Home / TTS

TERKAIT BANJIR DI BOKING, INI PENJELASAN PLT KEPALA BPBD KABUPATEN TTS

- Redaksi

Jumat, 2 April 2021 - 06:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten TTS, Drs. Yerry Otte Nakamnanu, M.Si (Foto sebelum pandemi Covid-19)

Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten TTS, Drs. Yerry Otte Nakamnanu, M.Si (Foto sebelum pandemi Covid-19)

SoE, SALAMTIMOR.COM – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Timor Tengah Selatan sejak seminggu terakhir menyebabkan banjir di kecamatan Boking tepatnya di desa Meusin dan Fatumanufui serta desa Skinu (kecamatan Toianas).

Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten TTS, Drs. Yerry Otte Nakamnanu, M.Si saat dihubungi oleh media Salamtimor.com melalui pesan WhatsApp tentang upaya penanggulangan bencana yang dilakukan menyatakan bahwa lokasi atau titik-titik bencana tersebut sudah ditinjau langsung oleh Bupati TTS dan beberapa Dinas terkait pada hari Senin, 29/03/2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk bencana di desa Meusin dan Fatumanufui, sudah ditinjau oleh Bapak Bupati dan beberapa Kepala Dinas terkait termasuk Dinas PU dan BPBD pada hari Senin, tanggal 29 Maret 2021 kemarin.”

Lanjutnya, “Kami (maksudnya BPBD) dan PUPR sudah koordinasi dengan PUPR Propinsi untuk dilakukan penanganan teknis dengan dasar status bencana dari Bupati TTS.” jelas Nakamnanu.

Sambung Nakamnanu, “Karena titik bencana khusus di jalan berada pada jalan negara, maka akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT. Sedangkan titik limbasan air tetap menjadi tanggung jawab Pemda TTS dan sudah diperintahkan oleh Bapak Bupati untuk segera ditindaklanjuti.” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada korban jiwa dan berapa banyak kerugian materil yang ditimbukan dengan adanya bencana ini, maka Nakamnanu menjawab bahwa kalau korban jiwa dan materil sampai saat ini belum ada laporan.

“Tapi yang ditakutkan kalau curah hujan masih tinggi akan sangat rentan sekali adanya korban materil.” tutup Nakamnanu.

AMP TTS Desak PEMDA Ambil Langkah Cepat

Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) TTS melalui Koordinator Yefta Banunaek meminta Pemerintah Kabupaten TTS mengambil langkah cepat untuk mengurangi resiko bencana.

“Hari ini (Kamis, 01/04/2021) hujan deras dari pagi sampai malam sehingga air meluap sekitar setengah meter, namun warga antisipasi karena mengingat kejadian 2020 pernah makan korban. Kami minta supaya Pemerintah Kabupaten TTS melalu dinas terkait seperti PUPR untuk segera membangun tanggul seperti bronjong untuk meminimalisir atau menihilkan risik bencana,” tutur Yefta.

Sementara, Wakil Koordinator, Yufry Lenamah menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh main – main terhadap risiko bencana yang akan datang.

“Pada bulan November tahun 2010 banjir besar menyebabkan kali Noeponof pernah meluap dan memakan korban jiwa sebanyak 16 orang, 120 lainnya luka-luka, 38 rumah rusak dan kerugian lain yang tidak terdata jumlahnya. Sehingga kami berharap pemerintah Kabupaten TTS khususnya BNPB serius menangani dan membantu masyarakat dalam meminimalisir resiko atau menghilangkan risiko bencana alam,”pungkas Yufry.

(Redaksi STC)

Berita Terkait

IPS gelar Kegiatan Membangun Budaya Literasi Sains, Numerasi, dan Bahasa Inggris Melalui Game Bagi Siswa SD di Desa Kesetnana
Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno
Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA