PSI Tatap Muka Bersama Warga TTS Sekaligus Berbagi Kado Natal dan Tahun Baru

  • Whatsapp

TTS, Salamtimor.com — Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT, Jane Natalia Suryanto, kembali berbagi kado natal dan tahun baru (Nataru) kepada warga masyarakat kabupaten Timor Tengah Selatan pada Rabu (11/01/2023).

Jane hadir dengan didampingi Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin, Ketua DPD  PSI TTS, Erwin David Sonbai, dan Sekretaris DPD PSI TTS, Fransiskus Tallan, menyalurkan kado Natal dan Tahun Baru kepada warga di sembilan desa.

Desa-desa yang dikunjungi untuk menyalurkan kado Natal antara lain Desa Nusa, Desa Napi, Desa Belle, Desa Noinbila, Desa Bena, Desa Oenino, Desa Fatukopa, Desa Snok, dan Kota SoE.

Jane Natalia Suryanto, dalam tatap muka bersama masyarakat mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan sebagai wujud terima kasih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada warga yang sudah mendukung partai berlambang bunga mawar saat verifikasi faktual sampai lolos menjadi partai peserta pemilu tahun 2024 dengan nomor urut 15.

“PSI bukan pohon pisang yang punya jantung tetapi tidak punya hati. Maka dalam momentum Natal dan Tahun Baru ini,  PSI hadir untuk berbagi kasih sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat kepada PSI sehingga lolos sebagai peserta pemilu tahun 2024,” kata bacaleg DPR – RI dapil NTT II periode 2024-2029 ini.

Dirinya juga mengajak masyarakat agar dalam memilih Caleg di tahun 2024 nanti, perlu memperhatikan ketulusan Caleg dan menghindari politik uang sehingga tidak kecewa dikemudian hari.

“Kadang masyarakat menyampaikan kekecewaannya kepada saya karena pilih DPR yang sudah naik selama lima tahun tapi tidak pernah memperhatikan mereka. Saya katakan jangan pilih caleg yang bayar kamu seratus ribu dibelakang. Karena jika dibagi seratus ribu dengan lima tahun, maka masyarakat pemilih punya harga dua puluh ribu rupiah per tahun. Itu kalau bapak/mama beli gula kopi saja tidak cukup,” jelasnya.

Jane Natalia Suryanto dalam pencerahan politiknya dihadapan ratusan masyarakat dan simpatisan PSI mengatakan betapa pentingnya berbagi kasih dengan sesama karena dirinya mencintai masyarakat NTT.

Ia mengatakan walaupun baru 8 ( delapan ) tahun dirinya  tinggal di NTT,  tapi dirinya turun membangun NTT dengan dana pribadi walaupun tidak seberapa jumlahnya.

Bantuan nyata yang ia lakukan selalu menggunakan dana pribadi. Contohnya membangun salah satu jembatan di Kota Kupang yang ambruk pasca badai seroja dan jembatan tersebut dinamakan jembatan solidaritas, bangun jalan setapak, bantuan bibit untuk petani dan mobil ambulance PSI untuk mengantar orang mati jika keluarga duka membutuhkan.

Di tambahkan Jane bahwa untuk pemerataan pembangunan maka jalan satu-satunya adalah merebut kekuasaan lewat jalur politik sehingga ikut mempengaruhi kebijakan anggaran.

“Kalau kita bangun pakai uang pribadi maka tidak semua bisa kita perhatikan. Jokowi saja tidak bisa pake uang pribadi saudara-saudara, karena keterbatasan. Untuk itu, maka harus ke DPR baru bisa mempengaruhi kebijakan anggaran agar lebih banyak yang bisa kita bantu,” jelasnya.

Di akhir pencerahan politiknya, Jane Natalia Suryanto juga mensosialisasikan nomor urut PSI yakni nomor 15. PSI adalah partai yang anti korup sehingga dirinya mengajak masyarakat cerdas searah memilih Caleg PSI dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten untuk kepentingan kesejahteraan rakyat kedepan.

“Untuk apa pilih yang noda kalau yang bersih sudah ada di depan mata. Buktinya hari ini saya tatap muka langsung dengan rakyat, bagaimana saya mau jadi wakil rakyat kemudian saya tidak tau rakyat mana yang saya wakili,” tandas Jane.

Jane juga tegas menyampaikan bahwa Partai Solidaritas Indonesia tidak akan terjebak dengan politik transaksional karena hanya akan merusak citra demokrasi.

Sekertaris DPW PSI NTT, Junaidin, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam negara demokrasi partai politik sangat penting dalam menentukan perubahan. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk memilih orang yang tepat untuk mengisi kursi kepemimpinan baik di DPR-RI, DPR Provinsi, DPR Kabupatan, maupun DPD RI.

Khusus untuk Presiden, Junaidin mengatakan bahwa figure yang tepat mememimpin bangsa ini setelah Jokowi adalah Ganjar Pranowo, yang telah dideklarasikan PSI sebagai Calon Presiden. Sebab, sosok Ganjar pranowo sejalan dengan visi PSI dan PSI sejalan dengan pak Jokowi.

Junaidin juga menyampaikan bahwa 72 calon anggota DPR RI dari partai PSI adalah orang-orang yang tidak pernah terlibat kasus korupsi. (Red. STC)

Pos terkait