Sekali Lagi: Kenapa Orang Yang Sudah Divaksin Bisa Positif Covid-19? Simak Penjelasannya

- Redaksi

Sabtu, 3 Juli 2021 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang yang sudah divaksinasi masih mungkin terkena Covid-19.

Orang yang sudah divaksinasi masih mungkin terkena Covid-19.

JAKARTA, SALAMTIMOR.COM — Covid-19 yang kembali mengganas di Indonesia membuat pemerintah Indonesia harus mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Gelombang Covid-19 kali ini bahkan menyerang orang yang sudah di vaksin. Hal ini mengundang banyak pertanyaan menyangkut dengan tingkat kemampuan efikasi vaksin terhadap Covid-19.

Menurut Prof. Amin Soebandrio (Ketua Lembaga Eijkman), efikasi adalah suatu penilaian terhadap suatu obat, termasuk juga vaksin dilihat dari bagaimana setelah diberikan obat atau vaksin itu memberi manfaat bagi populasi yang diberikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Pusat, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc SpP(K) menjelaskan alasan masih ada orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 meski telah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19. Menurutnya, efikasi vaksin turut berperan.

Efikasi merupakan persentase berkurangnya risiko orang menjadi sakit berkat divaksinasi dibandingkan orang yang tidak divaksin. Contohnya, Sinovac efikasinya 65,3 persen, Moderna sekitar 94, dan Pfizer 95 persen.

Artinya, orang yang mendapatkan vaksin Sinovac risikonya untuk tertular dan menjadi sakit berkurang sebanyak 65 persen. Jika disuntik vaksin Moderna atau Pfizer, maka risiko terinfeksi berkurang sebanyak 94 hingga 95 persen.

“Artinya, masih ada celah seseorang akan menjadi sakit dan terinfeksi. Namun, bila seseorang sudah divaksinasi dan terbentuk antibodi, kalaupun sakit akan ringan karena sudah ada antibodi,” jelas dokter yang juga menjabat sebagai Ketua PDPI Cabang Jakarta dalam webinar Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 disimak di Jakarta, Jumat (2/7).

Erlina menjelaskan, ketika divaksinasi, tubuh tidak serta merta membentuk antibodi saat itu juga. Tubuh baru membentuknya pada hari ke tujuh.

“Kalau terpapar sebelum divaksinasi maka mungkin karena masa inkubasi maka baru akan terkonfirmasi pada saat setelah divaksin. Atau terpapar setelah suntik vaksin, paparannya di bawah tujuh hari tersebut, karena kekebalan tubuh masih sedikit terbentuknya, masih ada kemungkinan menjadi sakit,” ujarnya.

Orang yang mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19 dan sudah 28 hari sudah optimal proteksinya dari vaksin. Mereka pun masih ada risiko terinfeksi, meski jarang sekali.

“Walaupun antibodi sudah optimal, sudah divaksin dua kali, tapi kalau virus yang masuk terlalu banyak karena abai pakai masker dan jaga jarak, maka antibodi atau kekebalan yang terbentuk pun akan kalah,” ujarnya.

Erlina menegaskan, orang yang terinfeksi sesudah divaksinasi Covid-19 akan lebih ringan gejalanya sehingga tidak perlu perawatan. Untuk itu, ia menyerukan untuk tidak melewatkan kesempatan vaksinasi.

“Divaksinasi jauh lebih baik daripada tidak divaksin,” kata Erlina.

(Artikel ini juga tayang pada media online REPUBLIKA.CO.ID)

Berita Terkait

Pj. Gubernur NTT Bersama 3 Bupati dari NTT Raih Penghargaan IGA 2023
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
Sudah Eksis 6 Tahun, IMO-Indonesia Miliki 338 Anggota di Seluruh Nusantara
Ayodhia Kalake Dilantik Mendagri Sebagai Penjabat Gubernur NTT
Peringati HUT PERADIN ke-59, Firman Wijaya: Tegakkan Hukum dan Keadilan
BPJS Kesehatan Launching Program PESIAR
Hingga Agustus 2023, KPK Tangkap 107 Orang Tersangka Korupsi
Ketua KPK Dorong Efek Jera Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi & Hak Politik

Berita Terkait

Rabu, 20 Maret 2024 - 13:36 WITA

IDRIP NTT Gelar Rakor Triwulan I Tahun 2024 Tingkat Provinsi

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Jumat, 3 November 2023 - 21:07 WITA

Diprediksi Bertahan Hingga Februari 2024, BMKG Ungkap Dampak El Nino

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA