Perayaan Misa 100 Tahun Kongregasi SSpS Digelar 21 Mei 2021 di Betun

- Redaksi

Minggu, 16 Mei 2021 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SALAMTIMOR.COM – Dikabarkan, Jumat 21 Mei 2021 akan digelar perayaan misa 100 tahun Kongregasi SSpS di Dekenat Malaka, Betun, Keuskupan Atambua, dan dilakukan pembagian sejumlah bantuan kepada warga yang terkena musibah bencana banjir pada beberapa pekan lalu.

Terkait dengan perayaan misa 100 tahun Kongregasi SSpS ini, kami akan mengulas secara singkat tentang Sejarah Masuknya Kongregasi SSpS ke Pulau Timor, Keuskupan Atambua – Kupang, NTT.

Bapak Pendiri Kongregasi  SVD, SSpS, dan SSpS-AP adalah Santo Arnoldus Janssen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga Kongregasi besar ini memiliki sebuah pandangan yang sangat luas dan luar biasa kedepan tentang karya – karya misi di seluruh belahan dunia.

Namun, yang menjadi prioritas utama adalah kehidupan rohani setiap anggotanya dan bekerjasama yang baik antara SVD dan S.Sp.S sebagai saudara dan saudari demi menyemban dan menyebarluaskan kabar gembira, kabar keselamatan bagi seluruh umat manusia di seluruh bumi, hingga ke pelosok – pelosok yang terisolir dan tak terjangkau .

Oleh karena itu, pasca para misionaris Serikat Jesus (SJ) melayani selama dua puluh tiga tahun di wilayah misi Timor, khususnya di Atapupu,  Lahurus dan daerah sekitarnya, maka tanggal 1 Maret 1913 di Lahurus secara resmi wilayah pelayanan  SJ diserahkan sepenuhnya kepada para misionaris SVD.

Penyerahan wilayah misi Timor dilakukan oleh Serikat SJ yang diwakili oleh Pater Johanes Mathijsen, SJ dan SVD diwakili oleh Pater Petrus Noyen, SVD.

Setelah penyerahan misi Timor ini, Pater Petrus Noyen, SVD mulai berupaya menata sistem pastoral dengan menerapkan tujuh strategi yang dirintis oleh para misionaris SJ yakni perkenalan dan persahabatan dengan para raja Belu sebagai pintu masuknya penyebaran agama Katolik, belajar bahasa daerah (Tetun) dan Melayu.

Mulai membangun gedung gereja dan sekolah – sekolah Katolik, memetakan wilayah misi, mengenal nama – nama kerajaan dan kebudayaan di Belu serta melakukan kunjungan ke pusat – pusat kerajaan Belu.

Selain tujuh strategi tersebut, karya – karya lain yang dilakukan di Lahurus adalah menata kondisi internal rumah pastoran, berkenalan dengan umat di wilayah itu, mengadakan orientasi misi, belajar bahasa Tetun dan budaya Belu.

Pater Petrus Noyen, SVD, bersama Pater Verstraelen, SVD dan Bruder Lusianus Molken, SVD mereka meletakan dasar yang kuat lantaran pendekatan missioner dan pastoralnya berformat antropologis dan kultural.. (**agust bobe)

Berita Terkait

Pj. Gubernur NTT Bersama 3 Bupati dari NTT Raih Penghargaan IGA 2023
Sudah Eksis 6 Tahun, IMO-Indonesia Miliki 338 Anggota di Seluruh Nusantara
Ayodhia Kalake Dilantik Mendagri Sebagai Penjabat Gubernur NTT
Peringati HUT PERADIN ke-59, Firman Wijaya: Tegakkan Hukum dan Keadilan
Hingga Agustus 2023, KPK Tangkap 107 Orang Tersangka Korupsi
Ketua KPK Dorong Efek Jera Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi & Hak Politik
Firli Bahuri: Putusan MK Soal Masa Jabatan 5 Tahun Pimpinan KPK, Sebuah Keharusan
Mahkamah Konstitusi Segera Putuskan Nasib Sistem Pemilu 2024

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA