PLAN INDONESIA SALURKAN BANTUAN UNTUK PENYINTAS BANJIR BANDANG DI LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR

- Redaksi

Jumat, 16 April 2021 - 23:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan Bantuan Oleh Plan Indonesia Kepada Korban Banjir di Lembata-NTT

Penyerahan Bantuan Oleh Plan Indonesia Kepada Korban Banjir di Lembata-NTT

Lewoleba, SALAMTIMOR.COM —  Serangkaian bencana, mulai dari banjir bandang, tanah longsor, hingga badai tropis menimpa provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu (3/4). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, adanya dua bibit siklon tropis juga dapat memicu cuaca ekstrem di wilayah tersebut hingga Jumat (9/4) mendatang, dengan risiko banjir bandang yang kembali diumumkan untuk Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, dan Timor Tengah Selatan.

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) yang bekerja di Kabupaten Lembata sejak 2006 mencatat bahwa setidaknya ada sekitar 2.227 dari 10 ribuan anak dampingan (1.186 anak perempuan dan 1.041 anak laki-laki) beserta keluarganya yang terkena imbas dari rangkaian bencana ini.

Menanggapi situasi tersebut, Plan Indonesia bergerak melakukan kaji cepat kebutuhan (rapid need assessment) untuk memetakan bantuan bagi anak dan keluarga terdampak mulai Senin (5/4) hingga Rabu (7/4). Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, mengatakan bahwa kaji cepat dan bantuan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan penyintas selama di penampungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plan Indonesia serahkan bantuan kepada korban banjir di Lembata-NTT

“Anak-anak dan keluarga penyintas selalu berada dalam posisi yang rentan ketika bencana terjadi. Berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan instansi terkait, kami akan memetakan dan menyalurkan bantuan, agar anak-anak dan keluarga mereka bisa tetap mengakses kebutuhan dasar di tengah bencana ini,” ujar Dini pada Selasa (6/4).

Beberapa kondisi pasca bencana di Nusa Tenggara Timur—seperti putusnya sambungan listrik, saluran telekomunikasi, serta akses menuju wilayah terdampak—menjadikan bantuan lebih sulit diberikan kepada para penyintas. Warga juga masih harus waspada, dikarenakan Gunung Ili Lewotolok yang berstatus siaga tiga dan status zona oranye di Lembata, menandakan level penularan COVID-19 di tingkat medium hingga tinggi di daerah tersebut.

Ketika ditemui di lapangan, Ervin (11 tahun), salah satu anak dampingan Plan Indonesia, menyampaikan bentuk bantuan yang diharapkannya selama mengungsi.

“Kami sangat membutuhkan pakaian, selimut, dan alas tidur. Kalau malam, kami kedinginan karena tidur di lantai,” ujar Ervin kepada tim Plan Indonesia di Kabupaten Lembata, Senin (5/4).

Banjir Bandang di Lembata-NTT

Tak hanya memetakan kaji cepat kebutuhan selama beberapa hari ke depan, tim lapangan Plan Indonesia juga telah mulai memberikan bantuan awal kepada penyintas. Bantuan yang sudah tersalurkan di antaranya 105 paket hunian darurat (emergency shelter tool kit) berupa tikar dan selimut, juga 30 paket manajemen kebersihan menstruasi (menstrual hygiene management kit) yang dibagikan pada Minggu (4/4) kepada warga. Bantuan ini disalurkan dengan memperhatikan protokol kesehatan pandemik COVID-19, demi menjaga kesehatan masyarakat dan juga petugas kemanusiaan setempat.

Selain itu, dalam kegiatan respons tanggap darurat kali ini, tim Plan Indonesia melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com, demi meningkatkan jumlah bantuan yang disalurkan. Nantinya, dana yang diterima akan disalurkan dalam bentuk bantuan logistik yang dibutuhkan para penyintas banjir bandang Nusa Tenggara Timur, sesuai hasil kaji cepat kebutuhan Plan Indonesia.. (Tim**)

Berita Terkait

Wujudkan “Jaksa Masuk Sekolah”, Kejari Lembata Gelar Penyuluhan Hukum di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba
Tanda Tangan MoU, Bupati Ingatkan Masyarakat Dukung Pembangunan SDN Waisesa
Penjabat Bupati dan Kepala Bank NTT Panen Jagung Perdana di Desa Belobatang
Peletakan Batu Pertama SDN Waisesa Dihadiri Penjabat Bupati Lembata
Bawaslu Lembata Selenggarakan Tes Panwascam Hari Pertama
Jelajah Timur 2021: 165 Pelari Tempuh 100KM untuk Bangun Sarana Air Bersih di NTT Demi Cegah Stunting

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru