Home / TTS

Terkait Dugaan Intervensi Bupati TTS Dalam Kasus PMH Terhadap Pospera, Kuasa Hukum: Makanya Paham Hukum, Ini Bukan Unjuk Rasa

- Redaksi

Jumat, 2 Juli 2021 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stefanus Pobas, SH

Stefanus Pobas, SH

SoE, SALAMTIMOR.COM — Agenda sidang pemeriksaan saksi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh Ketua perkumpulan masyarakat hukum adat Kualin-Kuatae (Kualin Raya), Joni Toni kepada DPC POSPERA TTS sehubungan dengan persoalan tambak garam di desa Toineke berujung pada aksi protes tergugat.

Tergugat 1, Yerim Yos Fallo merasa bahwa ada intervensi dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati TTS terhadap kasus ini.

Dugaan Yerim merujuk pada saksi yang dihadirkan dari Kesbangpol Kab. TTS yakni Denike F.G. Marollu, SH (Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait pernyataan protes tentang dugaan adanya intervensi Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati TTS oleh Yerim Yos Fallo sebagai tergugat, maka Kuasa Hukum penggugat angkat bicara.

Kepada media Salamtimor.com melalui pesan Whatas App, Kuasa Hukum penggugat, Stevanus Pobas, SH, menyampaikan bahwa, “Saudara saksi yang dihadirkan yakni Denike F.G. Marollu, SH (Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan) dari Kesbangpol dalam persidangan itu atas dasar surat permohonan saya sebagai Kuasa Hukum Penggugat tertanggal 28 Juni 2021 dan bukan atas inisiatif Bupati TTS”. tegas Pobas

Lanjut Pobas, “Hal ini juga sudah sesuai dengan UU Republik Indonesia Nomor: 8 Tahun 2003 tentang Advokat, yang mana dalam pasal 17 diatur bahwa dalam menjalankan profesinya, Advokat berhak memperoleh informasi data dan dokumen lainnya baik dari Instansi Pemerintah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan tersebut yang diperlukan untuk pembelaan kliennya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Stevanus menambahkan bahwa,” dalam hukum acara perdata, seorang atau para pihak dalam perkara perdata berhak untuk menghadirkan saksi siapa dan dari manapun untuk pembuktian dan pihak lainnya juga berhak hanya untuk bertanya kepada saksi itu di dalam ruangan persidangan dan tidak berhak untuk menanyakan siapa yang suruh hadir karena yang pasti adalah saksi hadir karena dihadirkan oleh pihak Penggugat. Makanya menjadi hal penting itu adalah paham hukum baru bicara karena ini bukan kayak unjuk rasa di luar sana.” tutup Pobas.

Penulis: Inyo Faot

Berita Terkait

IPS gelar Kegiatan Membangun Budaya Literasi Sains, Numerasi, dan Bahasa Inggris Melalui Game Bagi Siswa SD di Desa Kesetnana
Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno
Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA