Tiga Tahun Didirikan, SMP Negeri Noeolin Masih Gunakan Gedung Darurat Sebagai Tempat KBM

  • Whatsapp

TTS, SALAMTIMOR.COM — Berbicara tentang pendidikan, berarti kita berbicara tentang kebutuhan seluruh anak bangsa, karena pendidikan adalah satu-satunya alat yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tanpa pendidikan, maka manusia tidak akan berdaya. Karena pendidikan dinilai sangat penting, maka pendidikan harus direalisasikan secara nyata.

Walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa sampai dengan hari ini, masih banyak sekolah-sekolah yang sarana dan prasarananya belum memadai.

Salah satunya adalah SMP Negeri Noeolin, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan – NTT.

Walaupun sudah 3 tahun didirikan, tetapi sampai dengan hari ini sekolah tersebut belum memiliki gedung yang pasti layaknya sekolah-sekolah yang lain.

Pantauan media ini pada tanggal 26 Februari 2022, kepala SMP Negeri Noeolin Piter Talelu, S.Pd memimpin secara langsung pembuatan gedung darurat sekolah tersebut bersama masyarakat setempat dengan menggunakan daun lontar dan dinding bebak.

Kepada media ini, kepala SMP Negeri Noeolin, Piter Talelu, S.Pd menyampaikan bahwa pembuatan gedung sekolah darurat tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pihak sekolah, orang tua siswa, masyarakat setempat dan para usif, agar kegiatan belajar mengajar bisa terus berlanjut.

Terkait hak atas tanah, Talelu menjelaskan bahwa telah dilakukan pelepasan hak atas tanah untuk pembuatan gedung darurat tersebut.

Menurut Talelu, gedung darurat sekolah tersebut awalnya dibangun dipinggir sungai, namun karena lokasi tersebut rawan bencana saat musim hujan, akhirnya melalui kesepakatan bersama gedung sekolah tersebut dipindahkan.

Dirinya berharap pemerintah dapat memberi perhatian kepada mereka agar, gedung sekolah tersebut bisa segera dibangun, karena menurutnya walaupun hanya belajar digedung darurat tetapi para siswa-siswinya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.

Untuk diketahui jumlah siswa – siswi di SMP Negeri Noeolin berjumlah 57 orang. Sedangkan untuk guru berjumlah 9 orang yaitu 2 guru PNS dan 7 guru honorer. (*Tim)

Pos terkait