Uksam Selan Merasa Dilecehkan dan Siap Lapor Polisi Terkait Tuduhan Simon P. Benu

  • Whatsapp
Keterangan Foto: Dr. Uksam B. Selan, S.Pi, MA (Ketua Komisi I DPRD TTS).

SoE, SALAMTIMOR.COM – Dr. Uksam  Selan, S.Pi, MA, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten TTS geram dengan tuduhan salah satu calon kepala desa Nule atas nama Simon Petrus Benu dan siap melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini bahwa Simon Petrus Benu selaku salah satu calon Kepala Desa Nule menyampaikan bahwa anaknya Uksam Selan yang masih dibawah umur ikut memilih dalam hajatan Pilkades tersebut.

Uksam saat menghubungi wartawan media online Salamtimor.com pada Jumat (03/12/2021) membantah bahwa anaknya yang masih dibawah umur ikut memilih dalam Pilkades Nule sebagaimana yang dituduhkan oleh Calon Kepala Desa Nule atas nama Simon Petrus Benu.

Uksam juga menyampaikan bahwa keluarga memintanya untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian karena merasa dilecehkan dan di fitnah.

“Semua keluarga meminta untuk lapor karena ini ada sesuatu yang tidak beres to. Karena tuduhan ini tanpa dasar sama sekali. Mencatut langsung nama saya ini maksudnya apa? Saya punya anak tidak dekat memang di sana (maksudnya tempat pemilihan). Saya secara politik dirugikan.”kata Uksam

Lanjutnya, “Nanti orang pikir bahwa selama ini saya jadi DPRD tiga periode pasti menggunakan cara-cara yang demikian to, sehingga saya perlu lapor untuk ada pembuktian jelas. Ini pelecehan yang tidak berkaitan sama sekali. Pelecehan benaran ini. Saya punya anak tidak ada urusan.”

“Nama di DPT juga tidak ada. Yang dapat undangan dalam pemilihan ini hanya saya dengan isteri. Jadi ini memang melecehkan saya. Saya akan tetap lapor karena memang ini unsurnya terpenuhi. Saya akan lapor, tapi masih menunggu bukti copy DPT untuk buktikan saya punya anak tidak ada dalam DPT.” tegasnya

“Terus saudara Petrus Benu dia menuduh seperti itu dasarnya apa? karena saat pemilihan dia ada duduk dengan lima orang calon disitu dan semua orang yang pilih lewat depan mereka. Betul dia rekam atau liat saya punya anak masuk dan pilih? itu saya minta pembuktian itu. Dan pasti tidak ada bukti itu.” Kata Uksam

Simon Petrus Benu (Calon Kepala Desa Nule Periode 2022-2028)

“Uksam juga meminta semua calon harus tambah arif dan dewasa dalam menanggapi informasi-informasi. Kalaupun ada yang merasa tidak puas ada ranahnya. Ada ranah pengaduan ada ranah hukum.

Bukan seenaknya langsung menuduh. Ini sasarannya apa? Motivasinya apa?. Boleh protes tapi itu’kan ada ranahnya. Bisa di Bupati, PMD, Kecamatan, DPRD. Lalu terburuk ada diranah hukum. Bukan serta-merta langsung menuduh.” Tutup Uksam

Simon Petrus Benu saat dikonfirmasi oleh media ini menyampaikan bahwa, “banyak yang melihat anaknya pak Uksam ikut mencoblos dengan menggunakan surat undangan. Entah surat undangan itu atas nama dia atau orang lain, kita juga tidak tau.” Kata Petrus.

“Tapi dia juga memegang surat undangan sehingga pada waktu itu, saksi juga tidak protes karena kita beranggapan bahwa orang yang memegang surat undangan itu, adalah orang yang sudah cukup umur untuk ikut memberikan hak suara. Dan banyak saksi yang lihat.”

Ditanya apakah nama anaknya pak Uksam yang dibawah umur ada dalam DPT, Petrus menjawab bahwa, “ternyata namanya tidak ada didalam DPT. Termasuk dengan anak dibawah umur lainnya yang undangannya sempat di foto oleh teman calon nomor 3, dan itu ada. Tetapi tidak cukup umur untuk memberikan hak suara. Tetapi ternyata diundang.” Ucap Petrus

Petrus juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan secara resmi dugaan kecurangan pemilihan Kepala Desa Nule ke Bupati TTS, Komisi I DPRD TTS, Dinas PMD dan semua instansi terkait.

Disinggung menyangkut dengan langkah hukum yang akan ditempuu oleh Uksam Selan, Petrus menjawab bahwa, “Silahkan saja kalau beliau mau menempuh jalur hukum. Dan pasti saya siap karena kita sebagai warga Negara yang taat aturan ketika saya dipanggil oleh pihak kepolisian pasti saya akan datang.” tutup Petrus Benu

Sebelumnya juga Ketua Panitia Pilkades Nule, Yiswa O. Selan telah menyampaikan klarififikasi soal tuduhan kecurangan dalam proses mpemilihan tersebut.

“Informasi bilang ada kecurangan itu tidak benar. Semua warga masyarakat desa Nule dapat undangan. Bukan kami tidak kasih, dan tuduhan adanya pemilih anak di bawah umur termasuk anaknya pak Uksam Selan itu informasi yang tidak benar dan berdasar.” ujar Yiswa

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait