YPKM dan KaSoGi Bangun Satu Unit Rumah Layak Huni Untuk Warga Fatukopa

  • Whatsapp
Ketua YPKM, Sandy Matias Rupidara bersama Martha Manu, warga desa Fatukopa.

SoE, SALAMTIMOR.COM — Kemajuan Iptek yang ditandai dengan perkembangan digitalisasi yang pesat saat ini, ternyata masih meninggalkan berbagai kesenjangan ditengah-tengah masyarakat.

Jangankan ikut menikmati eforia digitalisasi, untuk urusan makan-minum saja masih menjadi pergumulan berat bagi sebagain masyarakat kelas bawah.

Belum lagi diperparah dengan kondisi rumah sebagian masyarakat yang benar-benar tidak layak untuk di huni. Disinilah jurang kesenjangan itu nampak.

Walaupun sudah ada Dana Desa, akan tetapi belum mampu menjawab kondisi miris yang dialami oleh sebagian masyarakat yang kurang mampu khususnya soal penyediaan rumah layak huni.

Kondisi rumah Martha Manu, warga desa Fatukopa, kecamatan Fatukopa, kabupaten TTS.

Martha Manu, warga RT. 001 / RW. 001, desa Fatukopa, kecamatan Fatukopa, kabupaten TTS adalah salah satu masyarakat yang tinggal bertahun-tahun dalam kondisi rumah yang di atap dan di dinding dari daun kelapa.

Nasib yang sungguh memilukan dan penuh keterbatasan. Wanita parubaya ini harus menerima kenyataan tinggal dalam rumah yang berukuran sangat kecil. Selalu tidur beralaskan tikar.

Walaupun keadaan dan kondisi mama Martha sungguh memprihatinkan, namun hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah desa maupun pihak lainnya.

Saat ditemui dikediamannya, Martha Manu mengisahkan bahwa dirinya selama ini tinggal sendiri dirumah tersebut semenjak almarhum Bapaknya meninggal.

Ia mengaku kalau kondisi rumahnya ini sudah pernah di datangi oleh mantan kepala desa waktu itu bersama Camat periode sebelumnya namun setelah mereka kembali tidak ada tindak lanjut.

Saat ditanyai apakah ada bantuan dana desa, maka Martha cuman mengatakan bahwa ia hanya mendapatkan bantuan BLT Covid saja.

Peletakan Batu Pertama oleh Ketua YPKM, Sandy Matias Rupidara untuk pembangunan rumah layak huni bagi Martha Manu, warga desa Fatukopa yang bertahun-tahun tinggal dirumah reot.

Setelah mengetahui informasi tentang kondisi rumah mama Martha Manu, maka Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KaSoGi) tergugah dan merasa empati dan langsung merespon dengan membantu satu unit rumah baru bagi mama Martha.

Kepada media ini, Ketua Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM), Sandy Matias Rupidara setelah acara pelatakan batu permata untuk pembangunan rumah Martha Manu pada Jumat (16/07) menyampaikan bahwa informasi tentang kondisi rumah mama Martha telah diketahui pada beberapa waktu yang lalu.

“Beberapa waktu yang lalu kita mendapat informasi bahwa kondisi seorang ibu sangat memprihatikan karena tinggal dirumah yang benar-benar tidak layak huni selama beberapa tahun di Fatukopa. Karena itu, maka kami digerakkan oleh Tuhan untuk melihat bahwa ada sebuah jeritan jiwa yang menanti untuk segera ditolong agar bisa keluar dari penderitaan. Dan hari ini kita hadir untuk menolong.” ucap Sandy.

Lanjut Sandy, “keadaan seperti ini tidak perlu kita salahkan siapa-siapa. Tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata untuk menolong mereka yang benar-benar pantas dan patut untuk ditolong.”

“Dan oleh anugerah Tuhan, maka hari ini kita mulai dengan peletakan batu pertama untuk membangun satu unit rumah permanene berukuran 4×6 untuk mama Martha.” ucap Sandy.

Sambungnya, “pekerjaan rumah bagi mama Martha ini akan dibantu oleh jemaat Talitakum Tuapene, bekerja sama dengan pak Amros dari gereja GBI Filadelfia Fatukopa.” tutup Rupidara

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait