Waspada, Satelit NASA Identifikasi Tanda Awal Kehadiran El Nino

- Redaksi

Jumat, 19 Mei 2023 - 04:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Florida, Salamtimor.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengidentifikasi tanda-tanda awal kehadiran El Nino dari luar angkasa menggunakan satelit Sentinel-6 Michael Freilich. Satelit NASA ini merekam kemunculan gelombang hangat Kelvin yang bergerak ke arah timur melintasi Pasifik.

Gelombang Kelvin merupakan sebuah fenomena yang sering dianggap sebagai pendahulu El Nino. Data dari satelit Sentinel-6 Michael Freilich, yang memantau permukaan laut, menunjukkan gelombang Kelvin bergerak melintasi Pasifik.

Gelombang Kelvin merupakan gelombang laut panjang setinggi hanya 5 sampai 10 cm, tetapi lebarnya ratusan mil. Mereka dianggap sebagai pendahulu El Nino ketika mereka terbentuk di ekuator dan memindahkan lapisan atas air yang hangat ke Pasifik barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu satelit NASA mendeteksi gelombang hangat Kelvin di Samudra Pasifik bergerak ke arah timur menuju pantai barat Amerika Selatan pada bulan Maret dan April.

“Kami mengawasi El Nino ini seperti elang,” kata Josh Willis, seorang ilmuwan proyek di Sentinel-6 Michael Freilich di NASA’s Jet Propulsion Laboratory (JPL) dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (17/5/2023).

Satelit Sentinel-6 antara awal Maret dan akhir April menunjukkan gelombang Kelvin menggerakkan air hangat ke timur, menyatukannya di lepas pantai Kolombia, Ekuador, dan Peru. Bagian merah dan putih dari animasi mewakili air yang lebih hangat dan permukaan laut yang lebih tinggi.

“Gelombang laut mengeluarkan panas di sekitar planet, membawa panas dan kelembapan ke pantai dan mengubah cuaca,” kata Nadya Vinogradova Shiffer, ilmuwan program NASA dan manajer Sentinel-6 Michael Freilich.

El Nino adalah bagian dari siklus iklim El Nino-Southern Oscillation (ENSO). Biasanya, angin timur di sepanjang khatulistiwa yang dikenal sebagai angin pasat, meniupkan air permukaan ke barat melintasi Pasifik.

Angin ini memindahkan air laut yang hangat dari Amerika Selatan menuju Asia. Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan pada pola cuaca di seluruh dunia.

El Nino biasanya terjadi setiap tiga sampai lima tahun sekali, tetapi dapat terjadi lebih sering atau lebih jarang. El Nino terakhir terjadi pada 2019 dan berlangsung selama enam bulan, antara Februari dan Agustus.

National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) pada 11 Mei 2023 mengatakan, ada 90% kemungkinan El Nino akan melanda tahun ini dan bertahan hingga musim dingin di Belahan Bumi Utara.

Menurut prediksi NOAA, ada kemungkinan 80% terjadi El Nino sedang, yang mengakibatkan suhu permukaan laut naik 1,8 derajat Fahrenheit atau 1 derajat Celcius.

NOAA dan NASA akan terus memantau kondisi di Pasifik selama beberapa bulan mendatang untuk menentukan apakah dan kapan El Nino akan melanda dan seberapa kuatnya. Pada bulan April, para ilmuwan mencatat suhu permukaan laut tertinggi yang pernah ada, dengan rata-rata global mencapai 21,1 derajat Celcius.

Willis mengatakan kombinasi alam, antara fenomena El Nino dan peningkatan suhu laut bisa berarti serangkaian rekor tertinggi dalam 12 bulan ke depan. “Tahun mendatang akan menjadi perjalanan yang liar jika El Nino benar-benar muncul,” katanya.

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com dengan judul “Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik”.

Berita Terkait

Presiden Amerika Serikat Minta Negara Palestina Hentikan Serangan Roket Maut ke Israel
Calon Kepala Desa di Kecamatan Landu Leko Deklarasi Damai Pilkades 2020
Joan Mir Catat Sejarah, Akhiri Penantian 20 Tahun Suzuki Pimpin Klasemen MotoGP
Valentino Rossi Positif Covid-19, Luca Marini Minta Anak Muda Hati-Hati

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA