Home / TTS

YPKM dan KASOGI Bantu Masyarakat Desa Fatukopa Dengan Sumur Bor

- Redaksi

Kamis, 26 November 2020 - 12:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar: Pemasangan Mesin Pengeboran Air Tanah Bantuan Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI) di Tipa, Desa Fatukopa, Kec. Fatukopa, Kab. TTS. (Foto: Inyo Faot)

Keterangan Gambar: Pemasangan Mesin Pengeboran Air Tanah Bantuan Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI) di Tipa, Desa Fatukopa, Kec. Fatukopa, Kab. TTS. (Foto: Inyo Faot)

SoE, Salamtimor.com – Peran lembaga sosial lokal dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah sebagai inspirator, motivator, dinamisator, organisator, stabilisator, mitra kritis pemerintah dan stakeholder pembangunan–pemberdayaan masyarakat.

Demikian peran yang dilakonkan oleh Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagai (KASOGI) sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang terus berbagi kasih dan memainkan peran strategis dalam mendukung pemberdayaan komunitas masyarakat pedesaaan.

Kali ini, YPKM dan KASOGI memberikan bantuan berupa Sumur Bor kepada masyarakat Desa Fatukopa, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program penyediaan air bersih oleh kedua lembaga ini melalui pengeboran air tanah, merupakan cara paling efektif dalam membantu mengatasi persoalan kekeringan yang melanda sejumlah tempat di Kabupaten TTS, termasuk Desa Fatukopa dimana masyarakat selama bertahun-tahun mengalami kelangkaan air bersih terutama pada musim kemarau.

Keterangan Gambar: Tampak pemasangan mesin pengeboran air tanah bantuan Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI) di Tipa, Desa Fatukopa, Kec. Fatukopa, Kab. TTS. (Foto: Inyo Faot)

Melihat akan kondisi ini, maka YPKM dan KASOGI membantu masyarakat setempat dengan pengadaan sumur bor. Pekerjaan atau dimulainya pengeboran air tanah tersebut direalisasikan pada hari Rabu, 25/11/2020.

Ketua YPKM, Sandy Matias Rupidara, kepada media ini menyampaikan bahwa “apa yang terjadi hari ini adalah jawaban dari pergumulan panjang masyarakat Fatukopa kususnya warga yang berada di Tipa.”

Lanjutnya, “pada hari ini, Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan KASOGI sesuai dengan rencana melakukan kegiatan pengeboran air tanah di Desa Futukoto bersama Pendeta Johan selaku donatur yang menyediakan mesin bor ini, yang mana akan di peruntukkan untuk dasa-desa kesulitan akan air bersih.”

Tambah Rupidara “pemberian bantuan sumur bor untuk penyediaan air bersih ini rencananya akan terus dilanjutkan pada tahun ini dengan target 10 titik pengeboran yang sudah di tentukan. Harapan kami, dengan kehadiran sumur bor tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Tetapi jika debit airnya besar dan memungkinkan, maka pengembangan pertanian terkhususnya tanaman hortikultura skala kecil bisa dicoba. Tujuannya untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.”

Pada kesempatan tersebut, Sandy juga menyampaikan “terima kasih atas semua bantuan para sponsor/donator yang telah mendukung kami sehingga tersedia semua kebutuhan untuk proses pengoboran. Terkhususnya kepada Pendeta Johan dari Bandung yang hari ini bersama kami melakukan pegeboran di Desa Fatukopa. Kiranya, Tuhan Yang Maha Esa memperhitungkan budi baiknya pak Johan sekeluarga dan semua rekan-rekan di Bandung yang telah memfasilitasi kami.” Tutup Sandy.

Keterangan Gambar: Pendeta Johan, Sponsor/Donatur untuk pengeboran air tanah kerja sama dengan YPKM dan KASOGI. (Foto: Inyo Faot)

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Johan selaku sponsor/donatur yang menyediakan mesin bor menyampaikan bahwa “ketika melihat kondisi di sini di bandingkan dengan kita yang berada di pulau Jawa, maka dapat dikatakan kondisinya berbanding terbalik. Melihat akan persoalan di sini sebagai saudara seiman dalam Tuhan Yesus sebagai anak-anak Tuhan tidak boleh diam. Apa yang bisa kita lakukan kenapa tidak kita lakukan.

Lanjutnya, “air menjadi kebutuhan pokok manusia untuk itu kita menyediakan mesin bor di sini yang mana kelak manfaatnya di peruntukan buat semua masyarakat.” Tutup Pendeta Johan. (Inyo Faot)

Berita Terkait

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru