pemerintah. Pasalnya, kebijakan yang ditetapkan tampak diabaikan oleh pelaku usaha.

“Setelah tidak bisa mengatur, lalu dibilang ada mafia, lalu tidak bisa dibuktikan. Itu seperti hantu saja. Pemerintah tidak bisa apa-apa,” kata Agus.

Dia juga menyayangkan sikap pemerintah yang abai di saat sejumlah partai politik dan instansi keamanan negara justru membagikan minyak goreng kepada publik dengan harga murah atau bahkan gratis.

“Dari mana parpol itu melakukan sumbangan dengan jumlah minyak goreng gratis atau beli murah. Dari mana barang itu? Kenapa bukan pemerintah yang menyalurkan, mengatur. Padahal tugas negara itu mengatur. Di situ pemerintah gagal,” pungkas Agus. (*)

Berita Terkait

Gara-Gara Judi Online, Oknum Anggota Polwan di Mojokerto Bakar Suami
Pernyataan Ketua KPU RI Dinilai Sebagai Desain Baru Amankan Caleg Terpilih
IDRIP NTT Gelar Rakor Triwulan I Tahun 2024 Tingkat Provinsi
Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV
Pj. Gubernur NTT Bersama 3 Bupati dari NTT Raih Penghargaan IGA 2023
Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:15 WITA

Dapat Ancaman Foto atau Video Pribadi Akan Disebar? Segera Lakukan Ini!

Rabu, 12 Juni 2024 - 20:28 WITA

Ini Alasan Tersangka AP Ancam Sebarkan Foto & Vidio Ria Ricis

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:15 WITA

Sebar Foto Istri Tetangga tanpa Busana, Pria di Lampung Timur Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:08 WITA

AP Retas Ponsel Milik Ria Ricis Untuk Melakukan Pengancaman dan Pemerasan

Selasa, 11 Juni 2024 - 23:43 WITA

Polisi Temukan Unsur Pidana Kasus Ancaman & Pemerasan Terhadap Ria Ricis

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:11 WITA

AP Pelaku Pemerasan Ria Ricis Jadi Tersangka dan Ditahan

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:32 WITA

Nasib DJ East Blake Sebar Foto dan Video Mesum Bareng Pacar, Kini Dijerat Pasal Pornografi

Senin, 10 Juni 2024 - 22:25 WITA

Sebarkan Foto dan Vidio Mesum Bareng Pacar, Remaja 19 Tahun Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Dapat Ancaman Foto atau Video Pribadi Akan Disebar? Segera Lakukan Ini!

Jumat, 14 Jun 2024 - 17:15 WITA

Hukum Kriminal

Ini Alasan Tersangka AP Ancam Sebarkan Foto & Vidio Ria Ricis

Rabu, 12 Jun 2024 - 20:28 WITA