Rayakan Natal  di Masa Covid, Camat Amfoang Selatan  Minta Warga Patuhi 3 M

  • Whatsapp

 

KUPANG,SALAMTIMOR.COM–Camat Amfoang Selatan Kabupaten Kupang,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Yared Tamoes mengimbau warga Masyarat 6 Desa di Kecamatan Amfoang Selatan yang mayoritas Krsiten yang akan merayakan Natal dan tahun baru (Nataru) tetap patuh menjalankan 3 M (mencuci tangan,memakai masker,dan menjaga jarak) saat beribadah di gereja dan di luar Gereja.

“Kepada umat Kristen yang akan merayakan Natal 25 Desember 2020, dan menyambut tahun baru 2021 tetap menjalankan protokol kesehatan bebas Covid-19 di dalam gereja maupun di luar gereja,” Yaret Tamoes, Camat sekaligus Ketua Satgas Covid 19 Kecamatan Amfoang Selatan, Rabu  (23/12/2020)

Tamoes dihubungi metrotimor.id via telepon menyebutkan,Natal dan tahun baru sekarang masih dalam suasana Covid-19. Dia mengajak masyarakat merayakannya dengan tetap suka cita namun penuh kesederhanaan.

‘’Akibat Covid-19 semua kegiatan masyarakat sedikit dibatasi seperti masyarakat takut keluar rumah karena takut tertular virus Covid 19. Walaupun semua itu sangat besar sekali pengaruhnya terhadap ekonomi masyarakat mari tetap menjaga kerukunan hidup sesama umat beragama, jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan dalam menjalankan kehidupan dan menjalankan pembangunan,’’ katanya.

Mikael Pahanael (60), warga Kelurahan Lelogama, mengatakan akibat Covid-19,perayaan Natal 25 Desember 2020 sekarang tidak seperti biasanya, terasa sepi dan dingin. Biasanya sebelum Natal, anak dan cucunya pulang, sekarang tidak lagi.

“Sekarang ini yang paling penting sekali mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dalam mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Tofilus Baisila kades Fatumetan mengakatan jika dibandingkan Natal saat suasana pandemi dengan Natal di masa tidak pandemi pasti akan berneda. Sebelum Covid-19 biasanya dua minggu sebelum Natal, Pemerintah Desa Fatumetan  sudah banyak memasang spanduk-spanduk ucapan selamat di sekitaran Desa, sekarang tidak ada satupun spanduk yang dipasang hal ini disebabkan dana untuk pembuatan spanduk dialihkan ke kegiatan Covid-19.

“Kepada masyarakat mari tetap kita rayakan Natal 25 Desember 2020, dan Tahun Baru 1 Januari 2021 tapi tetap jalankan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran Pemerintah,” katanya.

sumber : Metro Timor.id/tim

 

Pos terkait