WARGA DESA PUKDALE KEMBALI MEMBENAHI RUMAH MASING-MASING PASCA BANJIR

  • Whatsapp
Tampak salah satu warga desa Pukdale, Kabupaten Kupang membersihkan dokumen-dokumen penting pasca bencana banjir yang menimpa daerah tersebut. (Foto: Adi Kebkole, STC)

Kupang, SALAMTIMOR.COM — Sembilan hari pasca banjir bandang di kabupaten Kupang, propinsi NTT tepatnya di desa Pukdale dusun Velakdale, warga mulai bergotong royong untuk membenahi rumah masing-masing yang terdampak banjir.

Ketua Majelis Jemaat Mizpa Tatebudale, Pdt. Letaningsi Nome Via S. Th kepada media Salamtimor.com menyatakan bahwa, “total korban yang terdampak akibat bencana ini terdapat 161 kepala keluarga dan berdasarkan data terdapat 31 rumah yang rusak total.”

Lanjut Pendeta Letaningsi, “sudah banyak bantuan yang datang berupa logistik dari berbagai lapisan mulai dari jemaat, tetangga, LSM, dan relawan dari berbagai daerah untuk berbagi kasih bersama dengan masyarakat tedampak bencana disini. Adapun dukungan bantuan dalam bentuk fisik yaitu pembersihan puing-puing rumah yang hancur dan pembersihan lumpur yang mengendap pada rumah warga oleh satuan Yonif 743 Naibonat, Polda NTT, pemuda sekitar daerah Pukdale, dan pemuda-pemudi dari Klasis Fatuleu Barat.” Jelasnya.

“Sedangkan untuk logistik sampai saat ini stok makanan masih tersedia. Kebutuhan utama dari para korban saat ini yaitu bantuan berupa perabotan rumah tangga dan juga bantuan perumahan bagi korban yang rumahnya diluluhlantakan banjir atau rusak total.” Tutup Pendeta Letaningsi.

Penyeluran bantuan kepada korban bencana banjir di desa Pukdale, Kabupaten Kupang

Pada kesempatan yang sama, kepada awak media Salamtimor.com, relawan dari Frisen Flag, Reza, menyampaikan bahwa, “Frisen Flag membawa 20 dus susu dengan kapasitas 36 bungkus per dus untuk dibagkan kepda warga masyarakat korban bencana. Kiranya bantuan kami bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita disini.” Tutupnya.

Kepada media ini, sejumlah masyarakat menyampaikan bahwa hampir semua harta benda mereka hanyut terbawa arus air dan tertimbun lumpur.

“Kemarin ada bantuan dari pemuda Fatuleu. Mereka membongkar rumah yang sudah rubuh dan menemukan sejumlah dokumen penting seperti ijazah, akta dan raport. Untuk sementara kami tidur di kakak punya rumah di atas karena tidak kena banjir”. Ucap salah seorang warga.

Ketika berada dilokasi kejadian bencana, wartawan Salamtimor.com juga melihat petugas dari kementrian PUPR bersama dengan beberapa aparatur desa setempat sedang mendata rumah rumah warga yang rusak terdampak bencana.

Penulis: Ady Kebkole

Pos terkait