Walikota Kupang Hadiri Kebaktian Perdana Pos Pelayanan Batuplat, GMIT Pohonitas Manulai II

  • Whatsapp
Keterangan Gambar: Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H

Kota Kupang, Salamtimor.com — Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H, di dampingi oleh anggota DPRD Kota Kupang, Alfred Djami Wila dan Diana Oktoviana  Bire, Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang Orson Nawa, Camat Alak, Lurah Batuplat, Wakil Sekretaris Majelis Harian Sinode GMIT  Pdt. Elisa Maplani, M.Si dan Ketua Majelis Jemaat Pohonitas, Pdt. Tom Hayer, S.Th, menghadiri kebaktian perdana dan peresmian Pos Pelayanan Batuplat di Gedung Kebaktian sementara Pospel Batuplat pada Minggu, (22/11) sore.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada Panitia dan Majelis Jemaat yang telah mengundang Pemerintah Kota Kupang untuk menghadiri Ibadah perdana pada Pos Pelayanan tersebut. “Kami percaya bahwa ini adalah mujizat Tuhan, agar iman kita semakin kuat dan tangguh dalam membangun kota ini ke depan,” ungkapnya. Diakuinya pemerintah perlu mendukung pembangunan seperti ini, yang akan diusahakan dalam pembahasan anggaran bersama DPRD Kota Kupang.

Kepada seluruh jemaat yang hadir, tak lupa Wali Kota yang akrab disapa Jeriko itu mengingatkan tentang bahaya covid 19 dan perlunya mentaati protokol kesehatan yang berlaku. “Karena covid adalah musuh kita semua dan kita harus kita lawan dengan mentaati protokol kesehatan yang ada,” tegasnya.

Drs. Frans Folamau, M.Pd selaku Ketua Panitia Pembentukan pos pelayanan Batuplat, dalam laporannya menyampaikan limpah terima kasih kepada semua panitia yang sudah bekerja keras selama lima bulan untuk mendirikan Gedung Ibadah darurat sambil menyiapkan segala kebutuhan pembangunan Gedung Kebaktian baru.

Ada 200 Kepala Keluarga yang terdaftar dan tergabung sebagai jemaat dalam pos pelayanan ini. Menurutnya, pos pelayanan Batuplat ini dibentuk dengan tujuan agar pelayanan kepada jemaat bisa lebih terjangkau dan tidak terfokus pada Gereja induk Pohonitas saja.

Pada kesempatan yang sama atas nama jemaat ketua panitia juga menyampaikan permohonan dukungan dari Pemerintah Kota Kupang dan semua pihak yang bersedia membantu proses pembangunan gedung kebaktian pos pelayanan Batuplat tersebut.

Pdt. Elisa Maplani, M.Si, Wakil Sekretaris Majelis Harian Sinode GMIT yang memimpin ibadah tersebut dalam khotbahnya memberikan tiga poin utama yang harus dipegang teguh oleh jemaat yang baru memulai.

Yang pertama, adalah persatuan jemaat gereja itu sendiri. Jika persatuan dipegang teguh, sudah pasti tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apapun juga.

Kedua, adalah hidup dalam solidaritas satu dengan yang lain. Solidaritas menurutnya artinya ikut merasakan apa yang dihadapi oleh sesama jemaat, jadi yang kuat menopang yang lemah untuk bersama menuju satu tujuan yakni memuliakan Tuhan. Bukan hanya menerima berkat, tapi juga menjadi berkat bagi sesama.

Poin ketiga menurut Pdt. Elisa adalah bertekun dan sehati di dalam bait Allah. “Roh Kudus yang akan memimpin jemaat di Pos Pelayanan Batuplat untuk terus menyelenggarakan Ibadah demi hormat dan kemuliaan nama-Nya. Semoga Pos pelayanan ini bisa berjalan dengan baik dalam pelayanan, jadikan perbedaan sebagai kekuatan utama, bukan sebagai akar pertikaian,” pesannya mengakhiri kotbah.

(Sumber: Humas Pemkot Kupang)

Pos terkait