SUKSES MEMBANGUN KARIR BIROKRASI DI BUMI CENDRAWASIH

  • Whatsapp
Foto : Drs. Ananias Faot, M.Si, (Sekretaris DPRD Kabupaten Mimika dan Ketua Tim Pendiri Media Online Salamtimor.com)

“Kepercayaan Ini Sebuah Amanah”

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7).” Nats ini sangat ideal mencerminkan keberhasilan karir birokrasi seorang putra NTT-TTS di bumi Cendrawasih (Papua). Doa telah membawanya melewati dan mengatasi berbagai rintangan dalam meniti karir mulai dari bawah.

Ya, dia adalah Drs. Ananias Faot, M.Si, Sekretaris DPRD Kabupaten Mimika Propinsi Papua saat ini, dan Ketua Tim Pendiri Media Online Salamtimor.com.

Sosoknya sederhana, ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja, tanpa memandang status dan jabatan. Kesan low profile pada pria yang satu ini, akan segera muncul ketika pertama kali anda bersua dengannya.

Pria kelahiran desa Tetaf, kecamatan Kuatnana, kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur, 17 April 1972 ini, bukan orang baru di dunia birokrasi. Sejak Papua masih disebut Irian Jaya, Ananias Faot telah mengabdikan dirinya di pedalaman Papua, sebagai seorang pamong.

Foto: Pelantikan PLj. Camat Borme Tahun 1997 (Drs. Ananias Faot, M.Si), setelah peningkatan status Kecamatan Pembantu menjadi Kec amatan Definitif yang dipusatkan Pelantikannya untuk 53 Kecamatan se-Irian Jaya di Kabupaten Jayawijaya.

Ayah dari Raymond  S.N. Faot, Jesica V.G. Faot dan Verisdion N. Faot, buah pernikahannya  bersama Resmiyana, wanita asal Sukabumi Jawa Barat ini, sejak kecil telah berada di tanah Papua mengikuti Pamannya Almahrum Simon Faot, yang bertugas sebagai seorang anggota polisi di Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Irian Jaya kala itu.

Seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA, diselesikan di Fak-Fak, mulai dari SD Negeri I Fak-Fak Tahun 1985, SMP Negeri I Fak-Fak (SMP Negeri Persiapan Timika) Tahun 1988 dan SMA Negeri I Fak-Fak Tahun 1991.

Pria murah senyum ini kemudian melanjutkan pendidikan di STPDN Jatinangor Jawa Barat, angkatan ke-3 Tahun 1994 dan Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta di Cilandak Jakarta Selatan pada Tahun 2001.

Foto: Awal penugasan Drs. Ananias Faot, M.Si di Perwakilan Kec. ( Kec. Pembantu Borme) dari Kec. OKBIBAB, Kab. Jayawijaya Tahun 1995 setelah setahun dinas di Okbibab Okotber 1994.

Kariernya sebagai pegawai negeri sipil, dimulai pada tahun 1994 di Kecamatan Kelila, Kabupaten Jayawijaya, dan dilanjutkan ke Kecamatan Okibab sebagai staf Seksi Pemerintahan.

Pada tahun 1995, Ananias Faot ditempatkan di Kantor Kecamatan Pembantu Borme, Kabupaten Jayawijaya hingga diangkat menjadi menjadi Pelaksana Jabatan Camat atau Kepala Wilayah Kecamatan Borme pada tahun 1997.

Saat bertugas di Disrtik Borme yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea ini, ada banyak kisah suka maupun duka yang dialami sebagai seorang pamong.

Foto: Salah satu kegiatan penyerahan dana Bantuan Desa (Bandes) dan program IDT ( Inpres Desa Tertinggal) Tahun 1998 di Kec. Borme

“Waktu itu situasi Papua tidak seperti sekarang. Kami harus berjalan kaki hingga dua hari di tengah hutan belantara untuk mencapai Kantor Pembantu Kecamatan. Kadang harus bermalam di tengah jalan, atau di pemukiman suku pedalaman,” ujarnya mengenang.

Kendati berat, sebagai seorang aparat pemerintah, Ananias Faot harus tetap menjalankan tugas-tugas pelayanan pemerintah. Berusaha selalu berbaur dan mendekatkan diri dengan masyarakat di pedalaman Papua yang kala itu belum banyak mengenal dunia luar, menjadi kunci yang  mengantarnya sukses menyelesaikan tugas.

Foto: Upacara Bendera dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1995.

Pada tahun 1999, oleh pemerintah Jayawijaya, ia diberi kesempatan menyelesaikan pendidikan S-1 di IIP Depdagri Jakarta hingga selesai pada tahun 2001.

Selepas pendidikannya di IIP pada tahun 2001, Ananias Faot kemudian dimutasikan ke Pemda Fak-Fak, dan bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah sebagai staf pada bagian Ortal, kemudian dipindahkan ke Bagian Umum sebagai Kasubag Protokol dan Rumah Tangga, hingga bergeser ke Bagian Tata Pemerintahan sebagai Kasubag Pemerintahan Umum pada tahun 2010.

Kariernya sebagai PNS kemudian dilanjutkan di Kabupaten Mimika, setelah mutasi pada tahun 2010. Ia ditempatkan pada bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Mimika.

Pada tahun 2012, Ananias Faot dipercaya sebagai Kepala Distrik Kuala Kencana selama dua tahun dan kemudian dipindahkan menjadi Kepala Distrik Hoya pada tahun 2014.

Setahun bertugas di Distrik Hoya, ia kemudian dimutasikan menjadi Sekretaris Distrik Mimika Timur Jauh pada tahun 2015 sebagai Sekretaris Distrik, sebelum mendapat kepercayaan setahun kemudian menjadin Kepala Distrik Mimika Baru pada tahun 2016.

Foto: Drs. Ananias Faot, M.Si menerima penghargaan sebagai Kepala Distrik terbaik se-Kabupaten Mimika Tahun 2018.

Bertugas selama empat tahun di Distrik yang menjadi ibukota Kabupaten Mimika dengan berbagai kompleksitas dan dinamika masalah itu, semakin mematangkan kapasitas Ananias Faot sebagai seorang pamong.

Hingga akhirnya, pada 17 Juli 2020, Ananias Faot mendapat kepercayaan dari Bupati Mimika, Eltinus Omaleng untuk menjabat Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kabupaten Mimika.

Menjadi seorang Sekretaris Dewan, bukanlah tugas yang mudah. Disatu sisi, sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, dirinya harus tunduk kepada pimpinannya di eksekutif. Tetapi pada saat yang sama, ia juga harus bisa mempatkan diri sebagai seorang Sekretaris bagi para Legislator yang penuh dengan dinamika politik.

“Puji syukur terhadap Tuhan yang memberikan kesehatan sehingga saya bisa menjalankan tugas yang diperintahkan dari pimpinan daerah sebagai Sekwan, karena ini amanah sehingga saya harus menjalankannya. Tugas yang saya emban ini sangat berat, tapi karena amanah sehingga saya harus laksanakan tanggungjawab ini.” Ujar Faot, kala Serah Terima Jabatan dari pejabat lama, Paulus Dumais S.Pd, MM.

Namun sebagai pemimpin yang baik, Ananias Faot percaya, dengan dukungan penuh seluruh staf sebagai sebuah tim kerja, maka tugas-tugas yang berat itu, niscaya akan terlaksana dengan baik.

Saat ini, beliau bersama Pater Antonius Faot, CS, Isak Doris Faot dan Jan Urip C. Faot mendirikan sebuah media online bernama Salamtimor.com. Media berbasis digital tersebut diharapkan mampu menyajikan Informasi dari Timor untuk Nusantara secara objektif, faktual dan terpercaya.

“Kita tahu bersama, bahwa informasi-informasi di era milenial saat ini semuanya berbasis digital. Oleh karena itu kami berinisiatif mendirikan media online Salamtimor.com  sebagai salah satu wahana penyaji informasi yang terpercaya.  Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali.”

“Teknologi dalam perkembangan arus produksi, konsumsi dan distribusi informasi memegang peranan penting. Urgensi peranan teknologi dalam proses massifikasi informasi terjadi ketika hasil teknologi membantu mengubah pola komunikasi yang dibatasi oleh ruang dan waktu menjadi pola komunikasi informasi tanpa batas. Dengan demikian, pada dasarnya teknologi bersifat baik, sehingga tidak mengherankan apabila terjadi perubahan dari media massa tradisional menjadi media massa baru. Pada akhirnya media baru dalam konteks teknologi dan globalisasi mengalami perubahan yang sedemikian kompleks. Globalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam industri dan teknologi media komunikasi. Kehadiran media online salamtimor.com semoga membantu masyarakat dalam mengakses informasi-informasi yang penting dan berguna.” Imbuh Ananias Faot, Ketua Tim Pendiri Media Online Salamtimor.com.

Foto: Drs. Ananias Faot bersama Ibunda tercinta Almh. Regina Faot

Ditanya apakah ada keinginan untuk kembali ke kampung halaman Timor Tengah Selatan, Ananias menjawab secara singkat bahwa, “Setiap langkah manusia diatur oleh Tuhan. Kita mengerjakan apa yang menjadi bagian kita dan biarkan Tuhan mengerjakan apa yang menjadi bagian-Nya. Di manapun kita mengabdi, apabila kita lakukan dengan tulus ikhlas, maka Tuhan akan memperhitungkan. Ada kerinduan untuk mengabdi bagi bagi kampung tercinta. Tetapi Tuhan masih memberi kepercayaan untuk mengemban amanah di bumi Cendrawasih. Saya berkomitmen untuk memperhatikan kampung tercinta dalam bentuk yang berbeda.” Tutupnya.

Penulis : Inyo Faot