Satgas NTT Peduli Kepri Rayakan HUT Pertama Yang Dihadiri Ratusan Undangan

  • Whatsapp

BATAM, SALAMTIMOR.COM – Satuan Tugas NTT Peduli Kepulauan Riau merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-1. Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Sekertariat Satgas NTT Peduli Kepri, di Kompleks Ruko Buana Central Park, Blok Marshall No. 18, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam pada Selasa, (19/10/2021) pukul, 19.00 hingga 21.30 WIB.

Satgas NTT Peduli Kepri merupakan sebuah organisasi yang kini sedang melanglang buana, menunjukkan wujud kepeduliannya terhadap sesama yang membutuhkan, tanpa memandang suku, agama dan ras (SARA).

Acara tersebut berlangsung meriah yang dihadiri oleh ratusan undangan dan tampak mengharuhkan saat pemotongan Tumpeng, yang mana Pengurus DPD menyuapi tumpeng tersebut kepada beberapa tamu VIP serta perwakilan paguyuban yang hadir.

Tamu yang hadir diantaranya Kapolresta Barelang (diwakili oleh Kasat Binmas Polresta Barelang), Kasat Intel Polresta Barelang, Walikota Batam (Kabid Pelayanan Sosial Dinsos Kota Batam), Kepala Dinas Tenaga Kerja, Anggota DPRD kota Batam Don Woge, serta perwakilan dari sejumlah Ormas diantaranya; Ormas PBB kota Batam, Ormas Brigez kota Batam, Ormas IKA, Paguyuban KKL, Paguyuban Manggarai, Granita kota Batam, Romo Pascal, IKKT kota Batam, PT BMW (Owner dan manager), Organisasi Pemuda Ambesti kota Batam dan Para Ketua dari paguyuban lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Barelang yang diwakili oleh Manggiring Hutagaol selaku Kasat Binmas Polresta Barelang memberi apresiasi terhadap kehadiran Organisasi Satgas NTT Peduli yang telah berkontribusi sepanjang satu tahun perjalanannya.

“Pertama kami mengucapkan selamat kepada Satgas NTT Peduli yang hari ini merayakan hari ulang tahun yang pertama. Di usia setahun ini, kami juga mengapresiasi Satgas NTT Peduli yang telah banyak membantu masyarakat kota Batam tanpa membedakan,” ucap Manggiring.

Pada tempat yang sama, perwakilan Kepala Dinas kota Batam, Ali Akbar turut mengapresiasi kehadiran Satgas NTT Peduli. Hal ini juga diungkapkan dalam sambutannya.

“Kami menyampaikan permintaan maaf sebab Ibu Kadinsos tak dapat hadir karena sedang menghadiri acara di jam yang sama. Kami mengucapkan selamat kepada Satgas NTT Peduli dalam usia yang pertama ini dengan pencapaian yang luar biasa. Semoga tak hanya suku NTT saja, tetapi suku lainnya juga mari kita peduli kepada sesama. Selanjutnya dari sisi Pemerintahan, kami sangat mendukung setiap program ataupun kegiatan baik yang dilakukan oleh Satgas peduli,” tutur Ali.

Selanjutnya, Dia juga mengungkapkan terimakasih kepada seluruh undangan yang tetap patuhi protocol kesehatan. Ia berharap, ada kerjasama yang baik dalam menjalankan setiap kegiatan sosial.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua yang hadir ini masih tetap menerapkan prokes, yang mana kita sudah di level satu. Untuk itu, semoga kita ke depannya bisa saling menjaga dengan tetap patuhi prokes. Kami juga berharap, kerjasama tetap terjalin diantara kita untuk terus berbuat baik,” tandasnya.

Sementara, dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Satgas NTT Peduli, Musa Mau didampingi Wakil Ketua DPD, Marthen Eknoe dan Pastor Anthonius Faot selaku Pembina Satgas mengungkapkan bahwa pihaknya untuk menjalankan setiap kegiatan organisasi Satgas NTT Peduli ini, ada beberapa fasilitas yang sangat diperlukan, diantaranya; Mobil Ambulance dan Rumah Singgah.

“Yah, harus diketahui bahwa selama ini ketika Satgas menolong orang sakit yang harus dibawa ke RS, kami hanya menggunakan mobil-mobil pribadi pengurus atau anggota. Sehingga yang sangat kami perlukan untuk menunjang setiap kegiatan kami adalah mobil Ambulance. Kami juga membutuhkan kerjasama dari Pemerintah kota Batam dan juga dinas-dinas terkait dalam menjalankan visi dan misi ini. Mari kita sama-sama peduli terhadap mereka yang membutuhkan,” ucap Toni.

Marthen Eknoe selaku Wakil Ketua DPD Satgas NTT Peduli Kepri mengatakan bahwa pihaknya juga membutuhkan rumah singgah untuk menampung para TKW atau orang yang membutuhkan.

“Jadi Satgas tak hanya menolong orang sakit saja, melainkan orang matipun Satgas urus sampai pulangkan ke kampung halamannya. Sehingga mobil Ambulance itu memang sangat kami perlukan. Selain itu, kami juga sudah beberapa kali menolong TKW dari Malaysia. Nah, selama ini kami tampung di rumah anggota atau pengurus. Untuk itu, kami juga butuh sebuah rumah singgah,” pungkasnya.

Penulis: Wasti Naitboho

Pos terkait