Home / TTS

Diduga Akibat Puntung Rokok, Kebakaran Kembali Terjadi di Kota SoE

- Redaksi

Jumat, 3 November 2023 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Wulan Fallo Editor : Yan Faot Dibaca 419 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TTS, Salamtimor.com — Kebakaran ringan melanda hutan bambu di Kampung Mollo, Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Jumat (03/11/2023) pukul 11.30 WITA.

Menurut masyarakat setempat, kebakaran tersebut diakibatkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh murid-murid yang tengah asik nongkrong di TKP. Setelah api merambat, para siswa melarikan diri.

Setidaknya ada 3 unit kendaraan diarahkan ke lokasi untuk membantu memadamkan kebakaran yakni mobil water cenon milik Polres TTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan mobil pemadam kebakaran dengan muatan 4000 liter air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas sedikit kewalahan memadamkan api akibat asap hitam yang membumbung tinggi dari objek pohon bambu yang terbakar. Bahkan api hampir merambat mengenai rumah warga. Selain itu, keterbatasan suplay air dan kenderaan menyulitkan proses pemadaman. Namun petugas yang sigap, akhirnya api bisa dipadamkan.

 

Saat di temui media ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Daniel Liu mengatakan bahwa, “ada beberapa anak SMP yang nongkrong di lokasi. Jadi tidak tau pasti mereka merokok atau berbuat apa. Setelah api merambat, kami ditelepon untuk terjun langsung ke lokasi kebakaran,” ujar Dan.

BPBD telah mengeluarkan edaran tentang el nino yang dapat menyebabkan kekeringan dan bisa menyulut kebakaran. Mobil-mobil air di BPBD juga disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran yang kemungkinan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Daniel Liu juga berpesan agar masyarakat mewaspadai kebakaran hutan yang diakibatkan oleh puntung rokok, pembakaran lahan pertanian, arus listrik, kompor dan lain-lain yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

“BPBD Kabupaten TTS tidak hanya mengandalkan mobil air milik mereka saja. Tapi membangun kerjasama dengan beberapa instansi diantaranya mobil water cenon milik Polres TTS, mobil tangki air Rutan Kelas 2 B SoE, dan pengusaha Timor Megah agar membantu suplai air menjaga terjadinya kebakaran yang terjadi pada musim kemarau,” tutup pria yang akrab disapa Danilo ini.

Sumber Berita : Salamtimor.com

Berita Terkait

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana
Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP
Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal
Tanggap Terhadap Wilayah Terdampak Kekeringan, BPBD TTS Salurkan Air Bersih
Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC
Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi
Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024
Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru