Bupati TTS Apresiasi Terobosan Plan Indonesia Dalam Pemberdayaan Masyarakat Saat Lakukan Panen Raya Tanaman Hortikultura di Desa Oe’Ekam

  • Whatsapp
Bupati TTS saat lakukan panen raya tanaman Hortikultura di desa Oe'ekam, kecamatan Amanuban Timur pada Kamis, 30/09/2021.(Foto: ST/Inyo)

SoE, SALAMTIMOR.COM – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melakukan kegiatan panen raya tanaman hortikultura di desa Oe’ekam kecamatan Amanuban Timur.

Panen raya ini merupakan wujud dukungan pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama Plan Indonesia terhadap anak muda, terutama kaum muda perempuan, yang merupakan petani-petani muda dan telah sukses membangun usaha hortikultura berupa sayur-sayuran dan buah-buahan secara organik.

Kegiatan panen raya berlangsung pada Kamis, (30-9-2021). Kaum muda yang berperan dalam aktifitas pertanian hortikultura ramah lingkungan ini merupakan binaan dari proyek Green Skill 2.0 Plan Indonesia bekerja sama dengan Duta Agro Mandiri, dan Kinara Nusantara sebagai mitra pelaksana dan atas dukungan dana dari The Body Shop Indonesia dan The Body Shop United Kingdom.

Untuk diketahui bersama, proyek ini merupakan lanjutan dari proyek Green Skill 1.0 yang telah dilakukan oleh Plan Indonesia pada tahun 2015 – 2018. Sehingga dengan adanya proyek Green Skill 2.0 ini, kaum muda terutama perempuan dapat terus mengembangkan usaha mereka di bidang wirausaha pertanian hortikultura secara organik.

Sejak 2015, Plan Indonesia telah mengimplementasikan proyek Green Skill yang memiliki fokus pada ekonomi hijau. Melalui program Green Skill 1.0, Plan Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 500 kaum muda (80% perempuan) usia 18-29 tahun. Dari pelatihan ini, 350 orang muda telah membentuk usaha mikro individu atau kelompok hijau yang berkelanjutan.

Plan Indonesia telah membantu meningkatkan pendapatan kaum muda penerima manfaat hingga 58%, dengan potensi pendapatan sekitar Rp 4-5 juta per bulan.

Selain itu, kaum muda perempuan juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan sebagian di antara mereka mampu memberdayakan orang muda perempuan lain di desanya.

Saat ini, melalui proyek Green Skill 2.0, Plan Indonesia memberikan dukungan untuk kaum muda melalui modul Green Skill 2.0, berupa materi-materi terkait rencana usaha, dasar-dasar keuangan, pemetaan pasar, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasional, metode hidroponik, bagaimana mengukur dampak, dan mekanisme pendanaan.

Selain peningkatan kapasitas di atas, kaum muda juga didukung dengan praktek pembuatan pupuk dan pestisida organik serta penggunaan irigasi tetes. Untuk mendukung aktifitas dari anak muda, Plan Indonesia juga memberikan dukungan berupa: bantuan benih, motor air, solar pump, pipa, fiber dan selang tetes.

“Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Plan Indonesia memiliki 46 desa dampingan yang tersebar di 7 kecamatan dengan jumlah anak dampingan lebih dari 13.000 anak. Proyek Green Skill 2.0 sendiri mendampingi 66 kelompok kaum muda yang sebagian besar adalah kaum muda perempuan dengan usia 19-29 tahun (285 perempuan dan 232 laki-laki), dan sebagian besar kaum muda yang terlibat adalah keluarga anak dampingan” jelas Muhammad Thamrin, Programme Implementation Area (PIA) Manager Timor Plan Indonesia.

“Proyek ini juga bertujuan mendukung generasi muda di daerah pedesaan, terutama perempuan-perempuan muda untuk memiliki ketangguhan, berdaya secara ekonomi dan sosial melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan dan pekerjaan yang layak dalam skema ekonomi hijau. Sehingga kaum muda terutama perempuan memiliki nilai tawar yang bagus, baik dalam keluarga, masyarakat maupun pemerintahan. Selain itu kaum muda juga dilatih terkait pengarusutamaan gender dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.”

