Emi Nomleni: Mengurus Partai Bukan Sebuah Kebetulan

  • Whatsapp

MAUMERE, SALAMTIMOR.COM – Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi NTT Emiliana Nomleni menyampaikan kepada semua kader partainya untuk tidak menganggap bahwa mengurus partai itu bukan sebuah kebetulan tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk mengelola apa yang kita punya bagi kesejahteraan rakyat.

Hal ini disampaikan Emi Nomleni ketika memberikan sambutan politiknya dalam Musancab Partai PDIP, Sabtu,17/10/2020 bertempat di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Sikka. Ketua DPD Partai PDIP Provinsi NTT ini menyampaikan bahwa ketika hari ini kita melakukan konsolidasi, PDIP sudah melewati proses yang panjang, sehingga kita tidak bicara lagi tentang konsolidasi tetapi kita sudah lebih melangkah pada titik-titik yang lebih dengan menjadi yang terdepan, terang Emi yang juga adalah Ketua DPRD Provinsi NTT ini.

“Menjadi partai pelopor bukan sekedar kita omong-omong atau bukan hanya sekedar kita bicara bahwa kita adalah partai pelopor, karena kita sudah melewati tahap-tahap demi tahap yang begitu luar biasa sulitnya sampai kepada tahapan ini, kita harus sudah sampai pada satu titik dimana kita menjadi yang terdepan,”tegas Nomleni.

Emi juga mengingatkan kepada seluruh kader partai yang ada di Kabupaten Sikka untuk tidak membeda-bedakan antar kelompok dan juga tidak saling ribut dalam mengurus partai tetapi fokus untuk memberi diri agar berguna bagi rakyat.

“kalau hari ini kita masih berbicara tentang ribut-ribut, kalau hari ini kita masih bicara tentang ini kelompok siapa-ini kelompok siapa, kalau hari ini kita masih bicara bahwa kita tidak berguna jika berada di partai ini, itu sudah jauh.

Jadi hari ini kalau kita melakukan konsolidasi, kita tidak lagi berbicara tentang kelompok, kita tidak lagi bicara ini orang siapa, tapi semua orang yang memberi diri untuk partai ini untuk menjadi berguna bagi kepentingan rakyat,”tegas Emi lagi.

Selanjutnya Ia melanjutkan, kita punya tiga pilar, dan pilar itu yang akan melaksanakannya, struktur tentu punya keterbatasan-keterbatasan dan dia akan ditopang oleh yang ada di eksekutif dan legiatif, sedangkan PAC tentu tidak punya terlalu banyak keinginan-keinginan, tetapi mereka memberi diri untuk bagaiman bisa berguna, jelas Nomleni.

Sumber : *(METROTIMOR.ID)*

Pos terkait