Home / TTS

David Boimau Menilai Sudah Tidak Ada Lagi Koordinasi Antara Bupati dan Wakil Bupati

- Redaksi

Sabtu, 5 Juni 2021 - 01:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 0 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

David Imanuel Boimau, A.Md (Anggota DPRD Kabupaten TTS asal Fraksi HANURA)

David Imanuel Boimau, A.Md (Anggota DPRD Kabupaten TTS asal Fraksi HANURA)

SoE, SALAMTIMOR.COM — Baru dua tahun memimpin bersama, pecah kongsi antara Bupati dan Wakil Bupati TTS rupanya sudah tidak bisa dihindari. Kondisi ini tergambar jelas dari beda sikap dalam menanggapi persoalan pemutusan pipa air dari mata air Bonleu oleh warga desa Bonleu.

Tidak adanya kerja sama antar kedua pemimpin daerah ini memantik tanggapan dan reaksi dari berbagai macam elemen masyarakat, terutama di media-media sosial.

Sekretaris Komisi III DPRD TTS, David I. Boimau, A.Md kepada media online Salamtimor.com menilai bahwa akibat pecah kongsi antara Bupati dan Wakil Bupati terkait air Bonleu maka masyarakat pemakai air PDAM yang bersumber dari Bonleu dikorbankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut David, “pernyataan Bupati bahwa Bupati TTS hanya satu orang dan Direktris PDAM diangkat oleh Bupati menunjukan bahwa koordinasi antara Bupati dan wakil sudah tidak ada lagi.”

“Bupati merasa tidak memiliki Wakil Bupati sebagai teman seperjuangan dalam membangun TTS ke arah yang lebih baik. Bupati sudah lupa akan perjuangan bersama pada saat berkomitmen membentuk “Paket Berani” dalam Koalisi Pilkada tahun 2018.” ungkap David.

Sambungnya, “apakah pada saat itu, tanpa calon wakil maka akan memenuhi syarat sebagai calon Bupati??? Dengan persoalan Bonleu maka terbuka dimata publik tentang isu ketidakharmonisan hubungan selama ini. Ujung-ujungnya masyarakat kecil yang dikorbankan.” ujar Boimau.

David berharap agar kedua pemimpin ini duduk bersama lalu bicara dari hati ke hati. Saling membagi kewenangan untuk membangun TTS lebih baik terutama prioritaskan masalah air Bonleu.

Dirinya juga menilai bahwa apabila Bupati tidak memberikan kewenangan kepada Wakil, maka otomatis Wakil Bupati tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sedangkan persaingan politik tahun 2024 itu urusan nanti. Tuhan sudah menyiapkan siapa yang paling layak. Tidak usah berambisi berlebihan sampai kepentingan rakyat yang lebih besar tidak sempat diurus.” tutup politisi asal Partai HANURA ini.. (**Redaksi STC)

Berita Terkait

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru