Plt. Bupati dan Sejumlah Pimpinan OPD Hadiri Natal Keluarga Besar TIROSSA Kabupaten Mimika

  • Whatsapp
Pelaksana Tugas Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos, MM (kiri) tampak didampingi oleh Drs. Ananias Faot, M.Si (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mimika) pada acara Syukuran Natal dan tahun Baru 2023 Keluarga Besar TIROSSA Kabupaten Mimika.

Mimika, Salamtimor.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos, MM, bersama sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Mimika, Propinsi Papua Tengah menghadiri syukuran Natal dan Tahun Baru 2023 Ikatan Keluarga Besar TIROSSA yang dilaksanakan pada Sabtu, (14/01/2023) bertempat di Rumah Drs. Ananias Faot, M.Si.

Pimpinan OPD yang hadir mendampingi Plt. Bupati dalam acara syukuran Natal dan Tahun Baru 2023 tersebut antara lain; Pelaksana Harian Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Koten, dan Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Yan Slamet Purba.

Hadir juga Ketua-Ketua Sub Sektor TIROSSA dari 12 Kabupaten/Kota dan warga TIROSSA yang tinggal di Kabupaten Mimika.

Kehadiran Plt. Bupati Mimika dan para Pejabat disambut dengan tarian “oko mama” dan diterima secara adat oleh Ketua TIROSSA Kabuapten Mimika, Karlos Fobia, didamping Pembina TIROSSA, Drs. Ananias Faot, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan PSDM Kabupaten Mimika, Ketua Panitia Pelaksana, Melkianus Leki, dan sejumlah tokoh TIROSSA lainnya.

Walaupun tidak mengikuti acara sampai tuntas karena banyaknya agenda, tetapi terpantau bahwa Plt. Bupati Mimika tersebut kembali ke acara Syukuran Natal dan Tahun Baru 2023 Keluarga Besar TIROSSA pada malam harinya sebagai tanda hormat dan kasih terhadap paguyuban TIROSSA yang ada di Kabupaten Mimika.

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Koten, mewakil Plt. Bupati Mimika menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Paguyuban TIROSSA yang ada di Mimika untuk hidup dalam kerukunan dan solidaritas sebagai keluarga di rantauan.

Petrus juga mengajak seluruh Keluarga Besar TIROSSA yang ada di Kabupaten Mimika untuk berkontribusi aktif mendukung Pemerintah Daerah dalam berbagai hal demi memajukan Kabupaten Mimika ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu. Warga TIROSSA juga diminta untuk harus punya sikap, tidak boleh “ikut arus” – “tabrak tembok” dan harus punya pendirian sebagai sebuah komunitas yang ada di perantauan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Melkianus Leki menyampaikan bahwa Panitia Natal menyediakan kursi sebanyak 700 kursi. Namun, kehadiran warga TIROSSA mencapai 1000 orang lebih.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berhasil diselenggarakan karena kerjasama dari semua sub sektor TIROSSA yang ada di Kabupaten Mimika.

TIROSSA sendiri merupakan akronim dari Timor, Rote, Sabu, Sumba dan Alor. Suku-suku asal Propinsi NTT yang saat ini berdomisili di Kabupaten Mimika.

“Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang melalui Kesbangpol, telah memberikan bantuan pendanaan untuk kegiatan ini,” Kata Melkianus Leki.

Penyambutan Adat oleh Ketua TIROSSA Kabupaten Mimika kepada Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos, MM saat acara syukuran Natal dan Tahun Baru 2023 Keluarga Besar TIROSSA.

Ketua TIROSSA Kabupaten Mimika, Karlos Fobia, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Kesbangpol sehingga acara tersebut dapat terlaksana.

“Bukan semata-mata, kami sebagai warga TIROSSA yang mampu melaksanakan kegiatan ini, tetapi karena campur tangan Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol sehingga mendorong kami untuk tetap bersinergi di dalam kelompok maupun di dalam kabupaten ini,” ucap Karlos Fobia.

Ia melanjutkan dengan memberikan perumpamaan tembok yang kokoh karena adanya campuran semen, pasir dan air. Ia mengajak, jika ingin TIROSSA kokoh maka warga TIROSSA harus belajar dari batu tela yang disusun oleh tukang.

“Kita harus saling mengikat satu dengan yang lain, sehingga TIROSSA ini dari waktu ke waktu semakin mantap, baik itu di dalam kalangan kita maupun di dalam kehidupan bermasyarakat di tanah amungsa ini,” ajak Karlos.

“Oleh karena itu, saya harapkan kepada seluruh pengurus, karena kita sudah memasuki tahun yang baru, tahun 2023 tentunya ada pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Pendeta melalui khotbahnya tadi, kita harus mulai berbuat sesuatu lebih dulu, karena tidak mungkin orang lain yang datang membuat program untuk kita, tentunya kita yang harus melakukan itu,” tuturnya.

“Harapan kami sebagai pengurus, tetaplah semangat membangun komunikasi satu dengan yang lain, terutama disetiap sub sektor. Kita harapkan supaya mulai sekarang merapatkan barisan didalam kelompoknya masing-masing kemudian menyatukan barisan di sektor induk yaitu TIROSSA,” harap Karlos.

“Sebagai Ketua TIROSSA, saya minta Ketua-Ketua Sub Sektor untuk mendata semua warganya masing-masing karena sejauh ini banyak warga kita yang mendapat masalah baru kita tahu kalau itu kita punya warga. Oleh karena itu, saya tegaskan supaya semua sub sektor itu mendata warganya,” tutup Karlos.

Drs. Ananias Faot, M.Si yang dikonfirmasi oleh media ini menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini sebagai wujudnyata ungkapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan dan pimpinan-Nya selama satu tahun sehingga boleh memasuki tahun yang baru dalam keadaan sehat dan selamat.

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena telah menyertai dan memimpin kita melewati tahun 2022 dengan selamat hingga kita telah memasuki tahun baru 2023 dengan sehat pula. Kita terus memohon hikmat dari-Nya untuk menolong kita menjalani tahun baru ini dengan damai dan sukacita,” kata Ananias.

Lanjutnya, “semoga dengan acara ini, kita terus meningkatkan dan mempererat hubungan kekeluargaan sebagai warga NTT yang ada di tanah rantau, saling tolong-menolong dalam berbagai hal, serta mendukung kerja-kerja Pemerintah Daerah untuk membawa kesejahtreran bagi seluruh warga Mimika, termasuk kita orang NTT,” kata Ananias.

Sambung Ananias, “kita juga wajib berbaur dengan warga asli Papua dan harus menganggap saudara-saudara kita orang asli di sini seperti saudara kandung kita. Karena kita mesti sadar bahwa kita hidup di tengah-tengah mereka, baik dalam keadaan susah maupun senang. Dan momentum Natal ini sangat tepat untuk membangun relasi yang baik dengan semua orang seperti yang Kristus kehendaki,” tutup Ananias. (RED. STC)   

Pos terkait