SMA Efata SoE Gandeng YASPENSI Gelar Bimtek Karya Tulis Ilmiah

  • Whatsapp

SoE, SALAMTIMOR.COM – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui literasi, maka para guru di SMA Efata SoE bekerja sama dengan Yayasan Pustaka Pensi Indonesia (YASPENSI) menggelar bimbingan teknis (BIMTEK) penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Bimtek KTI tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai dari Kamis (11/11/2021) sampai dengan Sabtu (13/11/2021). Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam Bimtek KTI ini, para guru di bimbing untuk membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sementara para Kepala Sekolah di bimbing untuk membuat Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).

Kepala SMA Efata SoE, Rovis E. Selan, S.Pd., M.Pd, kepada awak media menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan di SMA Efata SoE adalah Bimtek Penulisan KTI dalam bentuk PTK bagi para guru dan dalam bentuk PTS bagi para Kepala Sekolah.

”Kegiatan yang digelar ini merupakan Bimtek penulisan karya ilmiah bagi guru dan juga Kepala Sekolah. Dalam kegiatan ini, kami dibimbing oleh para narasumber untuk membuat karya ilmiah dalam bentuk PTK dan juga PTS.”

Rovis juga menyampaikan bahwa kegiatan yang di gelar ini merupakan kerja sama dengan YASPENSI. Dirinya juga bersyukur bahwa dengan kehadiran YASPENSI, maka dapat memberikan serta mengarahkan kami para guru untuk dapat membuat tulisan dalam bentuk PTK maupun PTS.

“Kegiatan ini terlaksana karena ada kerjasama dengan YASPENSI. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada tim YASPENSI yang telah berbagi dengan kami di SMA Efata SoE.” ujar Rovis.

Lanjutnya, “Harapan kami kerja sama ini tidak terhenti disini tapi bisa terus berlanjut. Kehadiran YASPENSI juga memberikan motivasi yang baik bagi kami para guru.” tutup Rovis.

Pada kesempatan yang sama, Ketua YASPENSI, Marianus Seong Ndewi, S.Pd., M.M, menyampaikan bahwa,”kami bersyukur bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan SMA Efata SoE sehingga dapat menggelar kegiatan Bimtek Penulisan KTI dalam bentuk PTK dan PTS bagi guru dan Kepala Sekolah.”

“Tidak hanya hal-hal teknis terkait Pelatihan Penulisan KTI, tetapi kita juga memberikan materi-materi dan bahan-bahan penguatan bagi para guru mengingat saat ini guru mengajar di era milenial.” ucap Rian

Lanjutnya, “jadi guru juga mesti bersikap milenial. Harus ada satu progres, pergerakan serta perpindahan dari model pembelajaran lama yang mampu menyesuaikan diri dan menjawab tantangan kaum milenial di abad 21 ini.” ungkap Rian

“Untuk konteks Indonesia saat ini, sekolah ada assesmen nasional bagi siswa dan guru. Akan ada survei lingkungan belajar dan itu semua akan kita fasilitasi karena itu yang diharapkan dalam proses belajar mengajar di abad 21.” ujarnya

“Terkait PTK dan PTS di SMA Efata SoE tidak bayak guru yang berstatus PNS, namun semangat disini semua guru baik PNS maupun non PNS semua diwajibkan untuk membuat PTK.” kata Rian

“Dibandingkan dengan tempat lain, PTK hanya untuk para guru PNS saja. Untuk itu, ini menjadi hal baik bagi insan pendidikan di NTT mulai dari pemangku kebijakan sampai pada masyarakat. Karena memang sekolah juga tidak bisa berdiri sendiri.” tutur Rian

Disinggung menyangkut kerja sama YASPENSI dengan SMA Efata SoE untuk jangka panjang, maka Rian menjelaskan bahwa akan ada kerja sama (MOU) dari pihak YASPENSI dan SMA Efata SoE untuk beberapa kegiatan ke dapan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa visi dari YASPENSI adalah menjadikan manusia Indonesia yang berkarakter berbasis kepustakaan, seni, riset dan teknologi.

Rian mengungkapkan bahwa YASPENSI punya tiga semangat besar sesui visi dan misi yang ingin di bagun.

Untuk program kepustakaan, ada sastra jurnalistik, media, termasuk pelatihan pendampingan pembuatan karya tulis ilmiah.

YASPENSI punya satu pendekatan menarik yaitu tentang seni. Jadi untuk setiap proses pembelajaran, media pembelajaran, motode pembelajaran kita buat suatu pendekatan yang baru yaitu pendekatan seni.

“Mengapa pendekatan seni? karena itu lebih dekat dengan anak-anak NTT. Soalnya berbicara tentang seni, pasti mereka menyukainya. Ini semua untuk pengembangan pendidikan karakter.” tutup Rian

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait