Peringati Hari Anak Nasional 2021, Bupati TTS Kukuhkan Forum Anak Kabupaten

  • Whatsapp

SoE, SALAMTIMOR.COM – Sesuai dengan tema HAN 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS besama Forum Anak TTS, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati hari anak nasional (HAN) 2021.

Puncak perayaan HAN 2021 berlangsung di rumah jabatan (Rujab) Bupati TTS yang ditandai dengan pengukuhan Badan Pengurus Forum Anak TTS periode 2021-2023 pada Jumat (23/7).

Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A TTS, mengatakan, “Melalui Forum Anak TTS, kami berharap kreativitas anak di Kabupaten TTS terus berkembang dengan baik sehingga suara dan aspirasi anak dan kaum muda yang bermakna dapat tersampaikan,” ujar Linda.

Dalam rangkaian HAN 2021 yang telah dimulai sejak 7 Juli sampai dengan tanggal 21 Juli 2021, forum anak pun turut melakukan aksi nyata ke lokus stunting di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara.

Ada16 orang anak stunting yg berhasil ditemui dari 48 orang anak di desa ini yang mengalami stunting serta 9 orang ibu hamil.

Desa Ajaobaki sendiri merupakan salah satu desa lokus stunting dari 25 desa Lokus stunting yang ada di Kabupaten TTS.

Dinas P3A Kabupaten TTS merupakan salah satu tim konvergensi stunting di KabupatenTTS sehingga bersama forum anak TTS menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak stunting.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemutaran film tentang stunting, film tentang informasi cara penularan dan pencegahan COVID-19 dan pembagian 50 paket kebersihan diri kepada anak.

Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A TTS, mengatakan, “Perayaan HAN 2021 bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak di TTS melalui forum anak sebagai wadah partisipasi anak untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan di wilayah ini, dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang adalah hasil kreativitas dan dilaksanakan oleh mereka sendiri,” ungkap Linda.

Pandemik COVID-19 telah berdampak besar pada kehidupan anak-anak di Indonesia. Selain beresiko tertular COVID-19, pandemik ini juga berdampak besar pada kehidupan sosial anak.

Peningkatan kasus kematian menyebabkan semakin banyak anak kehilangan pengasuhan. Diperkirakan, 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua atau pengasuhnya akibat COVID-19 selama 14 bulan pertama pandemik.

Muhammad Thamrin, PIA Manager Plan Indonesia mengungkapkan, “Hari Anak Nasional kali ini harus menjadi pengingat bahwa anak Indonesia perlu mendapatkan perlindungan terutama di tengah tingginya angka kasus COVID-19 yang berdampak pada kehidupan mereka. Sesulit apapun keadaannya, hak-hak anak tetap harus terpenuhi dan dilindungi,” jelas Thamrin.

Rangkaian kegiatan HAN 2021 di SoE juga diramaikan dengan lomba mewarnai untuk para murid pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan anak sekolah dasar (SD) kelas 2.

Ada pula lomba cipta dan baca puisi bagi murid sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Sanawiah (M.Ts), sekolah menengah umum (SMU) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), lomba TikTok bagi murid SMP/M.Ts, SMU, dan SMK se-Kota SoE.

Seluruh kegiatan yang berlangsung dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan 5M.

Sekilas Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja di Indonesia sejak 2 September 1969, berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Republik Indonesia.

Pada 15 Juni 2017, Yayasan Plan International Indonesia telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Plan Indonesia didirikan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan di Indonesia, dan memberikan dampak pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas.

Yayasan Plan International Indonesia merupakan bagian dari Indonesia Joint Forces for Ending Violence Against Children (IJF-EVAC), bersama dengan ChildFund Indonesia, Yayasan Save the Children Indonesia, SOS Children’s Villages, Wahana Visi dan Terre Des Homes.

Sekilas Plan International

Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan.

Plan International memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra.

Plan International bekerja bersama dengan anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan.

Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu.

Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Saat ini, Plan International bekerja di lebih dari 70 negara.

Untuk informasi lebih lanjut:
Agus Haru, Communications Specialist
Yayasan Plan International Indonesia
Tel: +62 8523 9189 124; Email: Agus.Haru@plan-international.org

Editor: Inyo Faot

Pos terkait