“Pelatihan-pelatihan yang diberikan merupakan kelanjutan dari proyek Green Skill 1.0 dan ditujukan untuk memberikan penguatan kapasitas kepada generasi muda di daerah pedesaan, sehingga kaum muda dapat berdaya secara ekonomi dan sosial melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan dan pekerjaan yang layak,” lanjut Thamrin.

“Kegiatan panen raya yang dilakukan bersama Bupati TTS diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kaum muda terutama perempuan dalam melakukan wirausaha pertanian hortikultura ini.”

“Karena hingga saat ini, kaum muda terus membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dalam hal ini pemangku kepentingan dan juga dukungan dari instansi terkait, yaitu Dinas Pertanian untuk membantu kaum muda dalam melakukan usaha ketika proyek ini berakhir.”

“Mengingat situasi pandemik COVID-19 saat ini, Mungkin masih banyak kaum muda yang terdampak, sehingga susah mendapatkan lapangan pekerjaan, harus merantau ke kota-kota besar bahkan ke luar negeri. Mari kita manfaatkan peluang yang ada di sekeliling kita, menjadi petani sayur-sayuran dan buah-buahan yang tentunya organik,” pungkas Thamrin.

Bupati TTS saat diwawancarai oleh Wartawan Salamtimor.com terkait peran Plan Indonesia dalam memberdayakan ekonomi masyarakat TTS di lokasi panen raya desa Oe’ekam, kecamatan Amanuban Timur. (Foto: ST/Inyo)

Kepada wartawan Salamtimor.com seusai panen tanaman holtikultura di desa Oe’ekam, Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Piter Tahun ST, MM menyampaikan bahwa,” Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan sangat mendukung kegiatan Green Skill 2.0 Plan Indonesia ini tentunya kita berterima kasih kepada Plan yang melihat potensi atau lahan-lahan tidur yang selama ini tidak terpikirkan oleh kita. Teman-teman yang ahli di bidangnya yang mengerti tentang pengembangan hortikultura, akhirnya bisa kembangkan. Untuk itu, selaku kepala daerah saya sangat berterima kasih.” ucap Tahun

Lanjutnya, “selaku kepala daerah, saya berharap kepada kepala desa dan camat setempat untuk diprogramkan pengembangan tanaman holtikultura agar berkesinambungan. Jadi jangan kita panen saat Plan masih ada lewat programnya, tetapi setelah sepeninggalnya Plan, maka hilang juga programnya. Ini yang tidak kita harapkan.”Harapnya

“Dan kepada masyarakat yang ada di sini harus adopsi, ini kelihatan sederhana tapi kalau tidak mencoba maka tidak bisa jadi. Kalau kita mencoba baru kita bisa tau. Dan itu harapan-harapan dari saya.” imbau Bupati Tahun

Terkait ketersediaan air, Bupati mengatakan bahwa, menyangkut air yang terbatas masyrakat harus tau atau membaca situasi tentang fenomena alam, atau mencari informasi terkait fenomena alam ini kapan hujan, dan lain sebagainya.

“Teman-teman Plan melihat dan mengangkat ini sesuatu yang saya mau bilang luar biasa karna dari tidak ada menjadi ada. Plan cukup memberikan perhatian kepada pemerintah tidak hanya kegiatan panen holtikultura semacam ini, tapi masih banyak kegiatan dari Plan.” kata Tahun

“Kemarin itu kegiatan menyangkut perhatian terhadap kemiskinan, stunting dan anak-anak yang berdampak pada Covid untuk belajar. Wujudnya melalui bantuan radio. Dan kali lalu ada bantuan air bersih, pemberian viber dan diikuti dengan pendropingan air. Untuk itu, selaku Bupati yang mewakili masyarakat TTS menyampaikan terima kasih kepada rekan- rekan di Plan yang memberikan perhatian terhadap daerah ini.” tutup Tahun

Penulis: Inyo Faot

Pos terkait